
Bomm..!!
“Sialan, seharusnya ku bunuh kalian saat di tambang waktu itu,” teriak Assasint bertopeng terlihat di penuhi amarah. Terlihat tatapannya sangat dingin di arahkan ke Yan Zhao dan Yan Chao.
Bukannya takut, malah Yan Zhao dan Yan Chao memasang seringai ejekan ke arah Assasint bertopeng, hal tersebut semakin menyulutkan emosi Assasint bertopeng.
“Kalian berdua sudah bosan hidup lama rupanya,” ucap Assasint bertopeng yang kini terlihat hendak bergerak ke arah Yan Zhao dan Yan Choa.
...
Tapi karena sudah terbawa amarah dan pandangannya selalu tertuju kepada Yan Zhao dan Yan Chao. Assasint bertopeng sampai tidak menyadari kedatangan Patriak Wen dari arah Barat.
Wuss..!!
Slash..!!
Dengan cepat Patriak Wen mengayunkan bilah pedangnya ke arah leher Assasint bertopeng secara Horizontal.
Tepat di saat Assasint bertopeng merasakan adanya udara dari arah Barat, sontak ia pun melirik ke arah Barat.
Crash..!!
Bom..!!
Bersamaan dengan itu, bilah pedang Patriak Wen langsung membentur leher Assasint bertopeng dan langsung menghempaskannya.
“I..Ini, aku merasa lehernya seperti Baja,” gumam Patriak Wen melihat ke arah pedangnya yang langsung retak, di sertai pergelangan tangannya yang gemetaran.
...
Wung..!!
Di saat Assasint bertopeng terhempas ke arah Timur, terlihat di sana Tetua Yu Zian sudah menunggu dan langsung mengayunkan lututnya di saat wajah Assasint bertopeng ke mengarah ke dirinya.
Bamm..!! Krak krak..!!
Urgh..!!
__ADS_1
Terdengar jelas suara tulang yang remuk di saat lutut Tetua Yu Zian mengenai dagu Assasint bertopeng.
Wuss..!!
Kini Assasint bertopeng terlihat melayang ke udara.
Tetua Yu Zian dan Patriak Wen yang melihat itu, tentu saja tidak diam saja, mereka berdua kembali mengerahkan kekuatan penuh mereka untuk menyerang Assasint bertopeng.
Wuss wuss..!!
Slash..!! Trank trank..!!
Wung..!! Bom bom..!!
Kini terlihat Assasint bertopeng di buat layaknya mainan bola yang di oper kesana kemari oleh Patriak Wen dan Tetua Yu Zian.
Para Assasint kematian yang melihat itu, hanya bisa tercengang dan tak percaya, karena ini kali pertama pemimpin mereka di permainkan seperti ini.
Sementara anggota kelompok Zang Wei terlihat sangat senang saat melihat Patriak Wen dan Tetua Yu Zian menghajar Assasint bertopeng.
Saking senangnya, mereka bahkan sampai luka jika saat ini sedang bertarung dengan para Assasint bertopeng.
...
Berbeda dengan Zang Wei, ia terus menerus memperhatikan Assasint bertopeng yang di serang.
“Hemm..!! Dia sama sekali tidak terluka dan tidak merasakan rasa sakit,” gumam Zang Wei.
“Jika begitu, ia pasti memang sengaja tidak melawan, agar musuh terus menyerang dan menguras energi musuhnya.” Gumam Zang Wei yang kini melirik ke arah Wen Zi.
Entah Wen Zi seperti sudah membaca pikiran Zang Wei, terlihat Wen Zi mengangguk ringan, namun tatapannya ia arahkan ke Assasint bertopeng.
Zang Wei pun langsung menyuruh Patriak Wen dan Tetua Yu Zian mundur.
“Mundur, dia sengaja memancing kalian menyerang terus-menerus untuk menguras energi kalian, dan pada saat kalian mulai kelelahan, barulah dia menyerang di saat yang tepat.” Ucap Zang Wei melalui telepati.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1
Tap tap..!!
Tepat di saat Patriak Wen dan Tetua Yu Zian hendak menyerang Assasint bertopeng, terlihat mereka berdua dengan cepat mundur dan menjaga jarak sejauh 10 meter.
Sementara Assasint bertopeng yang terlihak hendak menyerang di saat melihat isyarat Wen Zi, kini hanya bisa melototkan matanya.
“Sialan, apa mereka menyadari rencana Tuan Zang?” Gumam Assasint bertopeng yang kini memandang ke segala arah dan pandangannya pun terhenti di tempat Zang Wei berdiri.
“Dia, auranya sama dengan jejak aura yang aku rasakan saat di tambang waktu itu,” gumam Assasint bertopeng yang kini langsung menyadari jika dialah ahli siasat yang bisa menipu dirinya.
Kini Assasint bertopeng pun melirik ke arah Wen Zi.
“Dia ada di sini Tuan muda Zang, jadi apa yang harus saya lakukan? Apakah langsung membunuh beberapa dari mereka lebih dulu atau langsung membunuh pemuda yang berdiri di samping dua wanita itu.” Ucap Assasint bertopeng melalui telepati.
Wen Zi yang mendengar suara Assasint bertopeng terlihat diam saja.
Wen Zi diam karena ia saat ini bingung, jika ia salah langkah, maka Assasint bertopeng akan menyadari dirinya adalah satu kelompok dengan Zang Wei.
Bahkan saat ini Wen Zi tidak berani melirik ke arah Zang Wei, padahal dia saat ini ingin bertanya apa yang harus di lakukan agar tidak di curigai.
“Sialan, kenapa malah otak ku jadi buntu.” Umpat Wen Zi dalam hati.
Zang Wei yang menyadari Wen Zi dalam keadaan bingung, kini melirik ke arah Assasint bertopeng yang terlihat sedang melirik Wen Zi.
“Hemm..!! Jadi begitu ya,” gumam Zang Wei.
“Sudah waktunya kalian mundur, jadi mundurlah ikuti Raja Darah yang tak lama lagi akan menghubungi kalian.” Ucap Zang Wei melalui telepati.
“Tapi sebelum itu suruh saja dia menyerang beberapa dari kami agar ia tidak terlalu curiga. Selebihnya kau paham maksudku bukan.” Sambung Zang Wei.
...
Wen Zi yang mendengar itu seketika menghela nafas lega.
“Sebenarnya aku tidak ingin berpisah denganmu Tuan muda, tapi demi balas dendam keluargaku yang di hancurkan oleh Organisasi Kabut Malam, akan ku lakukan apapun perintahmu, bahkan jika ayah yang baru ku temui dan ingin ku peluk saat ini berahir membenciku.” Gumam Wen Zi dalam hati sembari mencengkram erat kepalan tangannya.
Krak krak..!!
__ADS_1
“Hancurkan mereka semua tanpa sisa.” Ucap Wen Zi dengan nada dingin dan disertai niat membunuh yang besar.
Blush..!! Dret..!!