Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kedatangan Tetua Wang Sudah di Tunggu Oleh Klan Jin di Kediaman Pemimpin Kota


__ADS_3

Sementara tetua Cang terlihat kembali melanjutkan perjalanan dengan mengikuti tetua Wang dari belakang, dengan jarak 1000 meter, itu ia lakukan agar tetua Wang tidak mencurigainya lagi.


Wuss wuss..!!


...


Tap tap..!!


Di saat para tetua sudah mulai bergerak, terlihat sosok bayangan muncul di depan gerbang.


“Hoho disaat mulai menyerang musuh, bukannya bersatu, mereka malah diam-diam terlihat saling menjatuhkan.” Kekeh Yi Lang.


“Apa sifat manusia memang seperti ini?” Tanya Wang Si.


Mendengar pertanyaan Wang Si, dahi Yi Lang kembali berkerut. “Bukankah kau sudah menanyakan itu berulang kali,” dengus Yi Lang.


Wang Si yang melihat Yi Lang malah marah saat ia bertanya, hanya bisa menggaruk kepalanya.


“Sifat manusia memang aneh,” gumam Wang Si. “Berbeda dengan Tuan, walau saat ini ia menjadi manusia, sifatnya masih sama seperti dulu.” Sambung Wang Si yang sejatinya ia adalah seorang Developer.


Tap tap..!!


“Tunggu apalagi, ayo cepat kita ikuti kelompoknya tetua Wang,” ajak Yi Lang yang terlihat semakin cemberut di saat melihat Wang Si malah berdiam diri.


“Huh, sialan, kenapa aku malah mendapatkan rekan idiot sepertinya sih,” umpat Yi Lang dalam hati.


Tapi apa boleh buat, Yi Lang tidak bisa menyalahkan Zang Wei, karena menurutnya Wang Si ini memang cocok dalam rencana penyamaran seperti ini, bahkan Wang Si cukup ahli dalam menipu.


Wuss wuss..!!


Terlihat Yi Lang dan Wang Si kembali bergerak mengikuti tetua Wang dan tetua Cang dari belakang.


***


Bomm..!!


Slash..!! Crash crash..!!

__ADS_1


“Sialan, dari mana datangnya para pasukan kota ini? Dan bagaimana bisa mereka begitu cepat menyadari kedatangan kita.” Umpat Tuan muda Wang yang terlihat baru saja menebas tubuh 3 penjaga kota dalam sekali ayunan.


“Hemm..!! Aku merasa ada yang tidak beres di sini, kalian tetaplah bergerak seperti ini, aku akan mengecek di depan terlebih dahulu, karena di depan sana, aku merasa ada yang memancing para penjaga kota bergerak ke arah kita,” ucap Tetua Wang yang terlihat langsung curiga dan langsung melesat ke depan.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Saat tetua Wang sampai, apa yang ia curigai langsung sirna.


“Perasaan tadi aku merasakan adanya seseorang di sini, aku yakin jika dialah yang menyerang para penjaga kota yang berpatroli,” gumam tetua Wang sambil melihat area sekitar.


Tapi apa yang ia lihat di depannya saat ini hanyalah area kosong dan bangunan sepi tanpa penghuni.


Wuss..!!


Karena masih tidak percaya, tetua Wang kembali bergerak ke arah lain, yang mana ia merasakan disana ada jejak aura yang familiar baginya.


Tap tap..!!


“Apa hanya perasaanku saja ya, dan apa memang para penjaga kota yang terlalu peka.” Gumam Tetua Wang yang kini tidak sadar sedang di bodohi.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Setelah beberapa saat berdiri di sana, akhirnya tetua Wang kembali ke anggota kelompoknya.


***


Blush..!!


Bersamaan dengan pergilah tetua Wang, terlihat Wang Si menghilangkan ilusi yang ia buat.


Kini terlihat 1 Ahli bela diri bayaran yang tak lain anggota Tetua Cang sedang menyerang para penjaga kota dan langsung melesat kabur menuju arah kelompok tetua Wang, namun pada saat melalui lorong-lorong bangunan sempit, terlihat Ahli bela diri bayaran itu langsung menghilangkan jejak mereka yang membuat para penjaga kota terus maju hingga akhirnya bertemu kelompok Tetua Wang Si.


...


Bukan dari satu arah saja, terlihat 2 Ahli bela diri bayaran lainnya juga terus melakukan hal yang sama dengan memancing para penjaga kota menuju ke tempat tetua Wang.

__ADS_1


Hingga akhirnya, para penjaga kota yang menyadari jika sebenarnya Kota Janghu di serang pun langsung melapor ke pemimpin kota.


***


Tap tap..!!


Di kediaman pemimpin Kota, Jin Zuwuan dan tetua Jin yang sedang duduk sambil menikmati arak serta beberapa wanita penghibur, kini mengerutkan keningnya saat mereka berdua merasakan langkah kaki yang berasal dari luar.


Bruk...!!!


“Ada apa lagi? Kau ini mengganggu kesenanganku saja,” dengus Pemimpin kota Jin Zuwuan.


Penjaga gerbang kediaman pemimpin kota, hanya bisa berlutut di depan Jin Zuwuan dengan tubuh bergetar.


Kini ia tak tahu harus memberi laporan seperti apa, karena ia sadar jika salah bicara, maka kepalanya akan langsung melayang.


“Hem...!! Tahan emosimu Jin Zuwuan, biarkan dia melapor lebih dulu, siapa tahu ada sesuatu yang mendesak.” Ucap tetua Jin Gang yang menyadari ada suatu masalah.


Sang penjaga gerbang pun langsung memberi laporan jika para prajurit patroli kota melapor jika ada serangan dari orang luar, dan menurut laporan yang penjaga dapat dari prajurit patroli, salah satu dari penyerang ini adalah Tuan muda dari klan Besar, yaitu Tuan muda Wang.


Mendengar laporan tersebut, dengan cepat Jin Zuwuan dan tetua Jin Gang bangkit.


“Sialan, kenapa kau tidak langsung katakan dari tadi.” Dengus Jin Zuwuan yang sudah tahu jika akan datang serangan dari Tetua Wang bersama anggota kelompoknya.


Jin Zuwuan mendapat informasi ini dari pusat Klan Jin, yang tak lain Wen Zi atau di kenal Tuan Zang.


Tap tap..!!


“Jadi mereka sudah datang, jika begitu ayo kita buat mereka sadar jika mereka menyerang klan yang salah kali ini.” Ucap sosok pria tua yang muncul dari balik pintu utama.


Bruk..!!


“Salam patriak klan,” sapa Jin Zuwuan, tetua Jin Gang dan penjaga gerbang.


Tap tap..!!


Bukan hanya patriak Klan Jin saja yang muncul, terlihat satu persatu para tetua klan Jin mulai muncul di pintu yang sama tempat Patriak Klan Jin keluar. Terlihat wajah para tetua klan Jin langsung menyeringai lebar, lantaran sudah tidak sabar untuk membunuh Tetua Wang bersama kelompoknya.

__ADS_1


__ADS_2