
“Dan satu lagi, jika kau menuruti pemintaanku ini, maka aku akan menunjukkanmu sedikit teknik Langkah Naga, bagaimama?” Tanya Zang Wei sambil tersenyum ke arah Yi Lang, yang kini menelan ludah lantaran tergoda akan apa yang Zang Wei katakan di ahir kalimatnya tadi.
...
“Huh,, bukannya aku terlalu tergila-gila dengan Teknik mu itu ya. Tapi apa boleh buat, karena aku memang membutuhkannya untuk melengkapi teknik ku, agar aku bisa aman saat di kepung musuh. Jadi, apa boleh buat,” ucap Yi Lang terdiam sesaat sambil memandang ke arah Zang Wei.
“Aku setuju, walau resikonya sangat besar,” sambung Yi Lang yang kini mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.
Zang Wei seketika menyeringai kecil, ia pun ikut mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Yi Lang.
“Aku suka dirimu yang berani mengambil resiko,” ucap Zang Wei.
“Karena keberanianmu ini, maka aku akan memberikanmu sedikit bonus tambahan nanti, jadi ikuti saja aku dan lihat setiap langkah ku dalam bergerak, jika kau dapat memahaminya, maka aku yakin kau akan merasa terlalu beruntung kedepannya.” Sambung Zang Wei.
Yi Lang pun mengangguk ringan dan ia tentu cukup cerdas dalam memahami ucapan Zang Wei. Ia sadar jika Zang Wei memberikannya bonus dengan cara teka-teki, dan Yi Lang yakin bonusnya adalah sebuah Teknik dalam melangkah.
...
Setelah sepakat, kini Yi Lang langsung bergerak ke arah tebing dan langsung menghancurkannya dengan sepenuh hati.
Sementara Zang Wei terlihat bergerak ke beberapa tempat, tempat yang masih di area sekitaran dekat pertarungan para Bangsawan melawan para Assasint sebelumnya.
Terlihat di setiap langkah Zang Wei, ia meninggalkan beberapa jejak secara samar-samar aura milik para Assasint dan para Bangsawan serta patriak klan Cabang.
Zang Wei sengaja menyamarkannya, agar jejak tersebut sulit di temukan.
__ADS_1
Menurut Zang Wei, semakin sulit jejaknya di temukan, maka akan membuat para Bangsawan yang mencarinya semakin yakin jika ini memang perbuatan klan Jin, tapi setelah mereka bisa menemukan jejaknya.
Tap tap..!!
Setelah menyelesaikan tugasnya, kini Zang Wei kembali ke mulut gua, dimana Yi Lang sudah menunggu kedatangannya.
“Hemm..!! Dari mana kau mendapatkan sobekan jubah para Assasint dan para Bangsawan itu?” Tanya Yi Lang bingung, karena setahunya, ia selama ini selalu bersama Zang Wei saat mengintai di kejauhan dan ia sama sekali tidak menemukan sobekan tersebut di tangan Zang Wei.
“Dan juga, kenapa kau membuat jejak yang sangat sulit untuk di temukan, jika begini, maka mereka pasti akan membutuhkan waktu dalam menyelidikinya.” Sambung Yi Lang yang kini terlihat bingung dengan apa yang sebenarnya Zang Wei rencanakan.
...
“Hemm..!! Kau terlalu banyak tanya, ikuti dan saja apa yang aku lakukan kedepannya, kau hanya boleh bergerak di saat aku meminta bantuan saja. Tapi jika kau ikut campur nantinya, maka aku akan langsung mengusirmu,” dengus Zang Wei yang terlihat semakin kesal dengan Yi Lang.
Wuss wuss..!!
“Jika kau sudah selesai, maka ayo kita pergi dari sini, karena tak lama lagi, mereka akan datang,” ajak Zang Wei.
Yi Lang pun mengangguk dan langsung mengikuti Zang Wei dari belakang.
...
Tap tap..!!
Sesuai dugaan Zang Wei, 3 jam setelah kepergian Zang Wei dan Yi Lang, kini terlihat beberapa sosok berjubah merah muncul di hamparan yang tidak terlalu luas.
__ADS_1
“Hemm..!! Di sini juga tidak ada tanda-tanda dari mereka,” ucap salah satu sosok pemuda tampan dan memiliki rambut merah terang.
Tap tap..!!
“Apa kita perlu berpencar lagi Tuan muda?” Tanya salah satu pria tua yang terlihat sangar dan juga yang terkuat dari mereka semua.
Pemuda berambut merah yang bernama Xiao Yuan pun melirik ke arah pria tua tersebut.
“Jangan, jika kita berpencar, aku takut akan ada serangan kejutan nantinya, itu akan membuat kita bisa terbunuh jika orang-orang yang menyerang kita memiliki jumlah puluhan bahkan ratusan.” Balas Xiao Yuan.
“Lalu apa langkah kita selanjutnya Tuan muda?” Tanya pria tua yang bernama Xiao Heng.
“Menurut informasi yang kita dapat di kota Janghu, ada sosok pria bertopeng yang memancing mereka semua kesini. Tapi aku tidak yakin jika mereka semua bisa mati. Mungkin saja saat ini mereka semua telah kembali ke tempat mereka masing-masing.” Sambung Xiao Heng sambil mengusap-usap janggutnya.
“Hemm..!! Itulah yang membuatku bingung, apa Informasi yang ada di kota Janghu itu dapat di percaya? Mungkin saja mereka hanya penjual informasi palsu, karena mereka baru-baru ini membangun organisasi di sana,” ucap Xiao Yuan meragukan informasi yang mereka dapat dari Asosiasi Bunga Malam.
Xiao Heng yang melihat Tuan mudanya ragu, langsung tersenyum tipis.
“Jangan ragu dengan mereka Tuan muda, karena pemimpin bagian informasi dari Asosiasi Bunga Malam adalah mantan Pemimpin Menara Informasi, Topeng Emas dan Topeng Harimau.” Ucap Xiao Heng yang langsung membuat Xiao Yuan terkejut.
“Eeh,, pantas saja keberadaan mereka seperti di telan alam, aku tak menyangka jika mereka membuat sebuah Asosiasi,” ucap Xiao Yuan.
“Jika begitu, periksa lebih rinci lagi semua area sekitar, jika kalian menemukan hal yang mencurigakan sekecil apapun, beritahu aku, walau Xiao Lang hanyalah seorang Patriak Cabang, ia masihlah anggota klan kita. Jadi jangan kembali sebelum mendapatkan jejak dari mereka.” Ucap Xiao Yuan yang kini melirik ke arah anggota Klan Xiao Pusat.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1