Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Tahanan Tersembunyi Yang Berasal Dari Benua Tengah


__ADS_3

“Dasar budak tak tahu diri, awas saja kau setelah pekerjaanmu selesai, akan ku buat kau sadar siapa diriku ini,” gumam sang penjaga yang terlihat merencanakan sesuatu setelah Zang Wei selesai membawa hasil tambang ke gudang.


...


Malam hari.


Zang Wei yang telah kembali ke dalam sel para tahanan bersama para tahanan lainnya, kini ia terlihat mulai bangkit tepat setelah para tahanan mulai terlelap.


“Hemm..!! Aku rasa tak lama lagi ia akan datang,” gumam Zang Wei yang melangkah menuju pintu sel tertutup.


Tempat Zang Wei di tahan adalah sebuah tambang kosong tertutup, bahkan pintunya pun tertutup dan terbuat dari besi baja yang tidak bisa di hancurkan oleh ahli sekuat Prajurit Tingkat 5 Ahir.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Bersamaan dengan sampainya Zang Wei ke pintu sel, pintu tersebut langsung terbuka.


Zang Wei yang sudah memperhitungkan ini, tangannya langsung menjulur dari balik pintu dan mencekik leher penjaga yang tadi menjaganya dan mengarahkannya menuju gudang.


Sret..!! Krak krak..!!


Urgghh..!!


Penjaga yang tiba-tiba di cekik lehernya, seketika terkejut dan mencoba memberontak. Tapi sekuat apapun usahanya, ia tidak bisa melawan kekuatan tangan Zang Wei dan akhirnya meregang nyawa setelah lehernya patah.


Sret..!!


Zang Wei yang melihat penjaga tersebut mati, kini mengebiri jubah penjaga tersebut dan menggantinya dengan jubah lusuh, selain itu Zang Wei langsung menguliti wajahnya, agar ia bisa menggunakan topeng kulit dan menyamar sebagai penjaga.

__ADS_1


“Selesai, sekarang tinggal menyamarkan mayat penjaga ini,” gumam Zang Wei yang terlihat merogoh kantong penyimpanannya yang ia simpan di balik jubah milik penjaga yang ia bunuh.


Sret sret..!!


“Ketemu,” gumam Zang Wei melihat sebuah topeng kulit yang terbuat dari kulit binatang buas.


“Beruntung aku pernah menyuruh Liu Fei membuatkan aku topeng kulit yang mirip dengan wajahku, kini topeng tersebut ada gunanya juga,” ucap Zang Wei sambil melirik mayat penjaga yang Zang Wei bunuh.


Sret..!!


Tanpa basa basi Zang Wei langsung memasang topeng kulit tersebut.


“Selesai, sekarang saatnya keluar,” gumam Zang Wei terlihat melangkah keluar.


...


Tap tap..!!


Kini Zang Wei berdiri tepat di depan sebuah gua, di dalam gua tersebut tempat para tahanan menambang Batu Kristal Warna Warni.


“Hemm..!! Pirasatku mengatakan ada sesuatu selain Batu Kristal Warna Warni di dalam sana, makanya para penjaganya tidak membiarkan para tahanan rendahan masuk, dan hanya beberapa tahanan tertentu saja yang boleh masuk ke dalam sana.” Gumam Zang Wei dalam hati dan terdiam sesaat.


“Itupun para tahanan tersebut harus ahli bela diri tingkat tinggi, dan dari yang aku lihat tadi pagi, rata-rata mereka memiliki sebuah segel budak di kening mereka.” Sambung Zang Wei.


Tap tap..!!


“Berhenti.”


Tepat di saat Zang Wei akan melangkah masuk, sebuah teriakan terdengar menyuruh Zang Wei berhenti.

__ADS_1


Sontak Zang Wei membalik badan ke arah samping untuk melihat siapa yang menghentikannya.


“Hemm..!! Jadi itu kau Jin Ha, aku kira siapa tadi,” ucap sosok pria paruh baya yang terlihat berumur 40 tahunan.


“Memang ada apa Jin Ma Ling? Apa aku harus memberitahumu jika aku ingin masuk ke dalam sana?” Tanya Zang Wei dengan dengusan kecil.


“Hehe,, maafkan aku saudara Ha, tadi aku melihatmu pergi menuju tambang kosong tempat para tahanan di tahan, jadi aku tidak mengira kau akan berada di sini secepat itu. Makanya tadi aku menghentikanmu.” Ucap Ma Ling sambil menggaruk kepalanya.


Jin Ma Ling atau biasa di panggil Ma Ling, memiliki pangkat yang lebih rendah dari Jin Ha, jadi wajah ia terlihat hormat kepada Jin Ha saat ini.


“Hem..!! Sudahlah, aku akan masuk, apa kau ingin ikut?” Ucap Zang Wei mengangguk ringan dan bertanya kepada Ma Ling.


Ma Ling pun terdiam sesaat, setelah berpikir beberapa detik, ia mengangguk ringan.


“Baiklah, karena saat ini aku hanya berjaga di depan pintu tambang, tidak ada salahnya aku masuk untuk mengecek apakah para tahanan yang berasal dari Benua Tengah itu masih melakukan pekerjaan mereka tanpa henti. Karena jika mereka istirahat sebelum waktunya, maka target pengiriman kita akan menurun dan itu akan membuat kita terkena hukuman.” Ucap Ma Ling mengangguk santai.


Zang Wei yang mendengar ucapan juniornya, seketika memasang ekspresi terkejut, tapi dengan cepat ia mengubah ekspresinya kembali seperti semula.


“Jadi itu yang mereka sembunyikan, para Tahanan yang berasal dari Benua Tengah,” gumam Zang Wei dalam hati sambil menyeringai tipis.


“Mereka pasti menjaganya dengan hati-hati. Karena mereka takut jika para tahanan dari Benua Tengah ini memberontak atau melakukan perlawanan, jadi mereka memaksanya bekerja tanpa henti, agar tenaga mereka melemah.” Sambung Zang Wei yang terlihat memiliki sebuah rencana tambahan dan tak terduga saat ini.


Tap tap..!!


Sambil melangkah, terlihat Zang Wei menyeringai lebar dan tak sabar melihat wajah-wajah para tahanan Benua Tengah.


“Khehe,, semoga mereka sesuai harapanku dan mau di ajak bekerjasama. Yah, walau tidak mau pun, mereka tetap akan mengikuti perintahku lantaran tidak punya pilihan lain.” Kekeh Zang Wei yang langsung membuat Ma Ling sampai berkeringat dingin di saat melihat seringai lebar Seniornya.


Glek..!! Urgh..!!

__ADS_1


__ADS_2