
Zang Wei pun mengangguk di sertai senyuman tipis. “Pergilah, ini bukan perpisahan terahir kita, jadi jangan sampai mati.” Ucap Zang Wei sambil mengayunkan tangannya tanda menyuruh para bawahannya bergerak.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Tepat setelah mendengar perintah Zang Wei, dengan cepat Patriak Xu dan yang lainnya melesat ke lorong utara, dimana jalur menuju laut berada di sana.
Sementara Zang Wei, saat ini masih berdiri di tempatnya bersama tetua Yan Chao, Yan Zhao dan Sing Zhao.
“Baiklah, ayo kita ke masuk terlebih dahulu,” ajak Zang Wei yang langsung di angguki oleh ketiga bawahannya.
Tap tap..!!
Setelah masuk ke mulut terowongan, kini langkah Zang Wei dan ketiga bawahannya terhenti.
“Apa anda yakin jika kita menutup lorong ini, mereka akan berpikir jika semua tahanan lari kesini, bukan ke lorong utara?” Tanya Tetua Yan Zhao yang terlihat sedikit ragu.
“Hemm..!! Jangan khawatir, karena Assasint bertopeng itu saat ini harus berhati-hati, maka ia pasti akan menganggap kita sengaja mengalihkan perhatian dengan sengaja membiarkan lorong Utara terbuka dan kita semua lari melalui lorong selatan.” Jawab Zang Wei di sertai senyum kecil.
“Lalu untuk menambah keyakinannya jika semua tahanan lari ke lorong selatan, tentu saja kita harus meninggalkan jejak kita di sini secara samar-samar.” Sambung Zang Wei.
Tetua Yan Zhao pun melebarkan matanya saat mendengar rencana Tuan mudanya. Bukan hanya Yan Zhao saja, terlihat Yan Chao dan Sing Zhao juga terlihat mata mereka bersinar cerah.
“Anda sungguh luar biasa mampu memikirkan hal serumit ini Tuan muda. Jika itu saya, maka saya akan lebih memilih berlatih agar bisa menjadi kuat, karena menurut saya, dengan kekuatan, kecerdasan itu tidak ada apa-apanya.” Ucap Yan Chao dan Yan Zhao serempak.
__ADS_1
“Tapi kini pandangan kami telah di buka oleh kecerdasan anda, saya merasa kecerdasan itu luar biasa. Apalagi kecerdasan tersebut di gabung dengan kekuatan, maka itu akan menjadi sangat mengerikan di mata musuh.” Sambung Yan Chao dan Yan Zhao.
“Hem hem..!! Pantas saja nama Ling'er sangat terkenal di masanya, padahal aku jauh lebih kuat darinya. Tapi ia lebih di takuti oleh para ahli bela diri dari pada diriku. Ternyata yang membuatnya di takuti itu karena kecerdasannya dalam membuat strategi.” Ucap Sing Zhao yang kini terlihat mengangguk-angguk.
Blush..!!
Di saat Zang Wei dan ketiga bawahannya berdiri, mereka seketika merasakan pancaran energi yang berasal dari lorong Timur.
“Mereka jauh lebih cepat dari perkiraan. Ayo cepat kita tutup lorong ini sebelum mereka benar-benar sampai,” ucap Zang Wei terlihat tenang, tapi sebenarnya ia sedikit khawatir jika Assasint bertopeng sampai sebelum lubang lorong tertutup sepenuhnya.
Sret sret..!!
Dengan cepat Zang Wei, Yan Chao, Yan Zhao dan Sing Zhao menyekop tumpukan tanah yang telah di siapkan untuk menutup lorong.
Duar..!!
Tepat setelah ilusi tercipta, suara ledakan terdengar keras, hingga mengguncang area sejauh 1km.
Zang Wei yang merasakan itu, kini yakin jika Assasint Bertopeng sebenarnya berada di Ranah Prajurit Tingkat 8 Awal, bukan di ranah Prajurit Tingkat 7 Ahir.
Ingin rasanya Zang Wei melihat data milik Assasint tersebut, tapi ia pasti akan ketahuan, karena saat ingin melihat data seseorang, Zang Wei harus mengalirkan energinya ke matanya dan Assasint bertopeng ini sangat sensitif dengan aliran energi sekecil apapun.
“Ayo kita buat jarak dengan mereka terlebih dahulu, sebelum mereka menyadarinya.” Ajak Zang Wei dan langsung di angguki oleh ketiga bawahannya.
__ADS_1
Wuss..!!
...
“Hemm..!! Tunggu, ada yang tidak beres di sini,” ucap Assasint bertopeng yang kini melihat area sekitarnya dan menghentikan ke 9 rekannya yang ingin pergi ke lorong Utara.
“Tempat ini terlalu rapi untuk ruang yang baru di gali.” Sambung Assasint Bertopeng.
Tap tap..!!
Assasint bertopeng pun langsung melangkah ke dekat dinding lorong selatan yang sudah di tutup, setelah sampai, ia pun berjongkok dan meraih tanah serta batu kristal yang ada di dekat kakinya.
“Hemm..!! Sesuai dugaan, aura mereka secara samar-samar ada di sini, bukan di sana. Itu artinya lorong itu hanyalah pengalihan,” gumam Assasint bertopeng yang kini memasang wajah penuh amarah, karena ia berhasil di tipu sekali.
“Kali ini aku tak akan tertipu untuk kedua kalinya,” gumam Assasint bertopeng sambil mencengkram erat kepalan tangannya.
Krak krak..!! Bam..!!
Tanpa sengaja Assasint bertopeng meninju dinding tempat dimana lorong selatan berada.
Hal tersebut langsung membuat Assasint bertopeng dan ke 9 rekannya melihat ke arah lorong tersebut.
“Sialan, kau tidak akan bisa lari lagi, akan ku cincang tubuhmu setelah aku menemukanmu,” teriak Assasint bertopeng di saat ia merasakan aura dari Zang Wei dan ketiga rekannya.
__ADS_1
Dret...!! Wuss wuss..!!