
Ini juga mengapa para Master Sekte, Patriak klan dan Bangsawan Kerajaan tidak berani membuat masalah di pasar gelap, karena mereka takut akan sosok Penguasa Pasar Gelap di bawah Kota Janghu, yang di katakan setara atau bahkan lebih kuat dari Kaisar Ming.
Namun mereka semua tidak tahu jika pemilik Rumah Lelang Tanpa Nama adalah sang penguasa pasar gelap tersebut.
Yang mereka tahu, hanya Manager Mo Xen Chen, memiliki kedekatan dengan Penguasa pasar gelap.
***
Kembali ke acara lelang.
Setelah tidak ada yang menawar lebih tinggi dari yang Zang Wei tawar kepada budak yang tak lain Developer tersebut. Kini Developer tersebut menjadi milik Zang Wei.
Itu juga menjadi tawaran terahir Zang Wei, setelah mendapat Developer dan lelang kembali di lanjutkan, terlihat Zang Wei tidak menawar item-item yang di keluarkan Manager Mo lagi.
Hal tersebut membuat banyak sekali tamu VIP maupun tamu di lantai pertama mulai berpikir jika harta milik Zang Wei telah menipis.
Beberapa lagi berpikir jika Zang Wei telah menghabiskan seluruh hartanya, hanya untuk 3 item pertama.
...
Walau ketenangan mulai terlihat semenjak Zang Wei tidak ikut menawar, namun kebencian para tamu VIP masih membekas di hati mereka dan benar-benar berencana untuk menghadang perjalanan pulang Zang Wei nantinya.
Tapi, tidak butuh waktu lama, di pertengahan lelang, atau dari 100 item yang di lelang dan telah terjual 50 item, tepat item ke 51, kegaduhan kembali terjadi.
...
“Sialan, mulutmu itu terlalu busuk bocah, berani sekali kau mengejek ku dengan menawar di atas 1 koin perak, di setiap kali aku menawar,” teriak Wang Si yang kini di penuhi amarah dan tak bisa membendungnya lagi.
Tatapan Wang Si tepat mengarah ke ruangan VIP 03 tempat dimana Wen Zi berada saat ini.
“Ehem,, apakah salah jika saya menawar hanya 1 perak di atas setiap kali orang menawar, Tuan?” Tanya Wen Zi terdengar dengan nada ramah ke arah Manager Mo.
“Hoho,, tentu saja boleh, asal jangan menawar di bawah yang di tawarkan orang lain. Karena jika kau menawar di bawah orang lain, maka ini bukanlah pelelangan namanya.” Jawab Manager Mo dengan nada ramah.
__ADS_1
“Pelelangan ini bertujuan untuk menjual segala jenis item yang jarang ada di toko dan menjualnya secara terbuka, dengan syarat tidak boleh ada menawarnya. Setiap orang yang menawar juga harus menaikkan harga dari orang yang menawar sebelumnya. Itulah sistem lelang, jadi apa yang di lakukan Tuan yang ada di sana itu, sama sekali tidak salah,” sambung Manager Mo.
Krak krak..!!
Mendengar itu, wajah Wang Si semakin menghitam, ingin sekali ia ******* Wen Zi saat ini, lantaran membuatnya malu di depan Manager dan semua tamu lainnya. Tapi sebisa mungkin ia menahan diri, agar tidak menimbulkan masalah untuk dirinya sendiri terhadap Rumah Lelang.
...
Sementara Wen Zi yang mendengar penjelasan dari Manager Mo pun, langsung melirik ke arah ruangan Wang Si.
“Apakah anda mendengar itu Tuan Wang, jadi jangalah terlalu emosi. Jika anda tidak terima akan tawaran saya, maka anda bisa menawar lebih tinggi lagi dari saya atau meniru cara saya menawar,” ucap Wen Zi terdengar tetap ramah, namun mengandung penghinaan.
Wang Si hanya bisa diam saja, ia yakin jika ia menanggapi ucapan Wen Zi, maka emosinya akan meledak-ledak lagi.
...
Sementara di ruangan para VIP, terlihat saat ini beberapa Bangsawan, Patriak klan dan Master Sekte, tertawa kecil akan Wang Si yang sangat mudah marah, bahkan beberapa dari mereka ikut menambah ejekan tersebut.
...
“Baiklah, apakah ada yang menawar lebih tinggi lagi?” Terdengar suara Manager Mo menyadarkan semua tamu lelang.
Setelah menghitung 3 ketukan, akhirnya Wen Zi mendapat item pertama, yaitu Pedang Tingkat Emas dengan harga 270 Emas 1 Perak.
Tok tok tok..!!
“Baiklah, kita akan lanjutkan menuju item ke 52, item ke 52 ini adalah seorang budak manusia lagi, tapi kali ini, asal usulnya setengah telah di ketahui.” Ucap Manager Mo dengan nada lantang.
“Budak ini dari Benua Tengah dan berasal dari klan yang telah hancur akibat perang, tidak perlu menunggu lama lagi, bawa budaknya,” teriak Manager Mo terdengar bersemangat.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan itu, terlihat 2 pelayan Rumah Lelang mengiring budak yang di ikat dengan rantai berjalan menuju panggung.
__ADS_1
Deg deg..!!
Tepat di saat Wen Zi melihat kedua pelayan membawa budak wanita keluar dari pintu belakang, jantung Wen Zi seketika berdetak cepat di sertai rasa sakit yang luar biasa menyayat.
“Ning'er,” teriak Wen Zi tanpa sadar.
Tapi beruntung teriakan Wen Zi tidak dapat di dengar, di karenakan ruangan tersebut telah di pasang formasi pengedap suara.
Walau begitu, Zang Wei dapat merasakan rasa sakit yang Wen Zi rasakan, di karenakan ia telah melakukan kontrak jiwa.
Sementara Bai Xin mampu mendengar jerit teriakan pilu Wen Zi, karena ialah yang memasang formasi pengedap suara tersebut.
Brak..!!
Tanpa sadar Zang Wei dan Bai Xin bangkit setelah apa yang mereka berdua rasakan dan dengar.
“Jangan keluar, aku akan membawamu ke ruangan bawahanmu itu.” Ucap Bai Xi yang melihat Zang Wei ingin melesat ke ruangan Wen Zi.
Sontak Zang Wei pun mengangguk, dan terlihat mata Zang Wei sedikit berkaca-kaca saat ini, karena mampu merasakan apa yang Wen Zi rasakan sekarang.
Blush..!! Wuss..!!
Tepat setelah sebuah lubang teleportasi muncul, dengan cepat Zang Wei dan Bai Xin melesat masuk bersama Developernya dan meninggalkan Mu Lan Jia, Ratu Jing Ling yang hanya bisa melongo dengan wajah bingung.
***
Di tempat Wen Zi.
Selama ini ia selalu menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya. Tidak ada yang tahu dari mana Wen Zi berasal, kecuali Zang Wei, namun Zang Wei tidak bertanya hal tersebut, karena ia yakin itu pasti masa kelam Wen Zi yang tak ingin Wen Zi bahas dan ingat-ingat lagi.
Bruk..!!
Kini, terlihat Wen Zi saat ini berlutut di ruangannya dengan di penuhi air mata, rasa bersalah, ketidak berdayaan, dendam, kebencian akan dirinya sendiri, amarah, terlalu pengecut, terlalu naif, semuanya campur aduk setelah ia melihat sosok yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri.
__ADS_1