Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Memanfaatkan Mu Lan Jia Yang Memiliki Hutang


__ADS_3

Zang Wei pun menerimanya, setelah itu ia langsung melirik ke arah Zhao Hu dan Topeng Emas. “Ayo kita berangkat,” aja Zang Wei yang di angguki oleh Topeng Emas dan Zhao Hu.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Setelah melihat Tuan mudanya menjauh bersama Topeng Emas, Zhao Hu dan Mu Lan Jia. Terdengar sebuah suara yang berasal dari Wen Zi.


“Keluarlah, waktunya kita bekerja,” ucap Wen Zi.


Tap tap..!!


Tak lama muncul 5 bawahan Wen Zi yang sengaja ia bawa atas perintah Tuan mudanya, dengan alasan untuk melakukan pelatihan.


“Kakak pertama, apa tidak apa-apa kita membunuh begitu banyak orang?” Terdengar suara orang yang di panggil saudara kedua.


Wajah dari saudara kedua sedikit pucat, karena ini baru pertama kalinya ia membunuh seperti ini, apalagi membunuh orang yang terluka.


“Hem hem..!! Aku juga takut jika ada yang mencari kita, apa sebaiknya kita kabur saja kakak pertama,” sambung saudara terkecil dengan tubuh gemetaran ketakutan.


...


“Hemm..!! Bukankah aku sudah memberitahu kalian semalam, jika kalian ingin menjadi seorang Alhi Bela Diri, maka bersiap saja antara di bunuh atau membunuh. Jadi biasakan diri kalian mulai saat ini, karena kalian telah memasuki dunia Kultivator, dunia yang memaksa kita kejam demi melindungi anggota keluarga kita.” Ucap Wen Zi dengan nada datar.


Glek..!!


Kelima bawahan Wen Zi langsung menelan ludah, mereka pun saling melirik satu sama lain dengan wajah ragu.

__ADS_1


“Jika kalian ingin hidup, maka kuatkan mental kalian, jika kalian tidak ingin di pandang rendah lagi, maka bertambah kuatlah. Jangan menjadi seorang pengecut,” teriak Wen Zi dengan nada dingin.


Seketika ke 5 bawahan Wen Zi langsung tersadar di sertai mendapat sedikit dorongan dari ucapan kakak pertama mereka.


“Bagus, jika kalian sudah sadar diri, maka waktunya kita bekerja,” ucap Wen Zi saat melihat bawahannya menetapkan tekad mereka.


“Saudara ke 2 dan ke 4, kalian bakar semua pos yang ada di Gunung ini. Lalu saudara ke 3, dan ke 6, kalian bakar semua mayat yang telah kita kumpulkan,” sambung Wen Zi yang langsung memberikan perintah bawahannya.


Sontak keempat bawahan Wen Zi yang di sebut namanya langsung melesat ke dua arah berbeda.


“Baiklah, untuk mu saudara ke 5, bantu aku membakar Mansion ini dan sebagian hutan,” ucap Wen Zi melirik ke arah saudara ke 5.


Saudara ke 5 pun mengangguk dan langsung bergerak mengikuti Wen Zi.


...


Tap tap..!!


“Baiklah, saatnya kita pergi,” ajak Wen Zi yang di angguki para wanita dan semua kelima bawahannya.


Terlihat juga ada sosok pria yang di penuhi luka kini terikat rantai dan di jadikan tahanan oleh Wen Zi.


Wen Zi menemukannya di saat ia ingin membakar sebagian hutan. Sosok tersebut tak lain Dang Xu.


Dang Xu berhasil selamat dari serangan Zhao Hu dengan berpura-pura mati. Namun di saat ia ingin melarikan diri, ia bertemu Wen Zi.


Alhasil, Wen Zi dan Dang Xu pun bertarung, tapi karena Dang Xu sedang terluka, Dang Xu pun di kalahkan dengan mudah Wen Zi.

__ADS_1


...


Setelah merasa semua jejak benar-benar hilang, kini terlihat kelompok Wen Zi melangkah pergi dengan cara memutari Gunung untuk menutupi jejak.


***


Sore Hari.


Tap tap..!!


Kini kelompok Zang Wei terlihat baru sampai Kota Han.


“Apa benar kau tidak ingin ikut ke tempat kami dulu?” Tanya Zhao Hu melirik Zang Wei.


Zang Wei pun menggelengkan kepalanya. “Lain kali saja, aku harus kembali untuk melihat seseorang terlebih dahulu,” ucap Zang Wei dengan wajah ramah, namun berbeda di dalam hatinya. “Enak saja, selesaikan saja sendiri masalah internal kalian, kenapa aku harus repot-repot ikut membantu kalian, membuang-buang waktu emasku saja,” dengus Zang Wei dalam hati.


“Aha,, baiklah, sekali lagi terimakasih karena telah menyelamatkan ku Tuan Zang, jika begiti kita berpisah di sini,” ucap Topeng Emas terlihat membungkukkan badannya dengan tulus.


“Sampai jumpa di lain waktu Tuan Zang,” sambung Zhao Hu tak mau kalah menyapa Zang Wei sambil melambaikan tangannya dan langsung melangkah pergi bersama Topeng Emas.


Tap tap..!!


Mu Lan Jia juga terlihat ingin mengikuti Zhao Hu dan Topeng Emas, tapi langkahnya di hentikan oleh suara Zang Wei.


“Mau kabur kemana kau nenek tua, hutangmu belum lunas ya, jadi jangan berani-berani kabur,” dengus Zang Wei.


“Nenek tua?” Tanya Mu Lan Jia seketika memasang wajah memerah penuh amarah.

__ADS_1


“Siapa yang nenek mu hah, aku ini masih gadis sialan,” teriak Mu Lan Jia dan langsung menjulurkan tangannya ingin mencekik Zang Wei. Tapi kedua tangan Mu Lan Jia terhenti depat di depan leher Zang Wei.


“Hehe,, kau sungguh nenek yang baik hati ya, bilang dong jika ingin membantuku menggendong adik ku. Ini jaga adik ku baik-baik ya,” kekeh Zang Wei yang sebenarnya telah merencanakan ini dari awal, sehingga ia tidak ingin membiarkan Mu Lan Jia pergi.


__ADS_2