Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Melawan Para Assasint Part 1


__ADS_3

“Aduh, apa-apaan kau ini berhenti tidak bilang-bila-” seketika Mu Lan Jia menghentikan ucapannya saat tersadar ada beberapa orang yang kini mengikutinya dan bersembunyi di kegelapan lorong-lorong bangunan.


“Sialan, mereka terlalu cepat datang kesini, artinya semua kerja keras Wen Zi sia-sia dalam menutupi jejaknya, karena lawan jauh lebih ahli,” gumam Zang Wei yang sudah tahu dari awal jika musuh cepat atau lambat akan mencium keberadaan Mu Lan Jia dan Topeng Emas di sini. Tapi ia tidak akan menyangka akan secepat ini.


Zang Wei yang melamun seketika tersadar saat tubuhnya di tabrak, ia pun langsung mengirim suara telepati kepada Mu Lan Jia untuk memancing musuh.


“Diam dan teruslah berjalan, mereka masih belum tahu jika kita sudah menyadari keberadaan mereka, kita giring mereka ke tempat yang sepi.” Ucap Zang Wei melalui telepati.


Zang Wei sadar jika para Assasint yang mengintainya ini baru tiba di Kota Han. Zang Wei juga meyakini jika tujuan para Assasint ini datang adalah untuk mencari keberadaan Topeng Emas dan Mu Lan Jia, serta mencari dalang dari siapa yang membebaskan mereka.


Sementara Mu Lan Jia yang mendengar suara Zang Wei pun langsung mengangguk dan mengikuti Zang Wei melangkah dari samping, serta berpura-pura mengobrol dengan Zang Wei seperti biasanya.


Tap tap..!!


Setelah menggiring para Assasint ke tempat yang cukup sepi, kini terlihat langkah Zang Wei dan Mu Lan Jia terhenti.


“Apa kau dapat menebak jumlah mereka?” Tanya Zang Wei melalui telepati.


“Aku tidak dapat menebak semuanya, karena aku merasa mereka ada di luar gerbang Kota juga, seolah-olah mereka mengepung Kota ini,” jawab Mu Lan Jia melalui telepati.


“Namun yang pasti, saat ini ada 20,an yang telah mengikuti dan mengepung kita di sini.” Sambung Mu Lan Jia.


Zang Wei yang mendengar itu, sebenarnya tahu berapa jumlah mereka semua, tapi ia ingin mengetahui jumlah energi Mu Lan Jia yang pulih setelah membantunya menyelamatkan Ibunya.


“Hemm..!! Jumlah energinya sudah pulih 20% ya, ini akan sedikit sulit, karena rata-rata para Assasint ini berada di Prajurit Tingkat 4 Ahir dan ada beberapa dari mereka yang berada di Prajurit Tingkat 5 juga,” gumam Zang Wei dalam hati.

__ADS_1


Namun bukan Zang Wei namanya jika ia tidak mengantisipasi hal tersebut.


“Baiklah, kita hadapi mereka yang mengikuti kita saat ini dan kau jangan gunakan energimu secara berlebihan, karena bagianmu nanti di luar kota,” ucap Zang Wei melalui telepati sambil melirik Mu Lan Jia.


Walau tidak tahu apa maksud Mu Lan Jia, terlihat Mu Lan Jia langsung mengangguk.


Bersamaan dengan itu, Zang Wei pun langsung melempar batu runcing yang telah di baluti racun ke arah salah satu Assasint yang bersembunyi di lorong yang tepat berada di depannya.


Wuss..!!


Sementara di dalam lorong bangunan di saat batu runcing milik Zang Wei melesat, batu tersebut mengarah ke paling ujung, dimana seorang Assasint bersembunyi paling ahir.


“I..Ini, ia menyadari keberadaan kita,” ucap Assasint tersebut dan dengan santai mengeluarkan daggernya untuk menepis batu runcing yang mengarah ke dirinya.


Trank..!!


Namun Assasint tersebut tidak menyadari jika ada sebuah benang energi terikat di gagang batu tersebut.


Alhasil, batu runcing milik Zang Wei pun langsung tertarik kembali ke pemiliknya dengan begitu cepat, tanpa di sadari oleh para Assasint.


Crash crash..!!


Di saat batu tersebut kembali, batu tersebut menggores semua Assasint yang ia lewati.


Wuss wuss..!! Tap tap..!!

__ADS_1


Tidak lama setelah suara benturan senjata terdengar, kini para Assasint yang berjumlah 20 muncul mengepung Zang Wei dan Mu Lan Jia.


“Hemm..!! Aku tak menyangka jika kau dapat menyadari keberadaan kami,” ucap salah satu Assasint terdengar suaranya dingin mengarah ke Zang Wei.


Zang Wei hanya menanggapi dengan seutas seringai kecil.


“6 dari dari mereka telah lumpuh, jadi kau hadapi 4 dari mereka, sisanya serahkan kepadaku,” ucap Zang Wei melirik Mu Lan Jia yang terlihat memasang wajah mengerikan saat ini, karena ia sangat mengenal para Assasint di depannya ini, lebih tepatnya seragam yang mereka kenakan.


“Oi,, nenek tua, tahan amarahmu untuk saat ini, jika kau bertarung dalam keadaan emosi, bisa-bisa kita semua akan mati di sini,” dengus Zang Wei menyadarkan Mu Lan Jia.


Sontak Mu Lan Jia seketika cemberut. “Huh,, siapa yang nenek tua hah, aku ini masih gadis sialan, aku belum menikah dan belum menjadi seorang ibu, apalagi nenek-nenek,” teriak Mu Lan Jia dengan nada kesal ke arah Zang Wei.


“Hoo,, kau cepat sadar diri juga saat di panggil nenek tua, itu artinya kau mengakui dirimu itu seorang nenek tua,” ejek Zang Wei kembali memprovokasi Mu Lan Jia.


“Sialan, akan ku buktikan jika aku ini seorang gadis,” dengus Mu Lan Jia terdengar kesal. “Kau menyuruhku menghadapi 4 dari mereka semua kan, oke,” sambung Mu Lan Jia yang langsung melesat ke arah kanan, dimana ada 4 Assasint berdiri di sana.


Para Assasint yang tadinya sempat bingung melihat Zang Wei dan Mu Lan Jia berdebat, kini tersadar saat Mu Lan Jia bergerak.


Tidak hanya Mu Lan Jia saja, terlihat Zang Wei juga bergerak ke arah ke 6 Assasint yang telah di lumpuhkan dengan racun, namun ke 6 Assasint tersebut masih belum menyadari dan merasakan efeknya.


Wuss..!!


Dalam sekejap Zang Wei muncul menggunakan langkah Naga.


Bersamaan dengan itu, Zang Wei langsung mengayunkan senjata yang mirip bisbol dengan ujung seperti palu.

__ADS_1


Wung..!!


Bamm..!! Argh..!!


__ADS_2