Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Zhao Hu vs Dua Manusia Setengah Iblis dan Memulai Provokasi


__ADS_3

“Ini masih awalannya saja, dan belum pantas di katakan berhasil, jangan bangga dulu sebelum kita benar-benar bisa membebaskan Topeng Emas,” ucap Zang Wei terdengar serius sembari menatap tajam ke arah kedua sosok yang berada di pos ketiga.


Terlihat saat ini di depan Zang Wei ada dua layar, kedua layar tersebut adalah data dari kedua sosok yang berjaga di pos.


Nama : Mo Hianzi ( Anggota Klan Mo di Benua Tengah )


Ras : Manusia Setengah Iblis


Umur : 120 Tahun


Level : Prajurit Tingkat 4 Awal


Daya Tempur : 80% ( 110% )


Kelemahan : Pertarungan Jarak Dekat


****


Nama : Mo Nanzi ( Anggota Klan Mo di Benua Tengah )


Ras : Manusia Setengah Iblis


Umur : 150 Tahun


Level : Prajurit Tingkat 4 Awal


Daya Tempur : 80% ( 110% )


Kelemahan : Pertarungan Jarak Jauh


***


“Hemm,, jadi mereka berasal dari Benua Tengah ya,” gumam Zang Wei dalam hati dan merasa semakin curiga jika keduanya ada kaitannya dengan Penetua ketiga yang asal usulnya belum di ketahui.


Bahkan Zang Wei kini mulai menebak jika memang benar Penetua Ke 3 memang benar berasal dari Benua Tengah, maka tujuannya mungkin saja menguasai Benua Barat ini, lalu ia berniat memulainya dengan menguasai Sekte Harimau Hitam.


Dan apa yang Zang Wei tebak memang benar adanya, namun Penetua ke 3 bukan dalang sebenarnya, lantaran Penetua ke 3 hanya di tugaskan saja untuk menguasai Sekte Harimau Hitam.


...

__ADS_1


Kini Zang Wei yang sudah melihat data musuh pun melirik ke arah Zhao Hu.


“Tuan Zhao, saat ini musuh berjumlah yang ada di sini berjumlah 3 orang, 2 di depan kita dan 1 di bangunan itu,” ucap Zang Wei terdiam sesaat.


“Apakah kau bisa melawan keduanya sekaligus? Lalu sisanya yang ada di dalam sana, serahkan kepadaku,” sambung Zang Wei melirik ke arah Zhao Hu.


Zhao yang yang memiliki kekuatan di Prajurit Tingkat 4 Ahir pun mengangguk santai. “Serahkan keduanya kepadaku, aku akan menyusul setelah mengalahkan mereka,” ucap Zhao Hu dengan nada yakin.


“Baiklah jika begitu, ayo,” ajak Zang Wei langsung melompat bersama Zhao Hu.


Wuss..!!


Tap tap..!!


...


Kedua penjaga pos ketiga yang tak lain Mo Hianzi dan Mo Nanzi, seketika bangkit dari tempat duduk mereka saat merasakan energi seseorang mendekat.


Wuss..!! Tap tap..!!


“Siapa kau?” Tanya Mo Hianzi menatap tajam Zhao Hu dan Zang Wei.


“Sudah jangan banyak tanya, langsung bunuh aja keduanya,” sambung Mo Nanzi yang kini melesat ke arah Zhao Hu.


Wuss..!!


Zhao Hu yang melihat musuh melesat ke arahnya pun langsung mengeluarkan Dagger kembarnya.


“Baiklah, serahkan mereka berdua kepadaku, langsung saja kesana,” ucap Zhao Hu yang terlihat tidak mau kalah dan langsung bergerak ke arah Mo Nanzi.


Zhao Hu yang sudah muncul dalam jarak 1 meter di depan Mo Nanzi pun langsung mengayunkan tangan kanannya.


Trank..!!


Sret..!!


Mo Nanzi yang terlihat ikut mengayunkan pedangnya, terlihat terseret mundur sejauh 3 meter.


“I..Ini,” gumam Mo Nanzi yang tak menyangka jika dirinya bisa kalah beradu senjata dalam jarak dekat.

__ADS_1


Wuss..!!


“Mati,” teriak Mo Hianzi mengayunkan tombaknya tepat setelah Mo Nanzi di pukul mundur.


Zhao Hu yang melihat musuh lainnya menerjang ke arahnya, dengan cepat menggeser badannya ke arah kiri dan langsung membalas dengan mengayunkan kaki kanannya ke perut Mo Hianzi.


Wung..!!


Bam..!!


Sret..!!


Saat Mo Hianzi terlempar, terlihat Mo Nanzi langsung menahan tubuh rekannya agar tidak menabrak dinding bangunan pos ketiga.


“Sialan, dia jauh lebih kuat dari kita,” ucap Mo Nanzi di saat ia merasakan bentrokan tadi.


“Heh,, walau begitu, dengan kerja sama gabungan kita, dia bisa apa,” dengus Mo Hianzi yang terbilang sangat meninggikan dirinya sendiri.


“Ayo bunuh dia dan kejar pemuda yang masuk ke tempat Tuan,” sambung Mo Hianzi dan di angguki Mo Nanzi.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Melihat kedua musuhnya kini bekerja sama menyerangnya, Zhao Hu langsung memasang kuda-kuda untuk siap menyerang juga.


***


Sementara di depan Bangunan yang mirip Mansion, terlihat Zang Wei berdiri di sana.


“Hemm..!! Aku merasakan adanya formasi di dalam sana, kini aku yakin jika di balik Bangunan inilah tempat gua tersebut,” gumam Zang Wei langsung melangkah masuk.


Wuss wuss..!!


Terlihat Zang Wei yang melesat, langsung menerjang pintu utama.


Bomm..!!


Tap tap..!!


Tepat setelah menghancurkan pintu utama, pandangan Zang Wei pun mengarah ke depan, dimana ada 10 wanita yang ketakutan, namun memaksakan diri melayani sosok pria tau botak.

__ADS_1


“Hemmm..!! Hei botak, apa lututmu masih kuat bergerak?” Tanya Zang Wei melirik ke arah Gu Wejian. “Bisa-bisanya pria tua kurus kerempeng seperti dirimu tak tahu malu memaksa para wanita untuk melampiaskan diri, lantaran tidak laku-laku,” sambung Zang Wei mengejek Gu Wejian.


Blush..!!


__ADS_2