
“Jadi,, tunggu apa lagi, cepat selamatkan Tuan Zang dan juga Jin Xuan.” Perintah Tetua Jin Gang yang terlihat sangat bersemangat.
Dret..!! Wuss wuss..!!
...
Tepat setelah mendengar perintah Tetua Jin Gang, dengan cepat para Assasint melesat ke arah para Ahli bela diri tingkat tinggi, yang tak lain para Bangsawan dan Patriak Klan Besar.
***
Sementara di tempat Wang Si, Jang Wo dan rekan-rekannya yang kini terus menerus menyerang Wang Zi tanpa henti, terlihat mulai mengeluarkan seutas senyum lebar di saat melihat Wen Zi mulai melemah.
Bukan hanya melemah saja, kini kondisi Wen Zi cukup kritis.
Tubuhnya saat ini bertelanjang dada, lantaran jubah yang ia kenakan sudah hancur akibat sayatan pedang musuh-musuhnya.
Bahkan luka di tubuh Wen Zi saat ini, luka-luka akibat sayatan tersebut mulai mengeluarkan cipratan darah secara perlahan.
Dret..!!
Slash..!!
Tepat di saat Wen Zi baru saja mundur dua langkah untuk menghindari bilah pedang dari salah satu Bangsawan, terlihat dari samping, Wang Si yang sudah menunggu momen yang sangat ia nanti-nantikan, kini langsung mengayunkan pedangnya ke pinggang Wen Zi.
“Haha,, kena kau sialan,” teriak Wang Si menyeringai lebar.
Slash..!!
”Mati,” teriak Wang Si di saat merasa ujung pedangnya sudah berjarak 5cm dari pinggang Wen Zi.
Wuss..!!
__ADS_1
Trank..!! Bam..!!
“I..Ini, siapa yang berani menggalkan seranganku hah,” teriak Wang Si yang langsung di penuhi amarah.
Pandangan Wang Si pun mengarah ke arah dari mana asal belati muncul.
“Ka..Kau, siapa kau berani ikut campur masalah kami hah. Apa kau tidak tahu siapa ak-”
Wuss..!! Trank..!!
Sebelum Wang Si menyelesaikan teriakan yang di arahkan ke sosok Assasint terkuat, sebilah belati kembali melesat ke kepala Wang Si. Namun beruntung Wang Si dengan sigap menyilang pedangnya untuk memental belati tersebut.
“I..Ini,” gumam Wang Si melototkan matanya di saat ia merasakan kekuatan dari lemparan belati sosok Assasint tersebut.
“Sangat kuat,” sambung Wang Si.
“Hati-hati kalian semua, mungkin dia rekan si bocah licik ini,” teriak Wang Si yang sadar jika tujuan para Assasint bermunculan ke sini, mungkin saja untuk menyelamatkan Wen Zi.
...
Jang Wo, para Bangsawan serta Patriak Klan Besar yang mendengar peringatan Wang Si pun langsung membalik badan mereka dan langsung mengarahkan senjata mereka ke arah para Assasint yang terus menerus bermunculan, hingga jumlah mereka terlihat mencapai kurang lebih 100.
“I..Ini, ini pasti jebakan bocah licik itu, ia sengaja membawa kita kesini agar bisa mengepung kita dan menguras kekayaan kita,” terdengar suara teriakan dari salah satu Bangsawan dan langsung menuduh secara sepihak.
Beberapa Bangsawan yang ikut panik pun mulai membenarkan tuduhan dari Bangsawan yang pertama kali menuduh.
“Benar, ini pasti jebakan yang sudah di atur sedemikian rupa dari jauh-jauh hari.”
“Sialan, kalian semua akan mati jika berani menyakiti atau menawan diriku, karena aku ini Dong Lu, seorang Bangsawan Kelas Menengah dari Kerajaan Tombak Langit.”
“Kalian para cecunguk, jangan berani-beraninya kalian menyentuhku, aku ini Patriak Cabang Klan Mha yang berasal dari Kerajaan Tombak Langit. Jika kalian menyentuhku seujung kuku saja, maka Klan Pusat akan langsung memburu serta membuat poster buronan terhadap kalian semua.”
__ADS_1
berbagai ancaman terdengar dari mulut para Bangsawan dan Patriak Klan.
Mereka mengira jika para Assasint akan takut setelah mendengar ancaman tersebut. Tapi nyatanya semua ancaman mereka hanya di anggap angin lalu, bahkan para Assasint kini terlihat saling melirik dan tak lama tertawa lucu.
Pfftt..!!
“Mereka ini benar-benar sesuai reputasi mereka, pengecut dan naif,” ucap salah satu Assasint yang langsung mencemoh dengan nada dingin.
“Jadi tunggu apalagi, habisi mereka semua, aku tak peduli dari mana mereka berasal serta apa status mereka. Karena jika jejaknya di hapus, tidak akan ada yang mencurigai kita dalangnya,” ucap Assasint terkuat sambil menjulurkan tangan kirinya ke arah depan.
Bersamaan dengan itu, Assasint terkuat langsung lenyap dari tempatnya berdiri dan muncul tepat di depan Wang Si yang berada di bagian belakang, atau tempat Wang Si berdiri tepat di samping kiri Wen Zi dalam jarak 3 meter.
Wuss wuss..!!
Assasint terkuat yang muncul di depan Wang Si pun langsung melempar 5 belati ke arah wajah, leher, lengan, jantung dan kaki Wang Si.
Wang Si yang melihat kelima belati mengarah ke seluruh tubuhnya, seketika terperanjat kaget.
“Sialan,” teriak Wang Si terlihat mencoba memutar pedangnya sambil menghindar ke arah kiri.
Trank trank trank..!!
Jlep..!!
Argh..!!
Walau berhasil menepis 3 belati milik Assasint terkuat, dua belati berhasil menancap di kaki dan pundak Wang Si yang tadinya hendak mengenai lehernya.
Bersamaan dengan itu, Assasint terkuat yang sebenarnya melempar belati hanya untuk pengalihan, kini ia muncul tepat di belakang Wang Si dan langsung mengayunkan kedua Daggernya ke leher Wang Si.
Slash Slash..!! Crash..!!
__ADS_1
Bruk..!!