
Lalu Leng Zen terlihat melesat ke arah dimana Patriak Yan dan tetua Yu berada.
Wuss wuss..!!
...
“Tunggu.”
Tepat di saat kedua Penjaga Benua bersama para leluhur akan menangkap keempat bawahan Zang Wei, terdengar sebuah suara di sertai aura yang sangat kuat muncul dari ruang kosong.
Mendengar itu, sontak kedua penjaga Benua langsung melirik ke asal suara.
“I..Ini,” ucap kedua penjaga benua bersama para leluhur di saat melihat Kaisar Ming yang sudah mencapai kekuatan setara Penjaga Benua.
Tap tap..!!
“Mereka adalah orang yang aku kenal, jadi kalian tidak perlu melakukan hal berlebihan, cukup buat saja kedua orang yang mengamuk pingsan.” Ucap Kaisar Ming yang kini menapakkan kakinya tepat di depan mayat Zang Wei.
“Huuf,, aku yakin Guru pasti akan marah karena aku datang terlambat menyelamatkan saudaranya,” gumam Kaisar Ming yang kini telah menjadi murid Bai Xin.
Sret..!!
Terlihat Kaisar Ming melambaikan tangannya dan muncul sebuah pusaran energi yang kini menyelimuti tubuh Zang Wei.
Bukan hanya itu saja, pandangan Kaisar Ming pun terlihat mengarah ke kepala Zang Wei dan mencoba menyatukannya kembali.
Blush..!!
Setelah menyatukan tubuh Zang Wei, Kaisar Ming langsung pergi dari tempat tersebut.
***
1 Minggu telah berlalu.
Kematian Zang Wei cukup menggemparkan beberapa orang yang mengenalnya.
Dan yang paling bersedih adalah para bawahan Zang Wei, rata-rata mereka semua menutup diri setelah kejadian di Kekaisaran Ming. Terutama Patriak Yan, Patriak Xu, Patriak Wen dan tetua Xu.
__ADS_1
...
Sementara di Desa Hujan, tempat keluarga Zang Wei tinggal.
Terlihat Ibu Zang Wei kini berdiri di depan makam putranya.
Di belakang Ibu Zang Wei, ada adik, paman, kakak dan beberapa bawahan Zang Wei ikut berdiri sambil menahan emosi kesedihan.
“Nak, Ibu yakin kau pasti masih hidup, entah kenapa hati Ibu merasakan kau saat ini ntah berada di suatu tempat.” Gumam Zang Nian dalam hati.
“Jadi, jika ibu terus bersedih akan kematianmu yang tidak jelas ini, alangkah baiknya Ibu tetap mencoba berpikir jika kau masih hidup dan akan kembali pulang suatu hari nanti.” Sambung Zang Nian sembari bangkit dari tempat duduknya.
Tap tap..!!
“Ayo nak, kakak mu pasti akan bersedih jika kita terus menangisinya,” ajak Zang Nian kepada Zang Tian.
Zang Tian yang sudah terlihat mulai remaja, langsung mengangguk sambil mengusap air matanya yang terus berjatuhan.
Hemm hem..!!
Dalam hatinya, Zang Tian bertekad untuk menjadi kuat dan bisa membalas kematian kakaknya.
***
Di saat semua orang yang mengenal Zang Wei bersedih, di suatu tempat, terlihat sosok yang di anggap mati, kini terlihat melangkahkan kakinya menuju perbatasan Benua Barat dengan Benua Tengah
Tap tap..!!
“Hemm..!! Jadi, apakah tidak ada yang mencurigai kematianku Yi Lang?” Tanya Zang Wei yang kini mengenakan sebuah tudung, ia juga terlihat memanipulasi rambutnya, dari yang awalnya bewarna putih keperakan, kini menjadi hitam legam.
Wuss..!!
“Hanya ada beberapa saja yang menganggap mu masih hidup Tuan, salah satunya adalah Tuan Bai Xin dan Ibumu,” jawab Yi Lang yang kini muncul di samping Zang Wei.
“Hemm,, untuk Ibuku, aku yakin ia mempunyai perasaan yang kuat terhadap putranya, jadi wajar ia menganggap aku belum mati.” Ucap Zang Wei mengangguk ringan.
“Sementara untuk saudara Bai, ia mungkin merasakan ikatan darahku yang belum hilang, maka dari itu ia menganggap aku belum mati. Bahkan mungkin saat ini ia sadar jika aku sengaja memanipulasi kematianku untuk kebaikan orang-orang terdekatku.” Sambung Zang Wei sambil menatap ke arah Benua Tengah.
__ADS_1
Yi Lang yang mendengar itu, hanya bisa diam, tak lama setelah itu, ia kembali menghilang menjadi bayangan saat melihat isyarat dari Tuannya.
Blush..!!
...
“Baiklah, saatnya menunggu kabar dari Wen Zi terlebih dahulu, baru setelah itu aku bisa mengamuk sepuasku,” gumam Zang Wei menyeringai lebar dan memperlihatkan sosok dirinya di masa lalu.
Wuss..!!
Dengan cepat Zang Wei melesat ke arah kota yang ada di depannya.
***
Tap tap..!!
“Tuan muda, semua yang ada di kota ini telah selesai, namun ada beberapa tikus yang berhasil melarikan diri, tapi anda tidak perlu khawatir, saya sudah menggerakkan 5 Topeng Merah bersama ratusan bawahannya untuk mengejar mereka.” Ucap sosok Assasint topeng merah yang terkuat.
Wen Zi yang mendengar itu, langsung mengerutkan keningnya.
“Bukankah sudah ku katakan jangan sampai ada yang berhasil lolos, itu akan memperlambat pekerjaan kita yang selanjutnya,” ucap Wen Zi terdengar dingin.
Glek..!!
Sosok topeng merah terkuat hanya bisa menelan ludah, tubuhnya seketika bergetar hebat.
“Mo..Mohon jangan gantikan saya melayani anda Tuan, saya akan memperbaiki kesalahan saya dengan saya sendiri yang akan-”
“Cukup, itu juga akan membutuhkan waktu, akan lebih baik jika kita semua kembali bergerak. Jadi beritahu aku kemana arah tikus-tikus yang berhasil lolos?” Ucap Wen Zi memotong ucapan Assasint topeng merah dan Wen Zi berencana melanjutkan perjalanannya ke Barat sambil mengejar target yang berhasil lolos.
“Ke Barat Tuan, mungkin mereka berencana masuk ke perbatasan Benua Barat untuk mencari perlindungan, karena banyak dari target yang tahu jika kita belum bisa memasuki Benua Barat.” Jawab Assasint topeng merah sambil menunjuk ke arah perbatasan Benua Barat.
Mendengar itu, seutas senyum Wen Zi perlihatkan, karena ia merasa ini adalah kesempatan baginya untuk memberikan semua yang ia ketahui kepada Tuannya.
“Hoo,, jika begitu ayo, kebetulan arah yang akan kita tuju sama dengan arah target yang berhasil lolos,” ajak Wen Zi yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan melesat ke arah Barat.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1