
Ia pun langsung memusatkan aliran energinya ke kakinya dan menggunakan teknik Langkah Naga tahap kedua dan jauh lebih cepat dari yang biasa ia gunakan. “Jika kau ingin melawanku, maka akan ku tunggu di hutan,” ucap Zang Wei tersenyum ke arah sosok pria paruh baya.
Wuss..!!
Dalam sekejap Zang Wei melewati pria paruh baya yang tak lain pembunuh bayaran dan di juluki Serigala Bayangan.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan perginya Zang Wei, para Bangsawan dan patriak klan kini tiba di depan Serigala Bayangan.
“Apa-apaan kau ini, kenapa kau malah membiarkannya lewat begitu saja,” teriak Wang Si dan Patriak Xiao Lang yang di penuhi amarah.
“Sialan, apa kau ini benar-benar Serigala Bayangan hah, menghadang seorang bocah saja kau tidak mampu,” sambung Jang Wo sambil menunjuk ke wajah Serigala Bayangan.
Sementara Serigala Bayangan yang di cerca oleh orang-orang yang membayarnya, terlihat terdiam dengan tatapan mata kosong.
Saat ini Serigala Bayangan sedang melamun, karena ia sama sekali tidak bisa melihat kecepatan milik targetnya, itu artinya, targetnya ini jauh lebih cepat dari dirinya dan bisa jadi mampu membunuhnya dengan mudah, tapi targetnya ini tidak mau membunuhnya, lantaran ingin bermain-main.
Apa yang Serigala Bayangan pikirkan, memang ada benarnya. Zang Wei memang tidak ingin membunuh mereka semua, karena Zang Wei hanya ingin menggiringnya ke lubang Harimau, jadi energi mereka akan sangat berguna bagi Zang Wei nantinya di saat mereka melawan anggota klan Jin.
...
“Hei sialan, apa kau memang ingin di bayar hah, kenapa kau melamun saja saat di tanya,” teriak Patriak Cang yang kini menepuk pundak Serigala Bayangan.
Sontak Serigala Bayangan langsung tersadar dari lamunannya.
Tatapan mata Serigala Bayangan pun menatap tajam Patriak Cang. “Jangan sentuh aku, jika kau menyentuhku sekali lagi, akan ku potong tanganmu,” ucap Serigala Bayangan dengan nada dingin.
Tanpa banyak bicara, Serigala Bayangan langsung membalik badannya. “Oh ya, aku tidak butuh bayaran dari kalian lagi. Walau begitu, aku akan ikut mengejar pemuda bertopeng itu,” sambung Serigala Bayangan yang kini memiliki tujuan berbeda.
Wuss..!!
Dengan cepat Serigala Bayangan melesat ke arah hutan, di susul oleh para Bangsawan dan Patriak Klan besar lainnya.
__ADS_1
Wuss wuss..!!
***
Di saat Zang Wei melakukan tugasnya sebagai pengalih.
Wen Zi yang saat ini kembali ke Cabang Bunga Malam, terlihat sudah di tunggu oleh 2 anggota klan Jin.
Sebenarnya jumlah mereka ada 5, namun 3 bersembunyi sebagai Assasint.
Tap tap..!!
Langkah Wen Zi terhenti tepat di depan pintu masuk Cabang Bunga Malam.
“Apakah anda Tuan dari pemilik asosiasi Bunga Malam?” Tanya seorang pemuda berusia 30 tahunan dan mengenakan jubah bewarna oren.
Wen Zi pun mengangguk sambil tersenyum ramah.
Melihat sikap ramah Wen Zi, pemuda tersebut pun tidak mempermasalahkan sikapnya yang malah bertanya balik di saat ia bertanya.
“Ehem..!! Maaf jika saya lupa memperkenalkan diri, saya adalah Jin Xuan, putra dari pemimpin kota Janghu. Lalu dia adalah pengawal saya,” ucap Jin Xuan melipat tangan kanannya dan menaruhnya di dada, lalu sedikit membungkukkan badannya.
“Ah,, maafkan saya jika tidak bisa mengenali Tuan muda Jin, saya adalah Tuan Zang, pemilik dari Asosiasi Bunga Malam yang berpusat di Ibukota,” ucap Wen Zi memperkenalkan dirinya sebagai Tuan Zang.
Dengan cepat dan ramah Wen Zi juga mempersilahkan Jin Xuan untuk masuk ke cabang Bunga Malam.
Tapi Jin Xuan langsung menolak dan langsung memberitahu kedatangannya kesini untuk mengundang Wen Zi.
“Ah jadi begitu, lalu kapan saya bisa ke kediaman pemimpin kota?” Tanya Wen Zi.
“Sekarang Tuan Zang, karena saat ini, ayah saya sudah menunggu anda bersama salah satu tetua klan Jin,” jawab Jin Xuan.
Wen Zi pun langsung merenung dengan cara memegangi dagunya.
__ADS_1
“Hemm..!! Saya ingin mengingat-ingat terlebih dahulu, apakah saya memiliki janji di ibukota atau tidak Tuan. Karena saya itu selalu menepati janji jika sudah mengiyakan.” Ucap Wen Zi dengan nada ramah, agar Jin Xuan melihat Wen Zi ini memiliki kesan yang luar biasa.
Setelah 2 menit, Wen Zi pun melirik ke arah Jin Xuan.
“Kebetulan hari ini saya memiliki waktu luang hingga 2 hari mendatang, jadi saya bisa mengikuti anda saat ini.” Ucap Wen Zi.
Jin Xuan yang menunggu tanpa emosi, langsung tersenyum bahagia.
“Haha,, terimakasih Tuan Zang, jika begitu, izinkan saya yang mengantar anda ke rumah ayah saya,” ucap Jin Xuan.
Prok prok..!!
Tepat setelah Jin Xuan bertepuk tangan, terlihat sebuah kereta kuda yang sangat mewah datang dari pusat kota dan di kelilingi oleh pasukan kota.
“Silahkan masuk Tuan Zang,” ucap Jin Xuan mempersilahkan Wen Zi masuk, setelah kereta berhenti di depan Jin Xuan.
Wen Zi pun langsung melangkah masuk dan di susul oleh Jin Xuan.
Tanpa menunggu waktu lama, kereta kuda langsung bergerak menuju pusat kota, dimana kediaman pemimpin kota berada di sana.
***
Kediaman Pemimpin Kota.
“Hemm..!! Aku jadi penasaran bagaimana wajah dari sosok yang kau katakan memiliki kecerdasan yang kita butuhkan sebagai penasehat serta ahli strategi ini.” Ucap sosok pria tua berjangkut putih dan duduk di sebuah kursi yang sangat mewah.
“Hehe,, aku yakin anda pasti akan suka melihatnya Tetua, walau saya belum pernah melihatnya juga secara langsung, tapi para Assasint tidak akan mungkin berbohong kepada saya saat mereka mencerikan tentang pemilik Bunga Malam ini.” Ucap sosok pria paruh baya terlihat berusia 50 tahunan. Ia tak lain pemimpin kota Jin Zuwuan.
“Hoho,, lalu kenapa dia lama sekali datang? Apakah putramu tidak kesasar lagi menuju rumah bordil saat di tugaskan menjemput pemilik Bunga Malam,” ucap tetua klan Jin yang secara terang-terangan mengejek putra Jin Zuwuan.
Jin Zuwuan hanya bisa tersenyum canggung. “Maafkan atas kelakuan putra saya Tetua, saya berjanji akan mendidiknya lebih tegas lagi, agar tidak mempermalukan Klan yang saat ini berkembang maju.” Ucap Jin Zuwuan membungkukkan badannya dan langsung mengalihkan pandangannya di saat ia mendengar suara langkah kaki menuju ke aula tempatnya duduk saat ini.
Tap tap..!!
__ADS_1