Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Melukai Assasint Bertopeng Dengan Metode Ledakan Energi dan Mundurnya Musuh


__ADS_3

“Sialan, akan ku bunuh kau,” teriak Assasint bertopeng yang kini sudah hilang kesabaran dan langsung melesat ke arah Zang Wei.


Wuss..!! Bomm..!! Duarr..!! Argh..!!


Tepat di saat Assasint bertopeng melangkahkan kakinya ke arah Zang Wei, seketika sebuah pusaran energi muncul tepat di depannya dan langsung meledak, hal tersebut tentu saja langsung membuat Assasint kematian terhempas hingga menabrak beberapa pohon hingga gundukan tanah yang ada di belakangnya.


Tap tap..!!


Uhuk..!!


Terlihat kini Assasint kematian mencoba untuk bangkit, saat ia bangkit, seketika ia memuntahkan seteguk darah.


“I..Ini,” gumam Assasint kematian yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Sudah 20 tahun ia tidak pernah terluka sampai mengeluarkan darah dari mulutnya. Kini setelah 20 tahun berlalu, ia kembali terluka, tapi yang membuatnya tidak terima adalah yang melukainya seorang anak kecil dalam masa remaja.


Blush..!! Krak krak..!!


Bomm..!!


Tubuh Assasint bertopeng pun langsung berubah menghitam, secara tak sengaja ia membangkitkan kekuatan yang di berikan oleh Tuannya Raja Darah, yaitu Ulat Iblis Jiwa.


Kini terlihat sebuah tanduk muncul di kening Assasint bertopeng, layaknya seorang Iblis.


Goarrr..!!


Bom bom bom..!!


Hanya dengan suara raungan yang di keluarkan Assasint bertopeng, terlihat area di sekitarnya langsung meledak.


***


Wen Zi yang melihat itu dari salah satu puncak bukit, seketika bangkit dari tempat duduknya.


“Sesuai dugaan Tuan muda, ternyata memang benar ada sesuatu yang di tanamkan di setiap anggota inti Kabut Malam, dan sesuatu tersebut memang memberikan kita kekuatan, tapi di satu sisi, sesuatu tersebut mampu mengendalikan kita, karena pastinya telah di kendalikan oleh orang yang menanamnya.” Gumam Wen Zi.


Wen Zi dan Zang Wei telah lama menunggu hal ini, mereka berdua ingin memastikan hewan apa yang di tanam oleh para Jendral Bayangan atau Penguasa Kabut Malam.


Tentu saja jika Zang Wei tahu hewan apa itu, maka ia bisa membantu Wen Zi saat masuk ke pusat Kabut Malam nantinya, karena sudah dapat di pastikan jika Wen Zi bergabung, ia pasti akan di tanamkan hewan tersebut.


...

__ADS_1


Kembali ke tempat Wen Zi.


Karena telah melihat kekuatan sesungguhnya milik Assasint bertopeng, kini ia dengan cepat memberitahunya untuk mundur, karena beberapa waktu lalu Raja Darah telah menyuruhnya untuk mundur juga.


“Tahan dirimu Tuan Yu, kita harus cepat kembali, karena markas kita yang ada di Klan Jin telah terbongkar dan saat ini kakak menyuruh kita cepat bergerak ke arah dermaga.” Ucap Wen Zi melalui telepati.


***


Assasint bertopeng yang sedang terbawa amarah, kini langsung menghilangkan kekuatan dari yang tertanam di tubuhnya.


Blush..!!


“Ayo kembali, jangan biarkan Tuan menunggu kita terlalu lama,” ajak Assasint bertopeng memberitahu ke 9 Assasint kematian.


Dret..! Wuss wuss..!!


Terlihat sebelum Assasint bertopeng bergerak mundur, tatapannya ia arahkan ke wajah Zang Wei guna menandainya.


***


Bruk..!!


Sementara di tempat Zang Wei, ia yang masih berdiri di tempatnya, terlihat langsung jatuh berlutut dan memuntahkan seteguk darah.


“Urgh,, pondasiku masih terlalu lemah untuk memanipulasi ledakan energi,” gumam Zang Wei dalam hati.


“Beruntung tingkat kultivasiku sangat tinggi di usiaku sekarang, jika tidak, mungkin aku akan ikut meledak juga tadi.” Sambung Zang Wei yang kini terlihat mengusap keringat yang ada di keningnya.


Tap tap..!!


“Pada akhirnya hanya usialah yang menahan perkembanganmu,” ucap Bai Xin muncul di samping Zang Wei dan memberikannya sebuah pil pemulih luka dalam.


“Jika saja usiamu sudah mencapai 20 tahun saja, aku yakin saat ini kau pasti sudah mencapai Ranah Prajurit Tingkat 7, tapi sayang sekali usiamu masih 16 tahun, dan jika kau terus memaksa meningkatkan energimu, maka pondasimu akan hancur bersamaan dengan meledaknya Dantianmu yang mengakibatkan kau cacat seumur hidup.” Sambung Bai Xin sambil tersenyum kecut.


Bai Xin tersenyum kecut karena ia iri dengan saudaranya ini, di usia yang masih remaja, tingkat kultivasinya sudah setinggi ini, bahkan ia mampu melukai sosok yang terbilang bisa menguasai kerajaan ini jika sosok tersebut mau.


Tapi bukannya senang, Bai Xin malah melihat saudaranya kecewa dan merasa saudaranya ini masih lemah.


“Sial, padahal ia sudah mencapai Ranah Prajurit Tingkat 5 Menengah di usia 16 tahun, kurang apalagi coba,” umpat Bai Xin merasa kesal dengan wajah kecewa saudaranya.


...

__ADS_1


Sementara Zang Wei yang kini baru selesai menelan pul pemulih luka dalam, terlihat mulai bangkit sambil memasang wajah kecut.


“Huuf,, setidaknya aku yakin mereka tidak akan berani muncul lagi di Benua Barat ini dalam beberapa tahun. Jika mereka datang pun, aku yakin mereka tidak akan seagresif sebelumnya.” Ucap Zang Wei sambil melirik ke arah saudaranya.


“Kenapa wajahmu malah begitu kesal?” Tanya Zang Wei heran.


“Huh,, tidak ada,” dengus Bai Xin yang terlihat langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


Melihat itu, Zang Wei langsung tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku tahu isi pikiranmu tadi, dan kau memang ada benarnya juga, seharusnya aku merasa senang bisa mencapai tingkatan ini di usiaku yang masih anak kecil, bukannya kecewa karena merasa lemah,” gumam Zang Wei dalam hati dan sadar jika ia berbeda dengan dirinya yang dulu.


Menurutnya yang dulu biarlah berlalu, dan yang sekarang harusnya di jalani dengan kebahagiaan.


...


“Jika begini aku bisa hidup sedikit lebih tenang selama beberapa tahun, sambil meningkatkan kekuatanku di saat usiaku sudah benar-benar matang atau Dewasa.” Gumam Zang Wei tersenyum hangat dan membayangkan dirinya beberapa tahun kedepan, yang tingkat kekuatannya tidak di batasi usia lagi.


Sambil tersenyum sendiri, terlihat Zang Wei melangkahkan kakinya ke lokasi yang telah di janjikan sebagai titik pertemuan untuk anggota kelompoknya.


Tap tap..!!


***


Di tempat Assasint bertopeng.


Wuss wuss..!!


“Apa perintah Tuan selain menyuruh kita mundur ke Dermaga Tuan muda?” Tanya Assasint bertopeng yang baru sampai di tempat Wen Zi menunggu.


Blush..!!


Tanpa banyak kata, terlihat Wen Zi menunjukkan sebuah Batu warna warni yang telah di modifikasi sebagai alat komunikasi serta mengirimkan pesan bergambar menggunakan energi.


“Raja Kerajaan Bintang telah datang ke Klan Jin dengan persiapan, jadi kalian secepatnya berkumpul di Dermaga. Jangan sampai terlambat, karena aku merasa Kaisar Ming akan datang ke sini dalam waktu kurang lebih 1 jam lagi.” Terdengar Raja Darah di sertai wujudnya dalam bentuk energi.


Glek..!!


Assasint bertopeng yang mendengar itu seketika tersadar jika salah satu di antara mereka tadi ada Pangeran Ming, seharusnya ia sudah menyadari jika ini adalah jebakan dan tidak meladeni mereka dari awal.


“Sial, kita harus cepat pergi dari sini Tuan muda, mohon maafkan aku jika kurang sopan membawa anda secara paksa.” Ucap Assasint bertopeng yang terlihat langsung menarik tubuh Wen Zi dan langsung memegangnya dengan erat.

__ADS_1


Dret..!! Wuss wuss..!!


__ADS_2