
“Hemm..!! Kalian pasti kelelahan berlari tanpa istirahat, jadi ikuti aku, di sana sudah ada makanan menanti kalian untuk menghilangkan rasa lapar kalian.” Ajak Zang Wei sambil memandang para wanita dan menepuk pundak Wen Zi agar ia tersadar.
Tap tap..!!
Mendengar itu, Wen Zi pun terlihat menghela nafas, karena ia tak menyangka jika Tuan mudanya sudah mempersiapkan ini.
“Tunggu apa lagi, ayo ikuti Tuan muda,” ajak Wen Zi melihat ke arah para wanita.
Para wanita pun langsung mengangguk sambil mengikuti Zang Wei dan Wen yang melangkah lebih dahulu.
Tap tap..!!
Setelah berjalan selama kurang lebih 5 menitan, kini langkah Zang Wei terhenti di sebuah bangunan yang terlihat seperti Mansion.
Wen Zi yang melihat bangunan tersebut, hanya bisa menganga tak percaya, jika Tuan mudanya menyiapkan bangunan yang begitu megah.
“Ayo masuk,” ajak Zang Wei yang terlihat melangkah ke dalam Mansion.
Tap tap..!!
Setelah Zang Wei masuk, pandangan pertama yang ia lihat adalah para pelayan yang sedang menyiapkan banyak makanan serta Pemimpin Kota yang duduk menunggu kedatangan Zang Wei.
“Ooh,, kau sudah datang Tuan Zang,” ucap Han Liu Sheng menyapa Zang Wei.
“Hemm..!! Dan terimakasih telah menerima permintaanku untuk menyiapkan sebuah tempat untuk ku,” balas Zang Wei tersenyum hangat.
Tap..!!
Zang Wei pun langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Han Liu Sheng.
“Haha,, permintaan ini tidak ada apa-apanya Tuan Zang, malah aku sangat senang bisa membantu anda, terlebih lagi dengan membantu anda ini, aku beranggapan telah melakukan investasi,” ucap Han Liu Sheng tertawa bahagia dan terlihat terang-terangan tujuannya membantu Zang Wei.
__ADS_1
Zang Wei yang mengetahui jika Pemimpin Kota cukup cerdas, karena ia juga bisa berteman dengan Zhao Hu, kini terlihat mengeluarkan seutas senyum liciknya, tanpa di sadari oleh Han Liu Sheng.
“Ooh,, jadi anda pasti sudah mendengar dari Tuan Zhao Hu jika saya telah membuat Bisnis Properti seperti Jual beli Bangunan, tanah, dan itu di mulai dari Kota Han ini bukan.” Ucap Zang Wei melirik Han Liu Sheng.
“Dan saya bekerjasama dengan Tuan Zhao Hu, di masa depan tujuan saya membangun setiap kantor cabang di setiap kota untuk Bisnis ini, bersamaan dengan itu, di dalam Kantor Cabang, akan ada jual beli informasi juga.” Sambung Zang Wei.
“Jadi, langsung saja ke intinya, berapa banyak Dana yang ingin anda Investasikan kepada saya?” Tanya Zang Wei yang terlihat sudah merencanakan ini setelah pertemuannya dengan pemimpin Kota.
Pemimpin kota yang mendengar itu langsung tersenyum bahagia.
Saat ini, dalam hatinya ia sangat yakin jika Bisnis yang Zang Wei jalankan ini akan sukses besar hingga menyebar ke seluruh Benua Barat. Terlebih lagi di setiap Cabangnya nanti akan ada kerja sama dengan Topeng Emas untuk membuat tempat jual beli informasi.
“Hemm..!! Aku tidak bisa memberitahu anda saat ini Tuan Zang, karena aku harus kembali ke Klan untuk mendiskusikan ini kepada Patriak Klan Han,” ucap Han Liu Sheng terdengar serius.
“Tapi saya janji jika Dana yang akan saya investasikan akan sangat besar. Namun sebelum itu, berapa persen saham yang akan saya dapatkan dari Bisnis ini?” Tanya Han Liu Sheng.
Zang Wei yang mendengar itu langsung mengangkat tangannya dan menunjukkan 1 jari.
“Mungkin 10%, tapi itu tergantung dari nilai yang anda investasikan, dan selain dari nilai saham yang 10% anda dapatkan, anda juga mendapat banyak bonus, seperti Token untuk bisa mengakses informasi di setiap cabangnya dan juga potongan harga Bangunan di setiap kali anda ingin membeli menggunakan Token member anda.” Jawab Zang Wei.
Saat Han Liu Sheng ingin mengatakan sesuatu lagi, terlihat Wen Zi mendekati Zang Wei.
Tap tap..!!
“Tuan muda, para wanita sudah menunggu anda untuk ikut makan siang, apa saya harus memberitahu mereka untuk menunggu lebih lama lagi?” Tanya Wen Zi.
“Hemm..!! Kau dengar itu Tuan Han, ayo kita makan terlebih dahulu untuk menghargai para wanita yang telah menunggu kita,” ajak Zang Wei.
Han Liu Sheng pun mengangguk dan langsung mengikuti Zang Wei yang melangkah menuju meja makan.
Tap tap..!!
__ADS_1
***
Di saat Zang Wei makan bersama pemimpin kota, Wen Zi dan para wanita.
Sementara di bagian Timur Kota Han, berdiri sebuah Rumah sederhana yang di rekomendasikan oleh Liu Fei.
Di rumah tersebut di tinggali oleh Ibunya Zang Wei, yaitu Zang Nian.
Setelah di yakini sembuh oleh pemilik Rumah Obat pada pagi Harinya, Zang Nian di izinkan pulang ke rumahnya.
Tapi pada saat itu Zang Nian bingung mau pulang kemana, karena rumahnya telah hancur di Desa Hujan.
Beruntung Zang Wei yang sudah merencanakan untuk membuat rumah tempat ia dan keluarganya tinggal. Jadi Zang Wei langsung menjelaskan jika ia sudah membeli rumah di kota Han yang berada di timur kota.
...
Tap tap..!!
“Apa Wei'er belum pulang nona Lan?” Tanya Zang Nian terlihat keluar dari pintu dan menuju ke taman kecil di halaman belakang rumahnya.
Mu Lan Jia yang sedang duduk sambil bermain bersama Zang Tian di tepi danau buatan pun melirik ke arah Zang Nian.
“Huh,, jangan aku Nona Bu, panggil saja Lan'er oke, dan anggap saja aku ini putrimu juga, karena usiamu jauh lebih tua dariku,” ucap Mu Lan Jia terlihat cemberut.
Zang Nian yang mendengar itu, seketika menghentikan langkahnya.
“Hais nak, kau ini sudah tua loh, tapi tingkahmu sama seperti Wei'er. Apa perlu sampai bertingkah seperti ini, agar kau ingin aku restui?” Tanya Zang Nian yang sudah tahu niatan terselubung Mu Lan Jia dari tatapan matanya.
Zang Nian tentu tahu, karena ia telah hidup selama 120 tahun dan telah mengalami banyak pengalaman hidup dan mati, serta manis dan pahit, ia juga tahu sifat-sifat beberapa manusia dari pandangan mata dan raut wajah.
“Hehe,, itu ibu tahu. Jadi apakah kau sudah bisa merestuiku bersama Zang Wei Bu?” Tanya Mu Lan Jia dengan tidak tahu malu. “Yah walau usiaku dengan Zang Wei sangat jauh, tapi ibu tahu bukan jika jodoh itu tidak memandang usia.” Sambung Mu Lan Jia sambil memasang wajah bersinar cerah ke arah Zang Nian yang sedang berdiri sambil melihat tangannya dan memangkunya di dadanya.
__ADS_1
“Hemm..!! Itu terserah Wei'er, jika dia mencintaimu, maka jalani saja dahulu sampai Wei'er berusia 20 tahun baru menikah, tapi jika ia tidak mau, maka Ibu tidak bisa memaksa Wei'er menikah denganmu,” ucap Zang Nian sambil mengulurkan tangannya untuk mengambil Zang Tian.
“Hihi,, ini pasti sebuah isyarat dari Ibu, aku harus membuat Zang Wei jatuh cinta kepadaku samapai ia berusia 20 tahun, jadi waktu yang aku butuhkan 5 tahun, itu sangatlah banyak,” gumam Mu Lan Jia terlihat sangat bahagia dan bersemangat.