
“Tunggu apalagi, ayo cepat kita ke pusat Tambang, aku juga merasakan pertarungan yang ada di sana sudah mau selesai.” Ajak Zang Wei terdengar tidak sabar.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Melihat Zang Wei melesat, dengan cepat Pangeran Ming, Mu Lan Jia dan yang lain mengikuti dari belakang.
Wuss wuss..!!
Kini terlihat Zang Wei sudah memasuki area tambang bagian luar, dan tepat saat ia hendak memasuki tambang area dalam, dua bilah belati terlihat melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.
Trank trank..!!
Namun sebelum kedua belati tersebut mengenai Zang Wei, dengan sigap Patriak Wen dan tetua Yu Zian maju untuk membelokkan kedua belati tersebut.
“Apa kau baik-baik saja Tuan muda?” Tanya Tetua Yu Zian yang terlihat berdiri dengan sigap di depan Zang Wei.
“Hem,, aku baik-baik dan terimakasih sudah membantuku,” ucap Zang Wei tersenyum tulus.
Tap tap..!!
Mendengar suara langkah kaki mendarat, sontak Zang Wei, Tetua Yu Zian, Patriak Wen dan yang lainnya langsung melirik ke asal suara.
Kini terlihat 2 anggota Assasint Kematian berdiri dalam jarak 20 meter di depan mereka.
“Hati-hati, selain kuat dan sulit mati karena tubuh mereka di lindungi oleh jubah yang terbuat dari Item Tingkat Legenda, kerja sama mereka juga yang paling berbahaya,” ucap Patriak Wen yang tentunya pernah melawan Kelompok Assasint kematian yang di pimpin oleh Assasint bertopeng.
“Jadi, dimana kelemahan mereka jika jubah yang mereka kenakan tidak akan bisa di gores oleh senjata kita?” Tanya Mu Lan Jia terlihat cemberut.
Tetua Yu Zian dan Patriak Wen pun menggelengkan kepalanya.
“Selama kami melawan mereka di masa lalu, kami belum pernah melihat atau menemukan titik lemahnya.” Jawab Patriak Wen dan Tetua Yu Zian serempak.
“Huh,, dasar bodoh,” dengus Mu Lan Jia yang kini melirik ke arah Zang Wei.
“Sayang, apa kau tahu dimana titik lemah mereka?” Tanya Mu Lan Jia dengan nada manja.
Sontak semua orang yang ada di sana termasuk Zang Wei melebarkan matanya.
“Apa kau sedang berhalusinasi atau kau salah makan?” Tanya Zang Wei yang terlihat langsung sadar, lalu menyentuh kening Mu Lan Jia dengan telapak tangannya.
“Hemm..!! Tubuhmu sangat panas, aku rasa kau memang sakit,” ucap Zang Wei. “Tapi yang aku maksud sakit jiwa.” Sambung Zang Wei dalam hati.
Terlihat wajah Mu Lan Jia memerah saat keningnya di sentuh, saking merahnya wajah Mu Lan Jia, tanpa terasa kepala Mu Lan Jia mengeluarkan asap tipis-tipis.
__ADS_1
...
Pangeran Ming dan Ling Mue yang langsung sadar jika Mu Lan Jia menyukai Zang Wei, hanya bisa diam sambil melirik ke arah Zang Wei.
“Cinta bertepuk sebelah tangan, kau sangat kasihan sekali Nona Lan.” Gumam Pangeran Ming dan Ling Mue serempak dalam hati, tepat setelah mereka melihat wajah Zang Wei yang sebenarnya sudah menyadari jika Mu Lan Jia mencintainya.
...
Sementara Tetua Yu Zian, Patriak Wen, Yan Chao, Yan Zhao, Fang Du dan Sing Zhao, hanya bisa mengangguk setuju jika Mu Lan Jia sedang kurang sehat.
Sret..!!
Di saat para rekan dan bawahan Zang Wei fokus ke arah Zang Wei dan Mu Lan Jia, mereka tidak sadar jika kedua Assasint muncul di samping Ling Mue dan Sing Zhao.
Kedua Assasint yang menyadari jika Ling Mue dan Sing Zhao terlemah, tentu saja langsung berniat membunuh mereka di saat kedua target mereka lengah.
Slash slash..!!
Dret..!!
Namun tepat di saat kedua bilah senjata Assasint hampir mengenai leher Sing Zhao dan Ling Mue, terlihat tangan mereka tidak bisa di gerakkan.
“I..Ini,” gumam kedua Assasint serempak dan langsung mengarahkan pandangan ke tangan mereka, dan apa yang mereka lihat adalah sebuah benang energi transparat sedang menjerat pergelangan tangan mereka.
Setelah melihat adanya benang energi, kedua Assasint langsung mengalihkan pandangan ke arah dimana orang yang memiliki benang energi.
“Sekarang, serang leher belakang atau bola mata mereka, karena itu titik lemah mereka,” teriak Zang Wei.
Wuss..!!
Dengan cepat Mu Lan Jia melesat paling cepat dan langsung mengayunkan cambuknya ke arah kaki salah satu Assasint untuk membuat targetnya tidak bisa bergerak lebih leluasa.
Ctar..!!
Di saat bersamaan, Ling Mue dan Sing Zhao juga mengayunkan senjata mereka ke pergelangan kaki Assasint satunya, agar target mereka tidak bisa melarikan diri.
Slash slash..!! Crash..!!
...
Sementara Pangeran Ming, tetua Yan Zhao, Yan Chao dan Fang Du terlihat, menyerang bola mata kedua target mereka.
Wuss wuss..!!
Slash slash..!!
__ADS_1
Boomm..!!
Tepat setelah terdengar suara ledakan dan mundurnya Pangeran Ming, Tetua Yan Zhao, Yan Chao dan Fang Du.
Kini terlihat Tetua Yu Zian dan Patriak Wen sebagai eksekusi muncul di belakang kedua Assasint sambil mengayunkan pedang mereka ke leher target mereka.
“Mati,” teriak Patriak Wen dan tetua Yu Zian serempak.
Slash..!!
Wung..!!
Bomm..!!
Duar..!!
Bukannya target yang terlempar, malah sebaliknya.
Kini terlihat Patriak Wen dan Tetua Yu Zian terhempas sejauh 5 meter.
Tap tap..!!
“I..Ini,” ucap Patriak Wen dan Tetua Yu Zian melebarkan mata mereka sambil memandang ke arah target.
Terlihat saat ini muncul Assasint bertopeng bersama 2 Assasint kematian di dekat 2 Assasint kematian yang kelompok Zang Wei serang sebelumnya.
Sementara 5 Assasint yang lain, terlihat muncul di 5 tempat berbeda dalam bentuk lingkaran, atau dapat di katakan mereka saat ini sedang mengepung kelompok Zang Wei.
“Aku tak menduga jika kau berani kembali ke sini Wen Ju Guang, termasuk kalian bertiga,” ucap Assasint bertopeng yang kini melirik ke arah Patriak Wen, Yan Zhao, Yan Chao dan Sing Zhao.
Setelah itu, pandangan Assasint bertopeng melirik ke arah Tetua Yu Zian.
“Lama tak bertemu tetua Yu Zian,” sapa Assasint bertopeng sambil memasang seringai lebar di balik topengnya.
Tetua Yu Zian yang dari tadi mencoba menahan amarah, kini terlihat sudah tidak bisa mengendalikan amarahnya lagi.
Blush..!!
“Yu Fan Shen,” teriak Yu Zian
“Jadi di balik topeng ini adalah dirimu,” sambung Yu Zian yang kini mengeluarkan niat membunuh.
Tap tap..!!
“Hoho,, sepertinya terlihat semakin menarik, apakah aku boleh ikut bergabung.” Sapa seorang pemuda yang muncul dari balik bebatuan yang jaraknya 200 meter dari tempat kelompok Zang Wei berdiri.
__ADS_1
“Ka..Kau-”