
“Seperti kata Ibu, sepintar-pintarnya dirimu, wanita itu adalah makhluk yang sulit di tebak dan selalu berubah-ubah di saat tertentu. Kini aku memahami maksud dari ucapan Ibu.” Sambung Zang Wei dan tanpa sadar ia tersenyum hangat ke arah Mu Lan Jia.
Blush..!!
...
Terlihat wajah Mu Lan Jia saat ini memerah, bahkan saking merahnya wajahnya, wajahnya sampai mengeluarkan asap melalui rambutnya.
“Kau kenapa saudari Lan?” Tanya Ratu Jing yang tepat berada di samping Mu Lan Jia di sertai memasang wajah panik saat melihat saudarinya ini, yang wajahnya secara tiba-tiba memerah, seperti tak bisa menahan amarah.
Tapi pertanyaan Ratu Jing Ling sama sekali tidak di jawab oleh Mu Lan Jia. Karena saat ini Mu Lan Jia sedang asik dalam fantasinya setelah ia tidak sengaja melihat Zang Wei tersenyum tulus ke arahnya.
“Apakah tadi itu sebuah kode darinya?” Guman Mu Lan Jia dalam benaknya.
“Ya, aku yakin itu pasti sebuah kode darinya,” sambung Mu Lan Jia yang mulai berbunga-bunga karena merasa Zang Wei mulai terbuka dalam menerimanya.
Tapi tak lama, Mu Lan Jia kembali menggelengkan kepalanya.
“Tidak tidak,, aku tidak boleh senang dulu, seorang wanita harus menyembunyikan rasa senang dan kebahagiaannya di hadapan orang yang ia cintai. Karena jika pria tersebut melihat sisi lemah dari wanita tersebut, maka sang pria pasti akan semena-mena memanfaatkan kelemahan dari wanita tersebut. Itulah yang Ibu beritahu sebelum aku mengikuti Zang Wei kesini.” Gumam Mu Lan Jia yang kini mulai tersadar dari lamunannya dan mengangkat kepalanya.
Setelah Mu Lan Jia mengangkat kepalanya, sontak Ratu Jing Ling yang dari tadi memperhatikan tingkah laku saudarinya ini, langsung mengulurkan telapak tangannya, kemudian menyentuh keningnya.
“Apa kau sehat saudari Lan?” Tanya Ratu Jing dengan rasa penasaran yang kuat.
“Huh,, tentu saja aku sehat,” dengus Mu Lan Jia cemberut sembari menyingkirkan tangan Ratu Jing Ling.
__ADS_1
Pandangan Mu Lan Jia juga mengarah ke Zang Wei, Wen Zi dan Bai Xin yang menatap ke arah dirinya dengan tatapan aneh dan kurang waras.
“Apa hah,, aku ini orang yang normal sialan,” dengus Mu Lan Jia dengan nada sedikit lantang.
Hal tersebut langsung membuat tubuh Wen Yu Ning sedikit bergetar dan memuatnya tersadar.
Urgh..!!
“Ada apa Nyonya, apa ada orang jahat yang ingin memukul aku lagi?” Tanya Wen Yu Ning dengan nada sedikit bergetar, di sertai langsung memeluk erat pinggang Mu Lan Jia.
Mu Lan Jia dan yang lainnya pun tersadar. “Tidak nak, Bibi tadi memarahi mereka karena terlambat membawakan kau baju baru. Mereka ini adalah anggota keluarga Bibi, jadi kau tidak perlu takut kepada mereka, mereka ini adalah orang-orang yang baik,” ucap Mu Lan Jia dengan nada lembut sambil mengusap rambut Wen Yu Ning.
Walau terlihat sedikit ragu dan takut, Wen Yu Ning menganggukkan kepalanya sambil menyembunyikan wajahnya di gaun milik Wen Yu Ning.
Melihat Wen Yu Ning yang masih takut melihat wajah para pria maupun orang baru di kenal. Mu Lan Jia terlihat menghela nafas berat.
Wen Zi pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Ya Nona Lan, saat klan ku di serang, aku masih berusia 10 tahun dan Ning'er masih berusia 3 tahun.” Jawab Wen Zi dengan nada di penuhi rasa bersalah.
Mendengar itu, mata Mu Lan Jia dan Ratu Jing Ling melotot tak percaya, tubuh mereka tanpa sadar bergetar hebat.
“Itu artinya adik mu ini sudah 13 tahun menderita dan kau sama sekali tidak berniat mencarinya hah,” ucap Mu Lan Jia menatap dingin Wen Zi.
“Dasar Iblis, kau ini bukanlah manusia, kau sama seperti Iblis yang kebanyakan kejam dan sama sekali tidak peduli akan keluarga mereka.” Teriak Ratu Jing Ling yang terlihat di penuhi amarah tak terkontrol dan berniat ingin menyerang Wen Zi.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Tunggu dulu, biarkan dia menjelaskan masa lalunya sampai selesai, karena jika kalian mendengar hingga selesai, mungkin kemarahan kalian akan sedikit mereda. Aku juga tadinya sempat berpikir seperti kalian, tapi setelah mengathui masa lalunya, aku dapat menyadari akan ketidak berdayaan Wen Zi selama belum bertemu denganku.” Ucap Zang Wei yang langsung menengahi.
Karena menghormati penyelamatnya, Ratu Jing Ling pun meredakan amarahnya.
“Kau beruntung, jika Tuan Zang tidak menghalangiku, mungkin tubuhmu sudah ku cincang,” dengus Ratu Jing.
Sama halnya dengan Mu Lan Jia, ia juga terlihat mengangguk dan ingin mendengar masa lalunya Wen Zi, setelah amarahnya di rendam oleh Zang Wei.
...
Wen Zi yang di beri kesempatan pun langsung menjelaskan semua masa lalunya secara singkat.
Setelah 5 menit berlalu, kini Mu Lan Jia dan Ratu Jing Ling juga cukup iba dengan masa lalu yang telah Wen Zi hadapi selama ini, hingga ia bisa mencapai Benua Barat.
Bahkan di Benua Barat pun Wen Zi tidak bisa hidup tenang dan selalu di kejar oleh sebuah kelompok yang di sewa oleh para klan Besar yang bersekutu menyerang klannya.
Dan entah kenapa, setelah ia masuk Kota Han, kelompok tersebut menghilang dan tidak mengejarnya lagi.
...
“Huuf,, jadi tidak lama setelah kau masuk ke Kota Han, barulah kau bertemu Zang Wei?” Tanya Mu Lan Jia.
Wen Zi pun mengangguk. “Pada awalnya, aku ingin memberitahu Tuan muda akan masa laluku, tapi merasa aku dan Tuan muda masih lemah, aku pun mengurungkan niatku, karena aku sadar jika aku menceritakan masa laluku kepada Tuan muda yang telah menganggapku keluarga, maka Tuan muda pasti akan membantuku membalas dendam pada saat itu.” Jawab Wen Zi dan terdiam sesaat.
__ADS_1
“Musuh yang menghancurkan klan ku adalah sebuah klan besar yang bersekutu, jumlah klan tersebut ada 5 dan aku tak tahu siapa dalang dari balik ini semua. Butuh kekuatan yang besar jika ingin melawan mereka semua dan menemukan siapa dalangnya. Jadi aku harap kalian mengerti mengapa aku menutupi ini semua, termasuk kepada Tuan muda, itu karena kita saat ini masih lemah dan sebuah organisasi kecil.” Sambung Wen Zi dengan nada sedih dan terdengar tidak ingin kehilangan anggota keluarganya yang baru saja terbentuk.