Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Amarah Assasint Bertopeng dan Menyelamatkan Sing Zhao, Yan Chao


__ADS_3

“Jika kau mampu kembali dalam 3 menit, aku akan memberikanmu semua arak ini, tapi jika melebihi itu, maka kita akan bagi dua isinya.” Ucap Zang Wei tersenyum kecil sambil melirik ke arah Bai Xin yang meneteskan air liurnya.


Blush..!! Jlep..!!


...


Dalam sekejap Bai Xin menghilang dari tempatnya duduk santui.


Zang Wei yang melihat Bai Xin sudah tidak berada di dekatnya pun langsung mengeluarkan seutas senyum tipis.


Sementara Yan Zhao hanya bisa melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Pasalnya, ia dari tadi melihat Bai Xin, tapi tetap saja ia tidak bisa melihat kepergian Bai Xin ke arah mana.


“Urgh,, aku kini yakin jika saudara Tuan muda itu jauh lebih kuat dari para Monster itu.” Ucap Yan Zhao sambil melirik ke arah Tuan mudanya.


“Tapi yang aneh adalah, kenapa namanya tidak pernah saya dengar? Biasanya sosok sekuat dirinya, pasti namanya akan menggema ke seluruh Benua.” Sambung Yan Zhao bertanya kepada Tuan mudanya.


Bahkan ia juga bingung dengan Tuan mudanya saat ini. Karena menurutnya, Tuan mudanya ini adalah seorang Jenius luar biasa. Dengan usia 16 tahun dan sudah mencapai Ranah Prajurit Tingkat 5 Menengah adalah sesuatu yang sangat mustahil untuk di capai oleh remaja seumuran Tuan mudanya. Bahkan pemuda yang berusia 20 sampai 30 tahun pun dapat di katakan sulit mencapai Tingkat 5.


Seharusnya nama Tuan mudanya pasti akan terkenal, tapi anehnya, tidak ada satu pun penduduk Benua Barat mengetahui nama Tuan mudanya, kecuali orang-orang yang mengenalnya dengan baik saja.


...


Zang Wei yang di tanya, terlihat mengeluarkan senyuman kecil.


“Perlu kau tahu, orang kuat itu tidak harus di kenal sehalayak ramai saja.” Ucap Zang Wei dengan santai.


“Karena dengan terkenalnya nama kita, dapat kemungkinan kita akan semakin sombong dan angkuh. Jika itu sudah terjadi, maka orang-orang yang iri dengan kita, akan memanfaatkan kesombongan kita dengan berbagai cara, agar kita jatuh sampai ke titik terendah.” Sambung Zang Wei.


“Alam semesta ini sangat luas, banyak orang yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang haus akan kekuasaan, ada suka iri, ada yang menekuni satu bidang, ada yang malas, ada yang licik, masih banyak lagi sifat lainnya dan semua sifat tersebut ada di Manusia, mereka yang mempunyai sifat tersebut selalu ada di mana-mana. Jadi pahami saja ucapanku agar kau bisa mengambil hikmah mengapa kau bisa secara tiba-tiba di serang, padahal klan mu tidak memiliki musuh saat klan mu mencapai masa jayanya.” Ucap Zang Wei dengan nada bijak.

__ADS_1


Yan Zhao yang mendengar itu, hanya bisa melongo tak percaya, ia kini merasakan adanya udara menerpa wajahnya dan melihat sosok Tuan mudanya seperti sosok utusan Dewa.


***


Di tempat Yan Chao dan Sing Zhao.


Saat ini Yan Chao yang tubuhnya masih di injak oleh Assasint bertopeng dan baru saja melihat Sing Zhao di hempaskan, hanya bisa menatap Assasint bertopeng dengan penuh amarah.


”Si..Sialan, akan ku bunuh kau,” teriak Yan Chao berusaha mengayunkan tangan kirinya ke arah kaki kanan Assasint bertopeng.


Assasint bertopeng yang pandangannya masih mengarah ke tempat Sing Zhao terhempas, kini mulai melirik Yan Chao setelah ia mendengar teriakannya.


Bam..!!


Melihat kakinya di pukul, Assasint bertopeng melirik ke arah kakinya, ia pun kini melihat jubahnya kotor oleh darah milik Yan Chao.


Sret..!!


Dengan cepat Assasint bertopeng mengeluarkan sebilah belati dari dalam lengan jubahnya dan mengayunkannya ke tangan kiri Yan Chao.


“Karena tanganmu telah mengotori jubahku, maka tanganmu harus di potong. Walau begitu, itu masih belum bisa meredakan amarah ku, serta memberikan kompensasi yang layak untuk ku,” ucap Assasint bertopeng.


Slash..!!


Wung..!! Boomm..!! Duaarrr..!!


Uhuk..!!


Bukan tangan kiri Yan Chao yang terpotong, melainkan Assasint bertopeng yang langsung terhempas jauh hingga menabrak para Assasint.

__ADS_1


Yan Chao hanya bisa melongo saat melihat Assasint bertopeng di hempaskan.


“I..Ini, apakah aku sudah di neraka?” Gumam Yan Chao tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Karena ia berpikir mustahil untuk bisa membuat Assasint bertopeng sekuat itu di hempaskan begitu saja.


Urgh..!!


Saat Yan Chao masih merasakan rasa sakit, ia pun sadar dengan apa yang ia lihat saat ini memang nyata. Sontak pandangan Yan Chao mengarah ke belakang untuk melihat siapa yang telah membantunya.


Alih-alih bisa melihat siapa yang telah membantunya, pandangan yang ia lihat saat ini dalam sekejap berubah menjadi tempat yang berbeda dan apa yang ia lihat saat ini adalah sosok Tuan mudanya duduk di depannya.


“Tu..Tuan muda,” sapa Yan Zhao dengan pandangan bingung.


“Yo,, lukamu cukup parah juga saudaraku,” sapa Yan Zhao yang kini mendekati suadaranya dan Sing Zhao, tanpa basa basi, ia pun langsung memberikan Yan Chao serta Sing Zhao pil penyembuh.


...


Di tempat Assasint bertopeng, ia yang terhempas, kini langsung bangkit.


Blush..!! Bomm..!!


”Siapa? Siapa yang menyerangku secara diam-diam, cepat tunjukkan dirimu yang pengecut itu?” Teriak Assasint bertopeng melihat ke segala arah di area lorong. Tapi apa yang ia lihat saat ini hanyalah puing-puing dari tambang yang hancur.


Bahkan Assasint bertopeng juga sudah tidak menemukan keberadaan Sing Zhao dan Yan Chao.


Blush..!!


“Sialan, siapapun kau, akan ku kejar sampai ke neraka sekalipun,” teriak Assasint bertopreng yang kini semakin di penuhi amarah, saking emosinya, ia sampai menghancurkan area tambang tempatnya berdiri hanya dengan tekanan energi yang ia keluarkan.


Bom bom bom...!! Duarr..!!

__ADS_1


__ADS_2