
“Tidak seperti yang tua ini, semakin tua ia malah semakin tumpul.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Long Ji dengan senyum ejekan.
Brak..!!
“Dasar bocah nakal, apa kau meremehkan pak tua ini hah,” dengus Long Ji yang langsung menggbrak meja.
“Heh,, memang kakek tahu apa inti yang aku bicarakan ini?” Tanya Zang Wei melirik Long Ji.
“Heh,, kau terlalu meremehkanku rupanya, tentu saja aku tahu, kau kan ingin memberi bantuan senjata kepadaku dan Yang Mulia,” dengus Long Ji.
“Tapi aku yakin bantuan yang ingin kau berikan ini memiliki imbalan bukan,” sambung Long Ji yang terlihat mengangkat kepalanya dengan bangga.
Mendengar itu, Zang Wei hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Sudah ku duga, otaknya ini sama sekali tidak bekerja dalam hal bisnis, namun otaknya hanya tertuju kepada kekuatan saja.” Gumam Zang Wei sambil menghela nafas panjang.
“Lupakan saja, aku malas bicara denganmu kakek tua, lebih baik aku bicara dengan Yang Mulia saja, karena ia sudah paham tujuanku memberikan bantuan senjata.” Ucap Zang Wei.
Blush..!!
Tanpa basa basi Zang Wei langsung mengeluarkan 2 senjata yang memiliki aura tidak biasa.
Bukan hanya itu saja, terlihat jelas jika kedua senjata tersebut mengeluarkan cahaya bewarna merah dan biru keputihan.
Melihat kedua senjata tersebut, mata Long Ji langsung melotot dan bahkan saking melototnya mata Long Ji, itu terlihat hampir keluar.
__ADS_1
“I..Ini, Senjata Tingkat Legenda dan mengandung Hukum Api,” teriak Long Ji terperanjat kaget.
“La..Lalu yang satunya mengandung Hukum Angin.” Sambung Long Ji melirik yang satunya.
Tak lama setelah itu, pandangan Long Ji pun menatap ke arah Zang Wei dengan tatapan tidak percaya.
“Dari mana kau mencuri senjata Legenda seperti ini?” Tanya Long Ji.
Wajah Zang Wei seketika berkedut-kedut saat mendengar pertanyaan Long Ji.
“Mencuri? Apa otakmu itu hanya mentok kepikiran sampai sana,” dengus Zang Wei yang tak tahu harus berekspresi seperti apa saat ini.
Ehem..!!
“Apakah kau bisa diam lebih dulu kakak Long? Saat ini aku ingin fokus bicara serius dengan nak Zang Wei, jadi berhentilah membuat keributan tak jelas.” Ucap Raja Ming yang langsung menghentikan Long Ji.
Tap tap..!!
Long Ji pun langsung melangkah keluar dari ruangan tersebut.
“Awas saja kau bocah, jangan macam-macam dengan Xing'er, dia sudah lama menunggu kedatanganmu. Jadi jangan buat dia bersedih atau menangis.” Dengus Long Ji yang terlihat melewati Zang Wei dan langsung berbisik.
Zang Wei yang mendengar itu pun langsung heran. “Apa masalahnya dengan nona Xing Ji?” Gumam Zang Wei bertanya-tanya dalam hati.
Karena tidak ingin memikirkan masalah wanita dan juga ia saat ini masih di kategorikan remaja berusia 16 tahun. Zang Wei pun langsung melupakannya.
__ADS_1
...
Kini di ruangan hanya tersisa Raja Ming dan Zang Wei saja.
Raja Ming yang melihat kedua senjata Tingkat Legenda sadar jika kedua senjata ini bukan senjata permanen.
Lebih tepatnya Hukum Elemen Api dan Angin yang tertanam di kedua senjata inilah yang tidak permanen, keduanya bisa hilang kapan saja, tapi Raja Ming tidak tahu batas waktunya.
“Jadi, bagaimana cara nak Zang Wei menanamkan Hukum Elemen Api dan Angin ke dalam kedua senjata ini dan langsung membuatnya seperti Senjata Tingkat Legenda. Padahal dari yang aku perhatikan, kedua senjata ini hanyalah senjata tingkat Hitam?” Tanya Raja Ming terdengar serius.
“Hoho,, itu rahasia Yang Mulia Organisasi saya,” jawab Zang Wei tersenyum santai.
“Walau senjata ini memang awalnya senjata tingkat Hitam, tapi Yang Mulia tidak perlu khawatir. Yang mulia tahu jika setiap Senjata Legenda pasti mempunyai Hukum Elemen bukan?” Tanya Zang Wei sambil melirik ke arah Raja Ming dan terlihat Raja Ming langsung mengangguk.
“Nah, biasanya seseorang yang mencoba meniru senjata Legenda dengan menanamkan Hukum Elemen itu selalu gagal bukan, jika pun berhasil, senjata tersebut akan menjadi sekali pakai dan langsung hancur. Tapi kedua senjata ini berbeda, Yang Mulia dapat menggunakannya selama 1 tahun penuh, itupun jika Yang Mulia sering menggunakannya. Tapi jika Yang Mulia jarang menggunakannya, efek dari Hukum Elemen yang tertanam di senjata ini tentu akan jauh lebih lama lagi.” Sambung Zang Wei menjelaskan.
“Karena yang membuat kedua senjata ini mampu bertahan adalah dari hasil bentrok, semakin banyak Hukum Elemen terkikis, maka waktunya akan semakin pendek.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Raja Ming.
Sret..!!
Terlihat Zang Wei langsung memegang sebilah tombak dengan Hukum Elemen Api.
Blush..!!
Zang Wei pun langsung mengalirkan energinya untuk menunjukkan seberapa kuat Hukum Elemen yang tertanam di tombak tersebut.
__ADS_1
“I..Ini,” gumam Raja Ming yang merasakan rasa panas luar biasa yang muncul dari Tombak tersebut. Bahkan saking kuatnya api yang keluar dari Senjata Tombak tersebut, tanpa sadar ruangan tempat mereka berada saat ini langsung terbakar tanpa sisa.
Brak..!!