
Melihat Jang Wo dan Wang Si melesat ke arahnya, Zang Wei langsung menyeringai lebar. “Khehe,, kena kau, saatnya berpindah tempat, karena musuh utama kalian sudah datang.” Gumam Zang Wei yang langsung melesat ke arah titik dimana lokasi Wen Zi saat ini berada.
Wuss wuss..!!
***
Sementara di luar gerbang Utara, terlihat Wen Zi yang saat ini bersama tetua Jin Gang, Jin Zuwuan, Jin Xuan dan 20 pasukan klan Jin, yang mana ke 20 pasukan tersebut di bagi menjadi 2 ketegori, 10 pasukan elit dan 10 pasukan biasa
Tap tap..!!
Terlihat langkah Wen Zi terhenti tepat di depan mulut hutan.
“Baiklah, karena perbedaan tingkatan yang sangat jauh antara Pasukan elit dan pasukan biasa, maka aku harus melihat sebagian dari hutan ini.” Ucap Wen Zi melirik ke arah Tetua Jin Gang.
“Karena dengan begitu, aku bisa mengurangi dampak dari kekurangan para pasukan biasa ini, saat melawan pasukan elit nantinya. Aku juga tidak bisa meyakinkan kalian jika pasukan biasa yang aku bimbing akan menang melebihi 60% keberhasilan.” Sambung Wen Zi.
Mendengar itu, tetua Jin Gang pun langsung menyeringai lebar.
“Hahaha,, bahkan mampu menang sebanyak 50% keberhasilan pun sudah bisa membuatku bangga Tuan Zang, dan kau malah melebihi ekspetasiku, sungguh luar biasa,” teriak Tetua Jin Gang tertawa bahagia.
Tetua Jin Gang pun langsung mengangguk, tak lama setelah itu ia langsung melirik ke arah Jin Xuan.
“Kau tolong bantu Tuan Zang untuk melihat keadaan hutan ini, bawa Tuan Zang menuju ke beberapa tempat yang strategis, agar Tuan Zang mampu menganalisa serta membuat strategi yang sempurna nantinya.” Ucap Tetua Jin Gang.
Jin Xuan pun langsung mengangguk bahagia, entah kenapa Jin Xuan sangat kagum dengan Wen Zi, dan ia sangat ingin belajar darinya bagaimana cara mengucapkan kata-kata bijak serta membuat strategi.
Hem hem..!!
“Dengan senang hati saya akan menunjukkan lokasi yang dulu sering saya datangi saat mengumpulkan para Bandit untuk menjarah para pedagang yang lewat,” ucap Jin Xuan yang tanpa sadar membeberkan kejahatannya di masa lalu.
Wajah Jin Zuwuan seketika berkerut di sertai tangan terkepal erat, ia terlihat sangat ingin meledakkan kepala putranya ini. Tapi sebisa mungkin ia menahan diri.
“Dasar bocah sialan, cepat jalan sana, jangan banyak omong kosong. Membuat nama baik klan rusak saja kau ini,” dengus Jin Zuwuan yang langsung mengayunkan kakinya ke bokong putranya.
Wung..!!
__ADS_1
Bamm..!!
Tubuh Jin Xuan seketika terhempar hingga menabrak pohon yang ada di depannya.
Bom...!!
Wen Zi yang melihat itu terlihat santai dan seolah ia tidak melihat kejadian di depannya dan mendengar apa yang Jin Xuan ucapkan tadi.
“Ehem..!! Baiklah, saya akan berangkat bersama Tuan muda Xuan,” ucap Wen Zi membungkukkan sedikit badannya dan setelah berpamitan, Wen Zi langsung masuk ke dalam hutan bersama Jin Xuan.
...
Melihat Wen Zi sudah masuk dan auranya sudah sangat jauh, kini Tetua Jin Gang dan Jin Zuwuan pun mengubah ekspresi senyuman mereka menjadi ekspresi dingin.
“Cepat ikuti mereka, aku merasakan adanya yang tidak beres dari pemuda bertopeng itu, ia terlalu sempurna jika memang tidak punya pendukung, aku yakin ia pasti mempunyai pendukung di belakangnya yang tidak kita ketahui dan mungkin saja ia merencanakan sesuatu yang tidak bisa kita prediksi.” Ucap Tetua Jin Gang dengan nada datar.
Blush..!!
Tepat setelah Tetua Jin Gang selesai bicara, 20 Assasint yang rata-rata berada di Ranah Prajurit Tingkat 5 Ahir langsung muncul di depan tetua Jin Gang.
Bagaimana bisa Klan tingkat menengah mampu mempunyai Assasint tingkat tinggi, yang bahkan Klan Besar saja tidak mempunyai lebih dari 5 Assasint setingkat ini.
...
“Apa saya perlu membunuhnya setelah ada yang tidak beres?” Tanya salah satu Assasint tanpa emosi.
“Jangan, bawa dia ke hadapanku, karena aku perlu mengintrogasinya jika ada yang tidak beres dan sangat di sayangkan pemuda secerdas dirinya di bunuh. Aku yakin ia bisa di manfaatkan nantinya.” Ucap Tetua Jin Gang sambil melambaikan tangan, tanda menyuruh para Assasint bergerak.
Wuss..!!
Dengan cepat para Assasint menghilang dari tempat mereka berlutut.
***
Sementara di tempat Wen Zi berada, ia kini melesat ke arah dimana Tuan mudanya berada dan juga sedang melesat ke arah dirinya.
__ADS_1
Tap tap..!!
Tak lama setelah melesat cukup jauh, langkah Jin Xuan terhenti dan bertepatan dengan niat Wen Zi yang ingin berhenti juga.
“Di sana Tuan Zang, dulu aku membangun sebuah markas kecil tempat para bandit di dalam gua itu,” tunjuk Jin Xuan dengan nada bangga akan prestasinya di masa lalu.
“Hemm..!! Lokasi yang strategis, ini adalah tempat yang sempurna untuk melakukan pertarungan,” ucap Wen Zi tersenyum lebar.
“Benarkan, walau hamparan tanah di tempat ini tidak terlalu luas, tapi lokasi ini cukup bagus untuk tempat bertarungnya para pasukan klan Jin,” celetuk Jin Xuan yang semakin bangga dan mengira Wen Zi memujinya.
Padahal, Wen Zi berniat menjadikan tempat ini untuk pertarungan anggota klan Jin dengan para Bangsawan dan klan Besar nantinya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Di saat pandangan Wen Zi mengarah ke salah satu pohon besar, bersamaan dengan itu, terlihat Zang Wei muncul di sana dan langsung mengenakan Jubah kegelapan untuk menutupi keberadaannya dari para Bangsawan dan Klan Besar.
“Hehe,, aku serahkan bagian ini kepadamu Wen Zi,” kekeh Zang Wei melalui telepati.
Wen Zi pun mengangguk ringan.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Dasar sialan, kau akhirnya berhenti juga,” teriak Wang Si, Jang Wo, Patriak Xiao Lang, Patriak Cang dan para Bangsawan lainnya yang kini mendarat tidak jauh dari tempat Wen Zi berdiri bersama Jin Xuan.
“Hoo,, kau ternyata lari karena meminta bantuan ya, sungguh luar biasa, tapi itu tak akan bisa membuatmu selamat. Serang mereka berdua, jangan biarkan mereka mati dengan tubuh utuh,” teriak Patriak Xiao Lang di penuhi amarah dan tidak memikirkan apapun selain menginginkan kematian sosok bertopeng yang ada di depannya ini.
Wuss..!!
“I..Ini..!! Tu..Tunggu dulu, apa-apaan kalian semua, datang langsung menyerang,” teriak Jin Xuan yang bingung di sertai mata melotot karena terkejut.
Trank..!!
__ADS_1