
Dan memang itulah tujuan Zang Wei memperlihatkan sisi licik dan jahatnya, ia ingin mereka terbuka dalam menilai dirinya. Maka dengan begitu Zang Wei tahu mana yang berpura-pura setia, mana yang tidak.
***
Tap tap..!!
Tepat setelah Zang Wei selesai membahas rencana kedepannya bersama Zhao Yu dan Han Liu Sheng, muncul Assasint no 5 yang kini langsung berdiri di samping Zang Wei.
“Semua tetua dari Klan Besar dan Beberapa Ahli Bela diri ternama yang di Sewa oleh Para Bangsawan telah datang, saat ini mereka sedang berkumpul di sebuah bukit yang tak jauh dari perbatasan gerbang Barat kota Janghu.” Ucap Assasint no 5.
Mendengar itu, Zang Wei pun langsung bangkit dari tempat duduknya.
“Baiklah, kalian bisa kembali, karena aku saat ini ada pekerjaan dan tak bisa menemani kalian terlalu lama.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Zhao Yu dan Han Liu Sheng.
Zhao Yu dan Han Liu Sheng pun langsung mengangguk.
“Hem..!! Kami akan kembali sebentar lagi, karena saat ini aku ingin menemui Manager Cabang dan para Assasint yang libur kerja dan sedang berlatih. Mungkin saja aku bisa memberikan mereka beberapa masukan saat berlatih.” Ucap Zhao Yu yang terlihat ikut bangkit.
“Aku mendengar anda membeli budak yang sudah tidak mempunyai keluarga dan ingin anda jadikan seorang penjaga di cabang ini. Jadi aku ingin melihat mereka sebentar, siapa tahu aku bisa memberikan mereka teknik bela diri ku agar mereka ahli dalam pertarungan tangan kosong.” Sambung Han Liu Sheng.
Mendengar itu, langkah Zang Wei terhenti, ia pun membalik badannya dan melihat kedua bawahannya.
“Hati-hati, ada dua betina ganas di sana, jika kalian membuat kekacauan, kalian bisa di tendang keluar oleh mereka.” Ucap Zang Wei memperingati Zhao Yu dan Han Liu Sheng.
Tanpa melihat reaksi mereka berdua, Zang Wei kembali melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan tersebut.
Tap tap..!!
...
Sementara Zhao Yu dan Han Liu Sheng kini saling melirik dengan pandangan bingung.
“Hemm..!! Dua betina ya, setahuku, hanya 1 saja yang betina ganas, itupun dia selalu menempel di samping Tuan muda.” Ucap Zhao Yu terlihat memegang dagunya. “Lalu siapa betina satunya lagi?” Sambung Zhao Yu mulai memikirkan siapa wanita selain Mu Lan Jia.
__ADS_1
“Jika betina ganas yang di maksud Tuan muda adalah Mu Lan Jia, maka aku yakin bisa menanganinya, tapi yang satunya lagi saat ini masih jadi pertanyaan. Jadi kita lihat saja dari pada berpikir tak jelas di sini.” Ajak Han Liu Sheng yang sangat penasaran dan tak sabar untuk melihat siapa Betina ganas lainnya.
Tap tap..!!
Terlihat Zhao Yu dan Han Liu Sheng pun langsung melangkah menuju ruangan Manager Cabang Bunga Malam di Kota Janghu ini.
Tujuan mereka datang adalah untuk membahas penjualan properti apa saja yang laku dan juga bertanya dimana para Assasint serta bahawan baru di latih.
***
Sementara di bukit yang tak jauh dari Kota Janghu, saat ini beberapa sosok pria paruh baya berambut putih sedang berkumpul.
Pandangan mereka semua saling menatap dengan intens, karena ini pertama kalinya mereka bertemu dan menjadi sekutu, biasanya mereka bermusuhan.
“Hahaha,, sudah lama ya Tetua Cang, aku tak menyangka tubuh tuamu itu semakin hari semakin kerempeng,” sapa Tetua Xiao melirik ke arah Tetua Cang.
“Haha,, lihat dirimu, kemana jenggot putih yang selalu kau jaga? Apa jenggotmu kebakaran makanya hilang.” Balas Tetua Xiao dengan tawa bahagia.
Tap tap..!!
...
Melihat Tetua Xiao dan Tetua Cang kini berhadapan serta saling mengintimidasi, beberapa tetua yang awalnya saling menatap kepada musuh mereka, mulai melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan tetua Xiao dan tetua Cang.
Di saat bukit yang menjadi pertemuan para ahli bela diri tingkat tinggi mulai panas, terlihat sosok tetua Wang dan seorang ahli bela diri bayaran muncul.
Tap tap..!!
“Hoho,, pertemuan yang menegangkan,” ucap Tetua Wang tersenyum lebar sambil mengeluarkan auranya.
Blush..!!
Melihat Tetua Wang sengaja memprovokasi mereka, para tetua dari klan besar dan ahli bela diri bayaran tentu saja tak terima.
__ADS_1
Karena jika mereka diam saja saat di provokasi, reputasi mereka akan rusak, begitulah pendapat mereka.
“Dasar tua bangka, berani sekali kau mengeluarkan auramu di depanku, apa kau ingin bertarung hah.” Teriak tetua Xiao dan tetua Cang serempak, di sertai mengarahkan aura mereka kepada tetua Wang.
Blush..!!
“Hoo,, apa kalian lupa saat kalian muda aku telah menghajar kalian habis-habisan di turnamen.” Ejek tetua Wang dan terlihat tak takut kepada kedua tetua klan Besar walau mereka bergabung menyerangnya.
Wajah tetua Xiao dan tetua Cang seketika memerah, dengan cepat mereka melesat ke arah tetua Wang dengan senjata di acungkan ke arah tetua Wang.
Wuss wuss..!!
“Mati kau,” teriak tetua Xiao dan tetua Cang kini mengayunkan pedang mereka ke arah titik buta tetua Wang.
Slash..!!
Trank..!!
Namun, saat kedua pedang tetua Xiao dan tetua Cang sudah berjarak setengah meter dari tempat tetua Wang berdiri, muncul ahli bela diri bayaran yang di sewa oleh tetua Wang, ia terlihat menahan kedua serangan tersebut sekaligus.
“Tahan emosi kalian, saat ini kita menjadi sekutu, tidak baik menyerang satu sama lain.” Ucap sosok ahli bela diri bayaran yang tak lain Serigala Bayangan.
Entah sejak kapan ia membaur dengan tetua Wang dan berakhir menjadi Ahli Bela Diri Bayaran. Yang pasti, itu sudah bagian dari rencana Zang Wei.
Yi Lang juga sangat menikmati perannya dalam menjadi seorang Pion Zang Wei.
...
“Ka..Kau, bukankan kau Serigala Bayangan yang menjadi dalang matinya para Patriak Cabang,” teriak Tetua Xiao dan Tetua Cang melihat Serigala Bayangan dengan tatapan bengis. Tanpa basa basi, mereka pun terlihat hendak menyerang Yi Lang.
“Tunggu dulu, ada kesalah pahaman di sini. Bukan aku dalangnya, tapi aku juga seorang korban dari sosok yang menjadi dalang matinya para patriak Cabang.” Teriak Yi Lang sambil menjatuhkan senjatanya, agar para tetua mengurungkan niatnya mereka menyerangnya dan mendengar penjelasannya.
Trank trank..!!
__ADS_1