
“Dia cukup waspada juga,” gumam Zang Wei melirik Mo Xen Chen yang terlihat tidak ingin terlalu mabuk, karena jika ada serangan dari musuh yang menyamar dan berbaur di kerumunan para bawahan Bai Xin, maka ia bisa langsung sigap menghalanginya.
***
Di saat Zang Wei, Bai Xin dan bawahannya sedang berpesta.
Sementara di bukit yang tak lain tempat para tetua berkumpul, terlihat sosok Tuan muda Wang yang baru saja datang, kini sedang di obati terlebih dahulu.
“Bagaimana? Apa kau sudah merasa baikan?” Tanya tetua Xiao yang terlihat tidak sabar untuk mengetahui apa yang ada di balik gunung yang tidak jauh dari Klan Jin berada.
“Hem..!! Cepat beritahu kami, aku rasa lukamu sudah tertutup semua. Jadi, kau pasti baik-baik saja.” Sambung Tetua Cang.
Melihat Tuan mudanya di desak, Tetua Wang pun langsung mendengus.
“Apa kalian tidak bisa bersabar sebentar saja,” ucap Tetua Wang dengan nada dingin.
“Tunggu Tuan muda ku lebih tenang dahulu, dia pasti sedikit shok karena di serang oleh para Assasint.” Dengus Tetua Wang sambil melirik ke arah kedua tetua yang menurutnya pembawa masalah ini.
Tetua Xiao dan tetua Cang hanya bisa membalas dengan dengusan, setelah itu mereka terlihat menjauhi tempat tersebut.
Tap tap..!!
...
__ADS_1
Setelah 10 menit berlalu, kini Tuan muda Wang sudah mulai bangkit dari tempatnya terbaring.
Melihat itu, para tetua dan ahli bela diri bayaran pun langsung mendekat dan mulai berkumpul satu persatu.
“Apakah semuanya sudah berkumpul?” Tanya Tetua Wang yang kini melirik ke arah para tetua dan ahli bela diri bayaran.
Merasa memang semuanya sudah berkumpul, tetua Wang pun melirik Tuan mudanya.
Sontak Tuan muda Wang melangkah ke tengah-tengah.
“Saat aku mendapat perintah dari tetua jika diriku di-”
“Jangan basa-basi, kami sudah tahu itu, langsung saja kau ceritakan apa yang kau lihat di balik gunung itu,” teriak tetua Xiao dan tetua Jang memotong ucapan Tuan muda Wang.
“Sialan, akan ku balas kalian semua nanti,” dengus Tuan muda Wang dalam hati.
“Ayo cepat, kenapa kau malah melamun,” teriak Tetua Xiao yang terlihat seolah memberikan tekanan, padahal ia memang sengaja memberikan tekanan untuk membalas dendam, di karenakan sudah di buat menunggu.
“Jika kau tidak sabar, maka kau datang saja sendiri kesana untuk mengeceknya, kau pikir aku takut kepadamu,” dengus Tuan muda Wang yang sudah tidak bisa menahan kesabarannya.
Tatapannya yang sangat dingin kini di arahkan kepada tetua Xiao.
Mendengar ucapan Tuan muda Wang, beberapa tetua pun ikut menatap ke arah tetua Xiao, karena Tetua Xiao ini tidak sabaran.
__ADS_1
“Lebih baik kau diam dan dengarkan saja, kau pikir karena kau itu dari Klan Xiao, kau menganggap dirimu yang paling berkuasa di sini hah.” Dengus Tetua klan Lang yang kini mulai membuka suara.
Tetua Klan Lang dari awal datang, ia selalu diam saja, tapi kini kesabarannya juga memiliki batas saat melihat tingkah tetua Xiao dan tetua Cang ini.
“Benar, akan lebih baik kau sedikit bersabar, karena pada akhirnya kita semua akan mendengar ceritanya.” Sambung tetua Jang yang dengan cepat mengambil inisiatif untuk mendukung yang lain, agar dirinya tidak ikut di tekan seperti tetua Xiao.
Padahal tadi ia malah ikut memberikan tekanan, tapi memang begitulah seorang pengecut, ia pasti akan menghalalkan segala cara agar bisa selamat.
...
Kini tetua Xiao yang mulai di tekan, hanya bisa menahan rasa malu di sertai wajah memerah penuh amarah.
“Sialan, awas saja kau bocah, akan ku suruh Tuan muda Xiao untuk membunuhmu saat ada kesempatan, tunggu saja kau,” umpat tetua Xiao dalam hati dan kini terlihat wajahnya mengeluarkan senyuman merasa bersalah.
...
Setelah keributan sedikit mereda karena ulah tetua Xiao.
Tuan muda Wang terdengar mulai melanjutkan ceritanya.
“Pada saat saya di beri perintah oleh tetua Wang, saya langsung menuju ke tempat yang telah di beritahu, untuk mencari apa yang sebenarnya ada di sana.” Ucap Tuan muda Wang yang kini terlihat menghentikan ucapannya.
“Setelah sampai, dan mencari tahu, akhirnya saya menemukan itu adalah sebuah Tambang yang sangat besar dan tambang tersebut adalah Tambang Batu warna-warni.” Sambung Tuan muda Wang memberitahu para tetua, dan kini terlihat reaksi mereka sangat terkejut luar biasa, bahkan ada yang sampai tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
__ADS_1