Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Tangisan Haru Kebahagian Zang Wei


__ADS_3

“Sialan, sialan,” umpat Zang Wei dengan tubuh bergetar hebat, ingin rasanya ia membantu mengalirkan energinya. Tapi jika ia melepaskan tetesan Cairan Air Kehidupan dari tangannya, maka Ibunya akan langsung mati.


Jadi, satu-satunya hal yang bisa Zang Wei lakukan hanya bisa bertahan sambil memberikan ibunya terus menimum cairan Aira Kehidupan.


Zang Wei juga sadar jika Mu Lan Jia saat ini sudah berusaha keras, serta mencapai batasnya, jadi percuma saja ia menekan Mu Lan Jia dengan memaksanya mengalirkan energi lebih banyak lagi.


Sementara di sisi sebelah, Mu Lan Jia yang melihat Zang Wei sangat frustasi, hanya bisa terus berusaha mengalirkan energinya dan bertahan selama mungkin.


Wung Wung..!! Deg deg..!!


Tak lama, setelah 20 menit berlalu, terlihat tubuh ibunya Zang Wei mengalami kejang-kejang lebih parah dari sebelumnya. Tapi di saat yang sama, terdengar suara detak jantung ibunya Zang Wei.


Zang Wei yang sudah bertahan selama 20 menit, seketika melototkan matanya tak percaya.


“Ti..Tidak, tidak, jangan ku mohon jangan,” teriak Zang Wei saat ia mendengar detak jantung ibunya.


Zang Wei mengira jantung Ibunya akan meledak, sehingga ia langsung berteriak dengan nada frustasi.


Boomm..!!


Bam bam..!!


Tepat di saat Zang Wei selesai berteriak frustasi, ledakan energi muncul dari tubuh Zang Nian, yang membuat Zang Wei dan Mu Lan Jia terhempas hingga menabrak dinding kamar.


Uhuk..!!


“Ti..Tidak,” ucap Zang Wei berusaha bangkit di sertai darah menyembur dari mulutnya.


Tapi Zang Wei tidak peduli akan kondisinya saat ini, ia lebih mementingkan kondisi ibunya.


Tap tap..!!

__ADS_1


Dengan langkah gontai Zang Wei mendekati tempat ibunya terbaring yang kini di penuhi debu, sehingga pandangan Zang Wei terhalang.


Bruk..!!


“Urgh,, tubuh sialan, bangkitlah aku harus melihat kondisi ibuku,” teriak Zang Wei mulai meneteskan air matanya, saat tubuhnya kini sudah mencabai batasnya dan tidak sanggup berjalan lagi.


Bam bam..!!


Beberapa kali Zang Wei memukul kakinya agar mau bangkit, namun tetap saja, saat Zang Wei mencoba berdiri, ia terjatuh lagi.


Alhasil, Zang Wei kini menyeret kakinya dan berjalan dengan tangannya menuju Ibunya.


Tap tap..!!


“Wei'er, apakah ini kau nak?” Tanya Zang Nian yang secara tiba-tiba sudah berdiri di depan Zang Wei.


Zang Wei yang mendengar suara ibunya pun mengarahkan pandangannya ke arah atas.


Tapi reaksi yang Zang Wei perlihatkan malah tertawa saat ini, lantaran ia menduga ini hanyalah halusinasi.


Bruk..!!


“Nak, ini Ibumu, kau tidak berhalusinasi, dan juga, bagaimana bisa kau terluka parah seperti ini,” dengan cepat Zang Nian memeluk putranya sambil meneteskan air matanya di saat melihat kondisi putranya terluka parah dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


Zang Nian tidak tahu jika putranya sudah berjuang keras menyelamatkan dirinya selama ia dalam keadaan setengah mati.


Dan Zang Nian juga tidak tahu jika dirinya dalam keadaan setengah mati, itu karena ia merasa hanya pingsan saja setelah kehabisan energi saat mencoba menyelamatkan kedua putranya dari serangan Binatang Buas.


Setelah dirinya pingsan, Zang Nian tidak tahu kejadian selanjutnya. Dan pada saat ia bangun dari tidurnya, pandangan Zang Nian sedikit kabur, karena debu yang ada di sekelilingnya.


Zang Nian tentu berpikir jika ada penyelamat datang menyelamatkannya, sehingga ia masih hidup saat ini.

__ADS_1


Tapi betapa terkejutnya Zang Nian mendengar teriakan frustasi putranya.


Sontak Zang Nian langsung bangkit lalu berjalan ke asal suara.


Pada saat ia melihat sosok pemuda di depannya, Zang Nian berpikir pemuda tersebut bukanlah putranya. Namun pikiran Zang Nian sirna mendengar tangisan di sertai tawa putranya yang mengatakan dirinya berhalusinasi.


...


“Nak, apakah Serigala itu menyerangmu hingga kau terluka seperti ini? Maafkan ibumu yang tidak becus menjagamu,” ucap Zang Nian kini menangis tersendu-sendu.


Zang Nian masih berpikir jika hari kejadian desanya di hancurkan, masih dalam hari yang sama sekarang ini.


Sementara Zang Wei yang merasakan pelukan hangat ibunya, kini tersadar jika apa yang ia lihat saat ini depannya, memang benar-benar ibunya.


Sontak Zang Wei pun langsung memeluk ibunya erat-erat, seolah tidak ingin kehilangan ibunya lagi.


...


Zang Nian yang melihat putranya memeluk dirinya dengan erat, hanya bisa tersenyum hangat di sertai membalas pelukan putranya, berharap putranya bisa tenang.


Saat ini Zang Nian masih salah paham, karena mengira putranya trauma akan kejadian penyerangan para Binatang Buas.


***


Sementara di sisi sebelah, atau tempat dimana Mu Lan Jia terhempas.


Terlihat Mu Lan Jia masih sadar, ia juga mendengar semua teriakan frustasi Zang Wei, serta suara merdu sosok wanita yang Mu Lan Jia yakini adalah ibunya Zang Wei.


Cukup lama Mu Lan Jia mendengar suara ibunya Zang Wei, ia pun akhirnya pingsan setelah bertahan dalam waktu yang cukup lama, hanya karena ingin mendengar percakapan Ibu dan anak tersebut.


Namun sebelum Mu Lan Jia benar-benar memejamkan matanya, ia terlihat mengeluarkan senyuman bahagia sambil bergumam.

__ADS_1


“Mulai saat ini, kau idolaku Zang Wei, karena kau lebih mengutamakan seorang Ibu lebih dari kau mengutamakan dirimu sendiri.”


Bruk..!!


__ADS_2