
“I..Ini,” gumam Zang Wei tersenyum bahagia serta terlihat sangat tulus, tepat setelah ia membaca isi surat tersebut.
...
Apa yang tertulis di dalam selembaran surat tersebut adalah. “Nak, adik mu Tian'er sudah bisa bicara dan berjalan, dia selalu mencarimu dalam beberapa hari ini. Jadi jika kau punya waktu luang, sesekali pulanglah untuk menemui adikmu, dia sangat merindukanmu.”
Bukan hanya itu saja, Zang Wei juga membaca surat yang ada di baliknya dan bertulis, jika rumahnya telah pindah ke rumah pertama mereka yang ada di Desa Hujan. Jadi jika Zang Wei pulang, maka ia akan langsung tahu harus pulang kemana.
...
Tap tap..!!
Merasa semua yang ada di Kota Janghu telah selesai, terlihat Zang Wei langsung bangkit dari tempat duduknya.
“Perhatian semuanya, bagi kalian yang ingin ikut pulang bersamaku, maka berkemaslah dalam waktu 20 menit, karena aku akan pulang dalam setengah jam lagi.” Ucap Zang Wei dengan nada bahagia.
...
Brak..!!
Dalam sekejap semua bawahan Zang Wei langsung bangkit dari tempat duduk mereka.
“Kami sudah siap Tuan muda,” teriak semua bawahan Zang Wei dengan nada girang.
Tap tap..!!
Di antara semua orang, terlihat Mu Lan Jia lah yang paling bahagia saat ini, saking bahagianya, ia langsung menghampiri Zang Wei.
“Apa kita akan pulang ke kota Han?” Tanya Mu Lan Jia dengan wajah berbunga-bunga.
“Hemm..!! Jadi bersiap-siaplah,” jawab Zang Wei sambil melirik Mu Lan Jia.
Mu Lan Jia pun langsung melesat ke arah Ling Mue dan menyeretkan keluar bersama.
***
__ADS_1
20 menit berlalu.
Setelah masalah pembagian hasil jarahan selesai, terlihat Zang Wei duduk bersama Bai Xin, Pangeran Ming, Patriak Xu, Yan dan Fang.
“Jadi kau memanggilku untuk memberitahu jika kau akan pulang?” Tanya Bai Xin terlihat memasang wajah lesu.
“Hemm..!! Kau tidak perlu khawatir untuk masalah stok Arak, karena aku sudah menyiapkannya untuk mu di Cabang Bunga Malam, tapi ada batasannya, kau hanya bisa mengambil 2 kendi perhari, tidak boleh melebihi dari 2 kendi.” Ucap Zang Wei yang tahu kenapa wajah saudaranya murung.
Itu bukan karena dirinya, melainkan karna arak buatannya, dan arak tersebut tidak ada yang bisa menyamai rasa serta pengaruhnya yang kuat.
“Hehe,, aku tahu kau memang saudaraku yang terbaik,” ucap Bai Xin yang terlihat tersenyum lebar sambil menggosok-gosok telapak tangannya.
Zang Wei pun hanya membalas dengan anggukan, kini pandangannya mengarah ke Patriak Xu, Yan dan Fang.
“Apa kalian akan ikut atau tinggal di sini selama beberapa hari untuk belajar dari saudara Bai?” Tanya Zang Wei.
Patriak Xu, Yan dan Fang seketika saling melirik satu sama lain.
“Mungkin kami akan menetap di sini untuk menambah pengalaman serta mendapat pencerahan agar bisa menembus tingkatan kami yang sekarang Tuan muda.” Jawab Patriak Xu.
“Itu bagus, jadi belajarlah dengan giat dan serap semua pengetahuan yang di miliki saudaraku sebanyak yang kalian bisa.” Balas Zang Wei dengan anggukan ringan.
“Lalu untuk Pangeran, apa kau akan tetap mengikutiku ke rumah? Atau akan kembali bersama Sang Kaisar dan Raja Ming?” Tanya Zang Wei yang kini mencoba untuk memastikan.
Pangeran Ming yang sedari awal hanya diam pun langsung memasang wajah penuh tekad.
“Tentu saja saya akan mengikutimu saudara Zang, kau juga tahu alasanku mengikutimu bukan.” Jawab Pangeran Ming yang langsung di angguki Zang Wei.
...
“Jika begitu, aku akan langsung pamit sekarang, mungkin kita akan bertemu dalam beberapa bulan atau tahun lagi,” ucap Zang Wei yang terlihat langsung bangkit dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Bai Xin serta yang lain.
Tap tap..!!
Cklek..!!
__ADS_1
Di saat pintu terbuka, terlihat semua bawahan Zang Wei yang ingin ikut ke Kota Han sudah menunggu di depan pintu.
“Apa semuanya sudah siap?” Tanya Zang Wei.
“Tentu saja sudah, jadi ayo kita pulang,” balas Mu Lan Jia dengan nada bahagia.
Tap tap..!!
Terlihat saat keluar dari Pasar Gelap, Bai Xin dan bawahannya mengantar kepergian Zang Wei.
...
2 hari setelah kepergian Zang Wei dari kota Janghu.
Tap tap..!!
“Apa kau orang yang di percaya oleh Nak Zang untuk membahas masalah harga serta penjualan Senjata Tingkat Legenda ini?” Tanya Raja Ming yang terlihat sedang duduk sambil melirik ke arah sosok pria paruh baya berkacamata.
“Salam Yang Mulia, nama saya Liu Fei, Manager pusat Paviliun Bunga Malam, dan apa yang Yang Mulia katakan adalah benar, saya yang di percaya untuk memasarkan Item tersebut ke seluruh Benua.” Sapa Liu Fei yang langsung membungkukkan badannya, serta menjelaskan dirinya siapa.
Raja Ming yang kini duduk dan berada di Cabang Bunga Malam kota Janghu pun mengangguk ringan.
“Duduklah, tidak baik jika Tuan rumah berdiri, sementara tamunya duduk.” Ajak Raja Ming yang sadar jika dirinya adalah tamu.
Liu Fei pun langsung duduk, setelah itu ia langsung mulai membahas masalah harga Item tingkat Legenda, memasarkannya kemana saja.
Bukan hanya itu saja, ada bisnis tambahan yang Liu Fei bahas, yaitu masalah jual beli tanah, bangunan mewah seperti Mansion, menyewakan kediaman khusus untuk liburan para Bangsawan atau orang kaya, membuat penginapan, rumah makan, toko senjata, dan terahir, jual beli informasi.
Setelah semuanya di sepakati oleh Raja Ming, ia terlihat mengeluarkan stempel Kekaisaran yang langsung di berikan oleh Kaisar Ming sehari sebelumnya.
“Baiklah, dengan begini semoga Bisnis kalian lancar, agar pajak yang kalian janjikan kepada Kerajaan dan Kekaisaran juga lancar.” Ucap Raja Ming terlihat menempel stempel tersebut ke sebuah surat perjanjian dan perizinan dalam membuka bisnis yang telah di sepakati.
Tap..!!
Melihat itu, wajah Liu Fei langsung bersinar cerah. “Terimakasih Yang Mulia, saya tidak akan pernah membayangkan jika mimpi saya akan bisa terwujud dalam membuka bisnis di seluruh Benua Barat ini bisa terjadi.” Ucap Liu Fei yang langsung membungkukkan badannya, tapi saat mendapat tidak ada respon, Liu Fei pun mengangkat kepalanya dan melihat Raja Ming Lian Ji sudah tidak ada di tempatnya.
__ADS_1