
“Sudah terima saja, toh kalian berdua sangat cocok, memiliki otot-otot besar,” celetuk Sing Mei sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan, agar tawanya tidak terlalu jelas.
Wuss..!! Tap tap..!!
“Apa semuanya sudah berkumpul?”
Terlihat seorang pemuda muncul dengan pedang tersarung di pinggangnya, ia tak lain Huang Xen.
Bukan hanya Huang Xen saja yang datang, melainkan semua para Naga dan Phoenix lainnya, seperti Long Qei, Ling Chen, Ling Mui dan terahir, sosok wanita yang pernah bertemu dengan Zang Wei di masa lalu, Lin Jia.
Terlihat hanya Lin Jia yang mengenakan tudung dan penutup wajah, sehingga tidak ada yang mengenali wajahnya serta bagaimana penampilan aslinya.
...
Melihat yang lain telah berkumpul, terlihat Long Qei, yang di anggap Naga terbaik langsung melirik Xing Ji.
Paham akan lirikan Long Qei, Xing Ji pun langsung melambaikan tangannya.
Blush..!!
“Kalian duduklah, karena ruangan ini sudah aku buat menjadi kedap suara. Jadi, waktunya membahas mengapa kita semua di kumpulkan oleh Yang Mulia Raja,” ucap Xing Ji dengan nada datar.
Mendengar itu, para Naga dan Phoenix yang duduk di tempat mereka masing-masing, terlihat langsung mendekat satu sama lain dan membentuk sebuah meja panjang.
...
“Hehe,, ini Tugas pertama kita dari Yang Mulia setelah menjadi Naga dan Phoenix, jadi aku tidak sabar untuk melihat apa tugas tersebut,” celetuk Xio Dong yang terlihat sangat bersemangat.
“Hemm..!! Aku juga tidak sabar, apa isi perintah tersebut, apakah isinya adalah melawan musuh di perbatasan Benua. Jika itu benar, maka mimpiku selama ini bisa terwujud.” Sambung Ling Chen sambil mencengkram erat tombaknya.
“Hemuh,, kalian para laki-laki selalu tidak sabaran,” dengus Sing Mei.
__ADS_1
“Setidaknya kita lihat dulu apa isi perintah tersebut, jika itu membahayakan nyawa kita, maka akan lebih baik kita mendiskusikannya terlebih dahulu kepada klan kita masing-masing.” Sambung Sing Mei yang terlihat tidak terlalu mau mengambil resiko besar.
...
Terlihat perdebatan mulai terdengar dari para Naga dan Phoenix.
Dari ke 10 Naga dan Phoenix, hanya Long Qei, Xing Ji dan Lin Jia saja yang diam.
“Ehem,, dari pada berdebat, akan lebih baik kita buka apa perintah Yang Mulia, apakah ada yang keberatan?” Tanya Long Qei yang terlihat mulai angkat suara, lantaran sudah tidak tahan mendengar ocehan para rekannya.
Mendengar itu, para Naga / Phoenix pun langsung setuju.
Dret..!!
Tanpa basa basi, Long Qei pun langsung membuka gulungan yang masih tersegel lambang Kerajaan Bintang.
Blush..!!
Bersamaan dengan terbukanya segel gulungan, terlihat muncul sebuah tulisan yang terbenbuk dari formasi muncul di udara.
Selain itu, para Naga / Phoenix juga di tugaskan mencari para penduduk kota Zuan yang berhasil selamat, karena menurut Raja serta para pelindung Kerajaan, semua penduduknya selamat, lantaran tidak di temukan mayat, selain mayat Penguasa kota serta para bawahannya.
Bukan itu saja, di dalam surat perintah tersebut, ada juga beberapa informasi yang di berikan kepada para Naga / Phoenix, itu di berikan agar bisa memudahkan dari mana mencari petunjuk.
Lalu jika mereka menemukannya jejaknya, mereka di larang bertindak sendiri, karena menurut Raja, orang yang menghancurkan Kota memiliki kekuatan setara dengan Raja atau para Pelindung Kerajaan.
***
Tap tap..!!
Di saat para Naga dan Phoenix berkumpul untuk melihat perintah dari Raja Kerajaan Bintang.
__ADS_1
Terlihat Zang Wei yang kini sudah berada di Ibukota melangkahkan kakinya dengan wajah kesal.
“Senior, kenapa kau sangat ngotot mengikutiku? Bukankah masalah kita sudah selesai, dan aku juga tidak akan pernah mau mengajarimu teknikku. Jadi kembalilah ke tempatmu,” dengus Zang Wei yang terlihat berhenti dan membalik badannya untuk memberitahu Sang penjaga Benua Barat Feng Wui.
Feng Wui yang sudah mendengar ucapan Zang Weu yang menolaknya puluhan kali, terlihat santai saja.
“Hoho,, nak, kita itu kan memiliki musuh yang sama, jadi apa salahnya kau mengajariku teknikmu itu, aku ingin mempelajarinya untuk melawan-”
“Aku tidak peduli senior, jadi kembilah dan berhenti mengangguku.” Potong Zang Wei yang kembali melangkah kakinya.
Tap tap..!!
Melihat Zang Wei menjauh, dengan cepat Feng Wui mengikutinya dan kembali berceloteh jika tidak akan menyerah, dan selalu mengulangi ucapannya yang tak lain, ia bisa menjadi pedang Zang Wei, pelindungnya, dan bla bla bla.
...
Tap..!!
Setelah masuk cukup jauh ke dalam Ibukota, kini langkah Zang Wei terhenti di depan sebuah Penginapan yang memiliki rumah makan.
Terlihat penginapan tersebut sangat besar dan bertulis Bunga Malam tepat di atas pintu masuknya.
“Silahkah masuk Tuan, dan Tuan muda.” Ucap sang penjaga pintu yang sigap menyambut seorang pelanggan dengan ramah dan dari sikap mereka, mereka tidak memandang status, yang artinya mereka di ajarkan untuk menyetarakan semua pelanggan.
Zang Wei yang melihat penjaga gerbang tersebut pun langsung tersenyum hangat. “Aku tak menyangka jika paman Lu Bei sangat teliti dalam memilih orang untuk di pekerjakan. Jadinya aku tidak akan mempermasalahkan Bisnis ini lagi dengan adanya paman serta para kakak ku.” Gumam Zang Wei dalam hati, sambil melangkah masuk.
...
Setelah masuk ke dalam penginapan, Zang Wei langsung naik menuju lantai paling atas dan tak lupa ia menunjukkan sebuah token akses masuknya kepada para penjaga lantai, hingga akhirnya langkah Zang Wei terhenti di lantai ke 5 khusus ruangan para petinggi berdiskusi sambil menikmati makanan mereka.
Kini di depan Zang Wei ada sebuah meja yang di duduki oleh 2 orang berjubah putih.
__ADS_1
“Aku tak mengira jika selain kalian berdua, ada juga beberapa petinggi Kerajaan serta para Jenius yang di juluki Naga / Phoenix berada di lantai 5 ini,” ucap Zang Wei menyapa sambil melirik ke arah para Naga / Phoenix dan beberapa sosok penting Kerajaan yang sedang mengawasi para Naga / Phoenix.
Tap..!! Bruk..!!