
Di tempat Zang Wei, ia yang kini terus bersembunyi dan kadang melesat kesana kemari untuk menghindari serangan demi serangan. Seketika menghentikan langkahnya sambil memasang seringai lebar.
Khehe..!!
***
Tap tap..!!
“Haha,, apa kau sudah lelah bermain kejar-kejarannya bocah,” terdengar suara tawa di sertai ejekan dari Wang Si yang kini terlihat mendarat tidak jauh di depan Zang Wei.
“Kenapa tidak lanjutkan lagi main kejar-kejarannya, aku sangat menikmati seeokor Anjing yang lari ketakutan saat di kejar Serigala,” sambung Patriak Xiao dan Jang Wo serempak.
Terlihat mereka memasang seringai lebar saat ini, seolah-olah sangat menikmati penderitaan yang akan Zang Wei hadapi sebentar lagi.
“Jangan banyak bicara, kita tangkap dia terlebih dahulu, setelah itu kita bisa membawanya ke tempat yang cocok untuk menyiksanya,” dengus Patriak Cang yang terlihat sangat kesal, lantaran tidak bisa mengejar Zang Wei selama hampir 20 menit.
Mendengar itu, para Bangsawan dan Patriak klan Besar pun mengangguk serempak, mereka pun langsung melesat ke berbagai arah untuk mengepung Zang Wei, agar Zang Wei tidak bisa kabur lagi.
...
Sementara Zang Wei yang hanya diam saja, kini terlihat santai, karena ia merasa sangat gampang lepas dari sekumpulan musuhnya ini.
Karena rata-rata tingkat kultivasi mereka ada di Ranah Prajurit Tingkat 5 Menengah hingga Ahir, untuk para Bangsawan.
Sementara para Patriak Klan, mereka ada di Ranah Prajurit Tingkat 6 Awal hingga menengah.
Namun di antara mereka semua, hanya 1 orang yang Zang Wei waspadai, orang tersebut saat ini sedang bersembunyi di balik pohon dan tak lain Serigala Bayangan.
Kekuatannya ada di Ranah Prajurit Tingkat 6 Ahir dan Zang Wei merasa ia sebentar lagi menerobos ke Ranah Prajurit Tingkat 7 Awal.
...
Sret..!!
Untuk memanas-manasi para musuhnya ini, terlihat Zang Wei mengeluarkan tongkat besarnya yang memiliki ujung seperti Hammer.
“Hoo,, kenapa kalian seperti gerombolan tikus kelaparan,” ejek Zang Wei di sertai menyeringai tipis di balik topengnya.
__ADS_1
“Ayo serang aku, padahal aku sengaja diam saja dari tadi, karena aku merasa kalian ini terlalu kasihan, makanya aku ingin memberikan kalian kesempatan. Tapi tidak sesuai harapanku, kalian malah asik mengoceh tidak jelas,” sambung Zang Wei yang kini sedikit bergaya dengan cara menaruh senjatanya dan duduk di atasnya.
Blush..!!
Mendengar ejekan Zang Wei, tentu saja mereka yang memiliki pikiran pendek langsung termakan umpan Zang Wei.
“Dasar bocah sialan, kita tidak perlu menangkapnya, biarkan aku yang akan mencincang tubuhnya di sini,” teriak Jang Wo, Patriak Xiao dan beberapa Bangsawan lainnya.
Tanpa basa basi, mereka langsung melihat ke arah para bawahan mereka.
“Tunggu apalagi, cepat serang bocah itu,” teriak Patriak Xiao, Jang Wo dan para Bangsawan lainnya.
Wuss..!!
Setelah menerima perintah, bawahan para Bangsawan langsung melesat ke arah Zang Wei seperti gerombolan tikus yang mengejar daging.
Wung..!!
“Mati kau,” teriak 5 dari bawahan patriak klan Xiao yang sampai lebih dahulu.
Zang Wei yang melihat itu, hanya diam saja sambil mengedarkan kesadarannya.
Trank..!! Bam..!!
Tepat saat kelima senjata dari bawahan Patriak Xiao mengarah ke kepala Zang Wei, dengan mudah Zang Wei menahannya menggunakan tangan kosong yang telah di aliri energi.
“I..Ini,” ucap kelima bawahan Patriak Xiao terkejut luar biasa.
Wuss..!!
“Mati.”
Di saat melihat adanya celah, terlihat dua bawahan Jang Wo langsung mengayunkan pedang mereka dan mengarah ke pinggang dan punggung Zang Wei.
Sontak Zang Wei langsung bangkit sambil menendang tongkatnya ke arah belakang.
Wuss..!! Bam..!!
__ADS_1
Argh..!!
Setelah menghempaskan musuh pertamanya, kini Zang Wei telah bangkit sepenuhnya langsung mengayunkan kakinya ke arah musuh keduanya.
Wung..!!
Bam..!! Krak krak..!!
Arghh..!!
Bomm..!!
Terlihat musuh kedua Zang Wei berteriak kesakitan di saat pinggangnya terkena kaki Zang Wei dalam hitungan detik dan menghempaskannya ke arah kelima bawahan Patriak Xiao. Sehingga mereka berenam pun terhempas bersamaan.
Tidak berhenti sampai di sana saja, terlihat Zang Wei langsung menarik tongkatnya dan langsung mengayunkannya ke arah puluhan musuh yang kini mengepungnya dengan cara memutar tongkatnya membentuk lingkaran.
Blush..!!
Bam bam bam bam bam..!!
Krak krak..!! Arghh..!!
Seketika teriakan demi teriakan di sertai patah tulang terdengar sebelum musuh-musuh Zang Wei terhempas ke berbagai arah.
Walau begitu, itu tidak membuat jumlah musuh Zang Wei berkurang, malah sebaliknya, semakin banyak yang bermunculan bawahan para Bangsawan dan Patriak Klan Besar ini.
Zang Wei yang melihat itu, terlihat tidak terlalu tega membunuh orang yang tidak bersalah, ia juga tahu jika para bawahan ini terpaksa melakukan ini, karena jika tidak, merekalah yang akan di bunuh, hal tersebut pun membuat Zang Wei langsung mendengus kecil.
“Huh,, apa kalian selalu menjadi pengecut seperti ini, memanfaatkan para bawahan kalian layaknya sekali pakai, sungguh tindakan tak tahu malu, apa kalian kira dengan memanfaatkan mereka akan membuatku kelelahan,” dengus Zang Wei sambil melirik ke arah para Bangsawan dan Patriak Klan sambil memamerkan giginya, agar musuh utama Zang Wei melihat jelas jika Zang Wei saat ini benar-benar menertawainya.
“Sialan, aku sudah tidak tahan lagi, aku akan maju mencincang mulut bocah itu,” teriak Jang Wo dan Wang Si yang terlihat langsung melesat ke arah Zang Wei.
Wuss..!!
Melihat Jang Wo dan Wang Si melesat ke arahnya, Zang Wei langsung menyeringai lebar. “Khehe,, kena kau, saatnya berpindah tempat, karena musuh utama kalian sudah datang.” Gumam Zang Wei yang langsung melesat ke arah titik dimana lokasi Wen Zi saat ini berada.
Wuss wuss..!!
__ADS_1