
“Siapa di sana, keluar kau?” Teriak salah satu pria tua yang bernama Xu Yang Lu yang kini mengambil sikap kuda-kuda siap menyerang sambil mengarahkan pandangannya ke arah lorong bersama ke 9 tahanan lainnya.
Terlihat saat ini Xu Yang Lu dan ke 4 pria tua lainnya berdiri paling depan, sementara 2 pria paruh baya yang seperti berumur 50 tahunan berdiri tepat di belakangnya sambil memegang sebilah cangkul yang ujungnya sengaja di patahkan, sehingga mirip seperti sebuah tombak.
Untuk Shen Ju Guang, Ling Mue dan Sing Zhao berdiri paling belakang sambil memegang alat tambang yang mereka buat layaknya pedang.
...
Sementara di balik lorong yang terlihat gelap, terlihat Zang Wei berdiri sambil menyenderkan tubuh Ma Ling di tepi lorong dan setelah itu, Zang Wei pun langsung melangkah ke ujung lorong.
Tap tap..!!
Melihat yang muncul adalah sosok pemuda, wajah kelima pria tua tersebut awalnya sedikit lega, lantaran mengira pemuda di depannya ini pasti bisa di lumpuhkan.
Bukan hanya kelima pria tua itu saja, kelima 5 sisa tahanan yang berdiri di belakang mereka pun beranggapan sama.
Tapi, rasa lega mereka seketika sirna di saat Zang Wei mulai menyebut nama mereka satu persatu.
“Hoo,, aku tak menyangka jika di sini ada Patriak klan Besar yang telah di hancurkan, Xu Yang Lu.” Ucap Zang Wei sambil tersenyum kecil ke aeah Xu Yang Lu.
Tak lama setelah itu pandangan Zang Wei mengarah ke pria tua yang terlihat paling tua. “Di sini juga ada Tetua Klan Yu Zian yang telah di khianati oleh patriaknya.” Ucap Zang Wei dengan santai.
“Lalu ada Patriak klan Besar Yan Tian bersama 2 tetuanya Yan Chao dan Yan Zhao,” sambung Zang Wei.
Setelah menyebut kelima pria tua yang dulunya cukup terkenal di Benua Tengah, namun menghilang seperti di telan bumi lantaran mereka di hancurkan oleh organisasi misterius.
Kini, pandangan Zang Wei mengarah ke 2 pria paruh baya dan nama ke 2 pria paruh baya bersaudara tersebut.
Mereka adalah Patriak klan Menengah dan Penasehatnya, Fang Gu dan Fang Du.
Zang Wei juga menyebut nama Ling Mue yang berasal dari klan kecil dan Feng Huang seorang ahli bela diri tanpa marga dan seorang ahli bela diri bebas.
__ADS_1
Terahir, pandangan Zang Wei mengarah ke sosok pemuda yang seperti berumur 35 tahunan, tapi usia aslinya adalah 57 tahun.
Cukup lama Zang Wei terdiam, karena saat ia melihat data pemuda tersebut dan klannya, Zang Wei langsung tahu orang tersebut adalah ayah dari Wen Baozi atau yang kini di kenal Wen Zi.
Nama : Wen Ju Guang ( Nama samaran Shen Ju Guang ) ( Mantan Patriak Klan Wen yang telah jatuh )
Ras : Manusia
Umur : 57 Tahun
Level : Prajurit Tingkat 7 Ahir
Daya Tempur : 80% ( 330% )
Kondisi : Terkena Segel Budak yang membuat dantian ikut di segel, sehinga tidak mampu mengeluarkan kekuatan lebih dari 30%
...
“Hemm..!! Kenapa kau memakai nama samaran Patriak Wen?” Tanya Zang Wei yang langsung membuat ke 9 tahanan lainnya terkejut luar biasa.
Sama halnya dengan patriak Xu, patriak Yan dan Fang juga bertanya kepada Wen Ju Guang.
Mereka tidak mengenal bagaimana wajah dari Patriak Klan Wen, karena patriak Klan Wen pada masa jayanya selalu mengurung diri untuk meningkatkan kekuatannya tanpa mau bertemu siapapun. Jadi wajar saja tidak ada ke 9 tahanan lain mengenalnya.
Sementara Wen Ju Guang yang di tanya, terlihat biasa saja.
“Jangan alihkan pandangan kalian, karena bisa saja pemuda misterius ini menyerang kita di saat kita lengah, aku juga curiga jika dia adalah salah satu dari Jendral Bayangan yang tak lain sekumpulan monster itu.” Ucap Wen Ju Guang memperingati rekannya.
Sontak patriak Xu dan yang lain pun tersadar akan ucapakan Wen Ju Guang.
Mereka pun seketika membuat pormasi 3-2-2-3.
__ADS_1
Patriak Xu, tetua Yu dan Patriak Yan kini berdiri di depan Zang Wei dalam jarak kurang lebih 5 meter. Lalu Tetua Yan Chao dan Yan Zhao langsung bergerak dan berdiri di samping kiri kanan Zang Wei.
Dua lainnya yaitu Patriak Fang Gu dan tetua Fang Du berdiri di belakang ketiga pria tua dan terlihat siap menyerang dari jarak jauh.
Untuk Patriak Wen dan Feng Huang, mereka terlihat akan bergerak sebagai umpan dan Ming Mue sebagai ahli strategi yang mengarahkan ke 9 rekannya.
...
Zang Wei yang di kepung, bukannya takut atau khawatir, ia malah tersenyum kecil.
“Hoho,, santai dikit, jangan langsung main serang begitu,” ucap Zang Wei mengangkat tangannya.
“Lihatlah, tanganku juga terkena stempel budak biasa, jadi aku juga seorang budak yang bertugas mengangkat apa yang kalian tambang.” Sambung Zang Wei menunjukkan stempel segel budak biasa tanpa adanya jejak formasi yang di tanam.
Melihat segel budak biasa yang tidak bisa di palsukan, langsung membuat ke 10 tahanan menjadi sedikit tenang.
Walau begitu, mereka tetap terlihat waspada, karena mereka sadar jika Zang Wei ini seorang penyusup, tapi belum di ketahui dia ini rekan atau musuh.
“Jadi, apa tujuanmu datang kesini? Karena tidak mungkin kau datang kesini hanya untuk melihat saja, bahkan aku tak yakin kau datang kesini untuk membebaskan kami secara cuma-cuma?” Tanya Ling Mue.
“Hoho,, kau cukup cerdas juga,” ucap Zang Wei tersenyum kecut.
“Awalnya sih niatku ingin memanfaatkan kalian, tapi niatku langsung sirna setelah melihat dia,” sambung Zang Wei menunjuk ke arah Wen Ju Guang sambil menatapnya dengan hangat.
Mendengar ucapan dan tatapan tatapan hangat Zang Wei, membuat ke 9 tahanan mengerutkan keningnya dan berpikir dalam hati. “Apakah pemuda ini mengenal patriak Wen?”
Sementara Wen Ju Guang hanya bisa mengerutkan keningnya. Karena penasaran ia pun bertanya.
“Apakah sebelumnya kita pernah bertemu dan apakah kau mengenalku?” Tanya Wen Ju Guang.
Hem hem..!!
__ADS_1
Terlihat Zang Wei menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mengenalmu, tapi aku mengenal kedua putra putrimu yang kini ada bersamaku dan telah aku anggap anggota keluargaku. Untuk meyakinkan, namanya adalah Wen Baozi dan Wen Yu Ning.” Ucap Zang Wei yang langsung membuat Patriak Wen Ju Guang seketika terjatuh sambil meneteskan air matanya.
Bruk..!!