
Topeng Hitam seketika terdiam, dalam hatinya ia sedikit ragu-ragu, tapi pada akhirnya ia menjelaskan semuanya kepada Zang Wei. Lantaran merasa Zang Wei adalah sosok pemuda baik yang selalu menepati janjinya.
***
“Jadi begitu, ada seseorang yang datang kesini mengincarku dan kau bilang ia adalah Murid dari Master Sekte Harimau Hitam?” Tanya Zang Wei yang telah mendengar semua cerita dari Topeng Hitam.
Topeng hitam pun langsung mengangguk membenarnya.
Zang Wei yang melihat jawaban Topeng Hitam langsung menyeringai lebar.
“Hehe,, aku tak menyangka ia datang menyerahkan nyawanya sendiri,” kekeh Zang Wei dengan tawa menyeramkan, yang membuat Topeng Hitam merinding.
Tapi dengan cepat Zang Wei mengubah ekspresinya menjadi biasa.
“Baiklah, kau bisa kembali dan beritahu Topeng Harimau jika aku akan tidak akan ke pusat dan mencoba menghindari Murid Sekte Harimau Hitam itu,” ucap Zang Wei melirik ke arah Topeng Hitam.
Topeng Hitam pun sedikit terkejut, entah mengapa ia sedikit merasakan adanya yang janggal saat ini.
Karena sepengetahuannya, Zang Wei ini menurutnya cukup angkuh dan tidak ingin di kendalikan, bahkan oleh Menara Informasi sekalipun.
Buktinya adalah, saat Zang Wei melakukan bisnis dengan Topeng Harimau, saat itu ia melihat Zang Wei sangat mendominasi.
...
Bukk..!!
“Kenapa kau diam?” Tanya Zang Wei menepuk pundak Topeng Hitam.
Topeng Hitam pun tersadar dari lamunannya dan langsung meminta izin untuk kembali ke cabangnya atau dapat di katakan saat ini menjadi Markas utamanya.
***
Tap tap..!!
Zang Wei yang juga kembali bersama adiknya, kini melangkah masuk ke dalam Rumah obat.
Terlihat saat Zang Wei memasuki ruangan tempat ibunya di rawat, Lu Bei dengan sabar menunggu di samping ranjang Zang Nian di rawat.
“Paman, istirahatlah di pengeniapan, biarkan Wei'er yang menjaga ibu di sini,” ucap Zang Wei yang tahu jika pamannya lelah.
“Oh ya, Wei'er juga menitip Tian'er, ia terlihat sudah terlelap.” Sambung Zang Wei memberikan adiknya sebagai alasan, agar pamannya mau pergi istirahat.
Sontak Lu Bei yang pada awalnya ingin menolak pun meraih keponakan terkecilnya.
__ADS_1
“Apa kau yakin tak apa-apa seorang diri menjaga Ibumu?” Tanya Lu Bei melirik Zang Wei.
“Hemm..!! Wei'er saat ini jauh lebih kuat dari paman, dengan kekuatan Wei'er saat ini, tidak tidur selama 1 minggu pun tidak membuat Wei'er kenapa-napa.” Jawab Zang Wei mengangguk di sertai mengeluarkan senyuman hangat.
Lu Bei yang melihat senyum tulus keponakannya pun sedikit tersentuh.
Ia juga kini yakin jika keponakannya benar-benar telah dewasa dalam berpikir, walau usianya hanya 15 tahun.
Dalam pikiran Lu Bei saat ini, ia teringat akan masa lalu Ayah dan Ibu Zang Wei, termasuk masa lalunya, hingga mereka bisa di tempat ini.
“Apa sudah waktunya aku menceritakan tentang siapa sebenarnya ayah dan Ibu Wei'er?” Gumam Lu Bei dalam hati.
Cukup lama Lu Bei menerung yang membuat Zang Wei heran.
Karena penasaran, Zang Wei pun langsung penasaran dengan data dari pamannya, dan entah kenapa ia juga bisa berpikir untuk ingin melihat data pamannya saat ini.
“Status,” gumam Zang Wei dalam hati.
Tak lama, muncul data dari Lu Bei yang membuat Zang Wei terdiam dengan mata melebar.
“I..Ini,” ucap Zang Wei yang langsung membuat Lu Bei tersadar.
Apa yang Zang Wei lihat adalah.
Umur : 70 Tahun
Level : Prajurit Tingkat 1 Awal, kondisi Cidera ( Kekuatan Asli Prajurit Tingkat 7 Puncak )
Daya Tempur : 60% ( 410% )
...
“Ada apa Wei'er, apakah ada penyusup?” Tanya Lu Bei yang kini melihat area sekitar, tapi ia merasakan tidak ada sesuatu yang mencurigakan, sehingga ia kembali melihat keponakannya.
Zang Wei yang masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, kini menatap pamannya dengan tatapan berbeda.
“Siapa paman yang sebenarnya dan siapa ayah Wei'er yang sesungguhnya?” Tanya Zang Wei dengan nada serius.
Mendengar pertanyaan Zang Wei, sontak membuat Lu Bei terkejut.
“Da..Dari mana kau tahu Wei'er?” Tanya Lu Bei sembari melebarkan matanya.
Tapi tak lama, Lu Bei kembali tenang, karena ia memang tidak bisa menyembunyikan identitas ayah dan ibu Zang Wei yang sesungguhnya. Terlebih lagi Lu Bei juga berencana untuk memberitahu keponakannya.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Duduklah Wei'er, paman akan menceritakan semuanya,” ucap Lu Bei sembari melangkah ke meja yang ada di jendela.
...
Setelah Zang Wei dan Lu Bei duduk, kini Lu Bei menatap ke arah jendela sembari menarik nafas.
Huuff..!!
“Ayahmu dulu adalah seorang Tuan muda dari klan Lu di Benua Tengah, artinya dia adalah calon Patriak selanjutnya. Sementara paman, seorang Tetua klan yang paling lemah, sekaligus adik tiri dari ayahmu.” Ucap Lu Bei dengan nada tenang, pandangan Lu Bei pun mengarah ke keponakannya yang kini terlihat sangat tenang dan siap untuk menyimak tanpa memotong ucapannya.
Sontak Lu Bei pun melanjutkan. Jika pada saat itu ayah Zang Wei yang bersiap menghancurkan klan musuh bersama dirinya, itu terjadi 50 tahun yang lalu.
Dan klan yang akan ayah Zang Wei hancurkan adalah klan musuh, tak lain klan Zang.
Pada saat Lu Ye berhasil menghancurkan sebagian dari Klan Zang, di sanalah ia bertemu Zang Nian dan langsung membuatnya jatuh cinta.
Singkatnya, Lu Ye pun mengurungkan niatnya untuk menghancurkan Klan Zang, hal tersebut lah yang membuat terjadinya konflik di klan Lu.
Ayah Lu Ye, patriak Klan Lu yang mendambakan martabat serta kekuatan pun langsung menghukum Lu Ye dengan ingin membunuh Zang Nian.
Tapi Lu Ye menolak dan hasilnya Lu Ye melarikan diri bersama Zang Nian dengan bantuan yang di berikan Lu Bei.
Pada saat itu, Lu Bei yang tertangkap langsung di bunuh tanpa rasa iba oleh Patriak Klan Lu.
Tapi patriak klan Lu tidak tahu jika putranya Lu Bei masih hidup.
Tak lama setelah Patriak Klan Lu membunuh Lu Bei, ia berhasil menangkap Lu Ye dan Zang Nian.
Tapi karena Lu Ye adalah putra yang selalu membanggakan dan memberikan banyak kontribusi, alhasil Patriak klan Lu hanya menghancurkan dantian Lu Ye, yang langsung membuatnya menjadi manusia biasa.
Tapi yang parahnya adalah Zang Nian, entah apa yang di tanam di dantian Zang Nian yang membuat Zang Nian ikut menjadi manusia biasa dan sering merasakan rasa sakit di dadanya.
Hingga kini Lu Bei tidak mengetahui apa itu, bahkan sampai Zang Nian terbaring di ranjang, karena setahunya itu hanyalah Energi Iblis. Tapi anehnya energi Iblis bisa seperti ini.
***
1 Jam kemudian.
“Paman hanya bisa memohon untuk jangan membalas dendam, Ibu dan ayahmu juga tidak ingin kau membalas dendam, karena paman dan kedua orang tuamu tidak ingin kau terluka lantaran dendam tersebut.”
“Paman tidak ingin kehilangan orang-orang yang paman sayangi lagi. Dan satu hal lagi, kenapa ayahmu tidak memberikan marga Lu kepadamu karena ia tak ingin mencemari dirimu dengan nama klan kotor tersebut, alasan lebihnya hanya Ibumu yang tahu.” Ucap Lu Bei menutup ceritanya.
__ADS_1
Zang Wei yang telah mendengar cerita pamannya pun hanya diam saja sembari merenung sesaat, tapi tak lama, Zang Wei mengeluarkan seutas senyum hangat yang di perlihatkan kepada pamannya.