
“Dasar Zang Wei sialan, bisa-bisanya kau mengarang cerita ke Ibumu dan merusak namaku,” umpat Mu Lan Jia yang terlihat sangat ingin membenamkan kepalanya di suatu tempat, lantaran malu.
***
Sementara di Sekte Harimau Hitam, yang berlokasi di sebuah lembah, kini terlihat jelas perebutan kekuasaan terjadi, di mulai menjadi kedua belah pihak membagi diri menjadi dua fraksi.
Fraksi yang setia kepada Master sebelumnya, yaitu Mu Lan Jia, dan Fraksi yang menjadi pengganti sementara Master Sekte.
Karena hilangnya Master Mu Lan Jia beberapa tahun yang lalu, Sekte Harimau Hitam langsung membuat posisi Master Sekte sementara, yang di pimpin oleh Penetua pertama.
Dan pada saat Master Mu Lan Jia hilang waktu itu, Sekte Harimau Hitam langsung menutup Sekte mereka, itu di lakukan agar kedua Sekte Besar tidak mengetahui jika Master Mu Lan Jia menghilang. Karena jika mereka tahu, maka mereka pasti akan memanfaatkan hilangnya Master Sekte untuk menyerang mereka dari dalam.
Setelah pengganti sementara di tetapkan, Sekte Harimau Hitam pun membuka diri lagi untuk dunia luar.
Tapi, bukannya menjadi tenang, kini Sekte Harimau Hitam menjadi semakin keruh, lantaran Fraksi Penetua Pertama ingin di tetapkan menjadi Master Sekte sesungguhnya, bukan hanya pengganti saja.
Hal tersebut tentu saja langsung di tolak oleh Fraksi yang masih setia kepada Master Mu Lan Jia.
...
Lalu dalang di balik pergejolakan ini tak lain Penetua ke 3, karena dialah yang selalu menghasut Penetua pertama untuk menjadi Master Sekte serta mengendalikannya dari balik bayang-bayang tanpa di ketahui oleh para Penetua lainnya.
Di sini juga, Penetua ke 3 berpura-pura di posisi Netral untuk menjadi penengah jika terjadi pertarungan internal yang melebihi batas wajar.
Tapi tidak ada yang menyadari jika ialah yang sangat menginginkan adanya pertarungan internal.
***
__ADS_1
Tap tap..!!
Di kediaman Wakil Master, yang menjadi pemimpin Fraksi setia Mu Lan Jia.
Terlihat sosok pemuda berjubah merah datang dari pintu depan.
Wakil Master, Penetua ke 4, Penetua ke 6, penetua ke 7 dan penetua ke 10 yang duduk berdiskusi, langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pemuda yang mendekat.
“Ada apa Qing'er? Apakah Penetua pertama bersama pendukungnya melakukan pergerakan aneh lagi?” Tanya Wakil Master terdengar serius.
Bruk..!!
“Salam Master, salam para penetua,” sapa Zhu Qing terlihat berlutut sambil mengatupkan kedua tangannya dan di julurkan ke depan.
Setelah menyapa Gurunya Wakil Master dan para Penetua Sekte, Zhu Qing langsung bangkit.
“Hemm..!! Bukankah itu bagus jika muridnya mati, itu malah menguntungkan kita, karena Guru dan murid sama-sama serakah.” Ucap Penetua ke 4 terlihat senang.
“Benar, memang siapa yang mati?” Sambung penetua ke 6 membenarkan penetua ke 4 dan balik bertanya.
Zhu Qing pun langsung menjawab jika yang mati adalah murid keduanya yang bernama Dan Jiansen. Bukan hanya itu, Zhu Qing menjelaskan jika ia tahu kematian Dan Jiansen karena Batu kehidupannya yang di simpan di Aula Jiwa hancur.
...
“Hoo,, ternyata muridnya yang paling sampah ya, aku kira murid pertamanya yang mati. Yah, walau begitu itu bagus juga,” ucap Penetua ke 4 menganggukkan kepala setelah mendengar jawaban Zhu Qing.
“Lalu bagaimana tanggapan Penetua pertama?” Tanya Wakil Master yang terlihat paling serius menanngapi.
__ADS_1
“Hemm..!! Itu, saya dengar jika Penetua pertama menugaskan para murid Bayangan untuk mencari mayat Dan Jiansen, serta siapa yang membunuhnya, karena di saat Batu Kehidupan hancur, gambar yang terlihat muncul di Batu Kehidupan di tutupi kabut, artinya orang yang telah membunuhnya tahu cara menyamarkan identitasnya,” jawab Zhu Qing.
Brak..!!
Terlihat Wakil Master mencengkram erat meja yang ada di depannya hingga hancur saat mendengar Penetua pertama menugaskan Murid Bayangan, dan murid Bayangan ini adalah Murid Khusus, mereka tidak sembarangan di tugaskan. Harus ada beberapa izin terlebih dahulu dari beberapa Penetua, termasuk dirinya.
Tapi kini Penetua pertama dengan beraninya menugaskan murid Khusus tanpa informasi terlebih dahulu, membuat dirinya di rendahkan.
Sama halnya dengan para penetua yang duduk di ruangan tersebut.
“Aku yakin jika ia telah menganggap dirinya Master Sekte Harimau Hitam yang sesungguhnya, sehingga dengan angkuh ia melakukan semua keinginannya sendiri. Ini tidak bisa di biarkan, kita harus mendatanginya.” Teriak Penetua ke 10 terdengar di penuhi amarah.
Brak..!!
“Benar, jangan biarkan dia seenaknya lagi melakukan segala keinginannya yang berkaitan dengan Internal Sekte, karena jika terus di biarkan, ia pasti akan menghasut para murid Khusus untuk berpihak kepada dirinya,” sambung Penetua ke 7 langsung menggebrak meja.
Tap tap..!!
“Hoho,, sebegitu bencinya kah kalian terhadap diriku, padahal aku melakukan ini untuk menemukan muridku sendiri,” seketika terdengar suara langkah kaki di sertai suara dari sosok pria tua mengenakan jubah putih.
“Apakah aku salah mencari muridku sendiri?” Sambung pria tua yang tak lain Penetua Pertama, ia dengan santai duduk di dekat Wakil Master, bukan hanya itu saja, para pendukungnya juga ikut duduk di samping para penetua.
Ketegangan seketika tercipta di ruangan tersebut di sertai hawa dingin, terlihat Wakil Master dan Penetua pertama saling menatap dengan intens.
“Siapa yang mengundangmu kesini Lou Sen?” Tanya Wakil Master dengan nada dingin di sertai auranya seketika keluar dari tubuhnya.
Blush..!!
__ADS_1