Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kerjasama Yan Chao Serta Sing Zhao dalam Menahan Assasint Tingkat Tinggi


__ADS_3

Yan Zhao pun langsung mengangguk bahagia. “Hahaha,, jadi kesalamatan mereka ada di kecepatanku ya. Jika begitu, aku tidak akan mengecewakan tugas luar biasa yang Tuan muda berikan ini. Ayo naik ke punggungku Tuan muda.” Teriak Yan Zhao seperti orang kesurupan.


Zang Wei pun langsung mengangguk dan akan naik ke punggung Yan Zhao, namun sebelum ia benar-benar naik, terlihat Zang Wei melempar tongkatnya ke arah Yan Chao dan dua runcing yang biasa Zang Wei gunakan, ia berikan kepada Sing Zhao.


“Gunakan senjata itu, karena senjata tersebut tidak mudah hancur walau kalian mengalirkan energi kalian dalam jumlah besar sekalipun.” Ucap Zang Wei.


Dret..!! Wuss..!!


Dalam sekejap Yan Zhao menghilang setelah Zang Wei naik ke punggung Yan Zhao.


...


Yan Chao dan Sing Zhao yang melihat Tuan muda mereka telah pergi bersama Yan Zhao, kini membalik badan dan melihat ke beberapa siluet Assasint.


Sret..!!


“Apa kau sudah siap menebas tubuh mereka saudara Sing Zhao?” Tanya Sing Chao yang terlihat mengambil langkah bertahan.


“Tentu saja, walau dalam beberapa tahun aku tidak pernah lagi memegang senjata, jangan remehkan aku, karena akan ku penuhi senjata pemberian Tuan muda dengan darah mereka.” Balas Sing Zhao yang terlihat mengambil sikap kedua-kuda siap menyerang dan Sing Zhao saat ini berdiri tepat di belakang Yan Chao.


Brum brum..!! Wung..!!


Sementara dari arah Barat, terlihat 3 Assasint berjubah merah hampir sampai.


Di saat ketiga Assasint tersebut sudah melihat target mereka, terlihat mereka langsung mengayunkan tangan mereka ke arah depan.


Wuss wuss..!!


Puluhan belati seketika melesat mengarah ke Yan Chao dan Sing Zhao.


Melihat itu, Yan Chao pun langsung mengayunkan tinjunya yang telah ia lapisi Qi energi.


Blush..!!


Bom bom bom..!!

__ADS_1


Guncangan hebat pun terjadi di saat bentrokan puluhan belati dengan tinju milik Yan Chao.


Trank trank..!!


Walau Yan Chao terlihat menghentikan puluhan belati seorang diri, ada beberapa belati yang mampu melewati pertahanan Yan Chao dan langsung di hempaskan oleh Sing Zhao.


“Walau mereka satu Tingkat di bawah kita, tetap saja kita harus berhati-hati, karena saat ini kondisi kita sangat di rugikan.” Ucap Sing Zhao memperingati Yan Chao.


“Hoho,, tadi itu hanya pemanasan, kali ini aku akan sedikit serius,” kekeh Yan Chao yang langsung menekuk tangan kanannya layaknya sebuah pegas dan langsung mengayunkannya setelah ketiga Assasint muncul tepat di depannya.


Wung..!!


Salah satu dari ketiga Assasint yang sedikit lengah, seketika melototkan matanya di saat melihat kepalan tinju Yan Chao muncul tepat di depan wajahnya.


Dengan cepat Assasint tersebut berusaha menggerakkan badannya ke arah kiri, karena di sebelah kanannya ada dinding.


Bomm..!!


Duarr..!!


Tidak berhenti sampai di sana saja, tangan kiri Yan Chao yang masih belum ia ayunkan, kini dengan cepat terayun ke perut Assasint yang tadi berbenturan dengan rekannya yang ingin menghindari tinjunya.


Terlihat Assasint yang sudah waspada itu, langsung mengambil langkah mundur bersama rekannya.


Wuss wuss..!!


“Kena kau,” bisik Sing Zhao yang kini sudah menunggu di belakang kedua Assasint tersebut dan entah sejak kapan ia bergerak kesana, padahal, tadi ia berada di belakang Yan Chao.


Slash slash..!!


Crash..!!


Argh..!!


Kedua Assasint tersebut langsung terkena tebasan senjata Sing Zhao dan membuat keduanya terpental menuju Yan Chao.

__ADS_1


“Menunduk saudara Sing Zhao.” Teriak Yan Chao yang kini tinjunya sudah hampir mengenai kedua targetnya.


Bam..!! Krak krak..!!


Argh..!! Duarr..!!


Kedua Assasint tersebut langsung terhempas di sertai suara patah tulang terdengar renyah karena tidak bisa menahan tinju Yan Chao.


Tap tap..!!


Prok..!!


Tepat di saat Sing Zhao mendekati Yan Chao, mereka berdua langsung melakukan tos tanda kerjasama mereka sukses.


...


Tap tap..!!


Langkah assasint bertopeng terhenti di saat melihat ketiga rekannya terhempas ke arah dirinya.


“Hemm..!! Jadi mereka memanfaatkan kesempatan lorong kecil ini untuk menekan kami para Assasint. Sungguh strategi yang luar biasa.” Ucap Assasint bertopeng sambil mengarahkan pandangannya ke Yan Chao dan Sing Zhao.


“Kerjasama kalian lumayan juga, memanfaatkan asap hasil dari ledakan, dan langsung menyusup ke belakang musuh tanpa di sadari, setelah itu langsung memberikan serangan kejut. Kalian cukup menarik walau hanya sebagai pion sekali pakai.” Sambung assasint bertopeng.


Wuss wuss..!!


Para Assasint berjubah merah langsung mundur tepat setelah tangan assasint bertopeng memberikan kode untuk mundur. Terlihat ketiga Assasint yang Yan Chao serta Sing Zhao serang juga ikut mundur dan dalam kondisi baik, padahal tadi mereka bertiga di serang sekuat mungkin.


...


Yan Chao dan Sing Zhao yang melihat para Assasint mundur, serta melihat ketiga yang mereka serang masih baik-baik saja. Mereka langsung sadar jika jubah yang di pakai para Assasint adalah sebuah pelindung armor.


“Sial, jika aku menyadari itu dari tadi, mungkin aku akan fokus menyerang leher dan matanya.” Umpat Sing Zhao yang kini terlihat menyesal.


“Nanti saja marahnya, lebih baik kita fokus saat ini, karena musuh utama terlihat akan maju secara langsung tanpa mengikut sertakan bawahannya.” Ucap Yan Chao terdengar serius dan menghentikan ucapannya, karena ia melirik ke arah Sing Zhao.

__ADS_1


“Jadi, ini akan menjadi pertarungan hidup dan mati kita, apakah kau sudah siap saudara Sing Zhao?” Sambung Yan Chao yang langsung di sambut seringai lebar oleh Sing Zhao.


__ADS_2