Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Bertemu Dengan Saudari Ibunya Zang Wei


__ADS_3

“Kau kira aku tidak melihat gerak gerik mu,” ejek Assasint no 11 yang kini memasang ekspresi selamat tinggal.


Slash..!! Crash..!!


Bruk..!!


...


“I..Ini.”


Terdengar suara dari Zang Su bersama keempat Assasint topeng merah di saat melihat kepala Assasint yang tadi ingin membunuh Zang Su, kini terputus dan menggelinding melewati kaki Zang Su.


Bahkan Zang Su sampai detik ini terlihat tidak percaya, kini Zang Su hanya bisa menutup mulutnya.


Pasalnya ia cukup tahu kekuatan dari Assasint topeng merah yang tidak mungkin bisa di bunuh layaknya lalat.


Cukup lama Zang Su membeku, ia pun kini melirik ke segala arah untuk mencoba siapa orang yang bisa membunuh Assasint topeng merah.


Tap tap..!!


Di saat yang bersamaan, terlihat Zang Wei menapakkan kakinya di salah satu pucuk pohon.


“I..Ini, apa dia saudara Ibuku?” Gumam Zang Wei yang saat ini terlihat cukup terkejut, namun ia tidak memperlihatkan ekspresi terkejutnya, dan hanya memperlihatkan tatapan datar.


...


“Siapa kau?” Teriak salah satu Assasint topeng merah.


Di saat Zang Wei sedang mengidentifikasi Zang Su, seketika terdengar suara yang lantang.


“Hemm..!! Bagaimana bisa kalian semua begitu lemah, hanya dengan ayunan tanganku, rekan kalian langsung mati tanpa adanya perlawanan.” Ucap Zang Wei terdengar menghela nafas.


“Awalnya aku mengira akan ada perlawanan, tapi ekspetasiku terlalu tinggi,” sambung Zang Wei yang terlihat bergerak ke tempat dimana salah satu topeng merah berada.


Dret..!!

__ADS_1


Sret..!!


Argh..!!


Tepat di saat Zang Wei muncul, ia langsung mencekik leher Assasint tersebut.


Bom..!!


Hanya dengan mengalirkan sedikit energinya, Zang Wei pun langsung meledakkan kepala Assasint yang ia cekik.


“Dua,” ucap Zang Wei melirik ke arah target selanjutnya.


Mata Assasint yang di tatap langsung membeku, dengan cepat ia langsung waspada, lantaran sadar musuhnya sangat kuat.


Bom..!!


Tapi baru saja ia mencoba untuk memasang kuda-kuda, kepalanya langsung meledak tanpa tahu kapan Zang Wei menyerangnya.


Bom bom bom..!!


Tak berselang lama, sisa kedua Assasint topeng merah pun langsung Zang Wei bunuh dan hanya menyisakan para bawahannya saja.


Tap tap..!!


Sring..!!


Bruk bruk bruk..!!


Hanya dengan menggerakkan jarinya, pembantaian sepihak langsung terlihat jelas.


Ribuan benang energi yang Zang Wei pasang kini terlihat berlumuran darah di saat memotong setiap tubuh para Assasint yang lewat.


...


Zang Su yang melihat itu, hanya bisa membelu di tempat, apa yang ia lihat seolah bagaikan mimpi baginya.

__ADS_1


Plak..!!


Hingga tanpa sadar Zang Su mencoba menampar pipinya sendiri.


“I..Ini benar-benar sakit, itu artinya ini nyata,” ucap Zang Su yang tanpa sadar mulai meneteskan air matanya dan jatuh berlutut.


Bruk..!!


...


Zang Wei yang melihat sosok yang mirip Ibunya, namun lebih muda, di sertai ia merakan jejak esensi darah yang sama seperti Ibunya, kini mulai menghampiri Zang Su.


Tap tap..!!


“Apakah aku boleh bertanya?” Tanya Zang Wei berdiri di depan Zang Su.


“Apa kau memiliki hubungan dengan Zang Nian?” Sambung Zang Wei yang kini melirik Zang Su.


Zang Su yang mendengar nama kakaknya, tubuhnya pun langsung bergetar hebat.


Menyadari itu, Zang Wei pun langsung mengatakan jika Zang Nian adalah Ibunya dan ia juga mengatakan jika ia tidak tahu jika ibunya memiliki seorang saudari, jika memang benar Zang Su adalah saudarinya.


Zang Su yang mendengar penjelasan Zang Wei pun hanya bisa diam dan mencoba mencerna ucapan Zang Wei.


Cukup lama Zang Wei diam, Zang Su pun mulai bangkit.


“Apa memang benar Jie-Jie Nian masih hidup?” Tanya Zang Su mencoba memastikan.


Zang Wei pun mengangguk sebagai jawaban.


“Hemm,, Saat ini ibuku masih hidup dan sangat sehat di suatu tempat, Buktinya adalah aku ini putra pertamanya.” Jawab Zang Wei yang mencoba meyakinkan Zang Su.


“Ta..Tapi kan pada saat itu Jie-Jie sedang di kejar oleh klan Lu, dan pada saat itu aku juga mendengar jika Jie-jie mati di bunuh bersama suaminya.” Ucap Zang Su yang masih tidak terlalu yakin.


Zang Wei yang kini sudah melihat sedikit data milik Zang Su melalui Mata Semesta, langsung tersenyum tipis.

__ADS_1


Blush..!!


“Terimalah ingatan ini Bibi Su, aku yakin kau pasti akan langsung percaya setelah melihatnya.” Ucap Zang Wei mengulurkan tangannya yang telah di selimuti cahaya bewarna Ungu.


__ADS_2