Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Menyadari Tipuan Kecil Zang Wei


__ADS_3

“Hemm..!! Baiklah, jika begitu kami akan kembali melapor, kalian semua jangan sampai melakukan hal yang tidak-tidak lagi, dan ini adalah peringatan terahir dari Jendral kami.” Ucap Assasint bertopeng yang langsung membalik badan dan melangkah pergi bersama kedua rekannya.


Tap tap..!! Bom..!!


Tepat saat akan melewati lorong, salah satu dari Assasint berjubah merah terlihat melempar belati ke kepala Ma Ling dan langsung membuat kepala Ma Ling meledak.


***


Wuss..!! Tap tap..!!


30 menit berlalu setelah kepergian para Assasint, terlihat Zang Wei muncul dari sisi dinding tempat Ling Mue menambang.


“Mereka akan datang tak lama lagi. Jadi, sebelum mereka menyadari kebohongan kita, kita harus pergi dari sini, tapi setelah menghilangkan segel yang ada di kening kalian,” ucap Zang Wei.


Patriak Xu dan para tahanan lainnya pun mengangguk tanpa banyak tanya.


Tap tap..!!


Terlihat langkah Zang Wei terhenti di tengah-tengah bawahannya.


“Baiklah, kita mulai dari yang terkuat lebih dulu,” ucap Zang Wei melirik ke arah Patriak Xu dan Patriak Wen.


Keduanya pun langsung menghampiri Zang Wei dan berlutut di depannya.


Blush..!!


Tanpa basa basi, Zang Wei langsung menggerakkan tangannya untuk membentuk sebuah formasi.


Dret..!!


Wung wung wung..!!


Tepat setelah pola formasi muncul di bawah tempat Patriak Xu dan Patriak Wen berlutut, sebuah siluet energi langsung menggerogoti tubuh keduanya.


Siluet energi tersebut tak lain pola formasi yang Zang Wei buat.

__ADS_1


Urgh..!! Argh..!!


Secara perlahan pola siluet energi naik ke kening keduanya, dan pada saat itu juga, keduanya langsung berteriak kesakitan.


Bam..!!


Tapi tak lama kemudian, segel yang ada di kening Patriak Xu dan Patriak Wen langsung hancur.


Bruk..!!


Kini terlihat Patriak Xu dan Patriak Wen bersujud di depan Zang Wei, tepat setelah segel di keningnya hancur.


“Terimakasih Tuan muda, saya tidak akan melupakan kebaikan anda.” Ucap Patriak Xu dan Wen dengan nada tulus.


Tapi Zang Wei langsung melambaikan tangannya.


“Kalian tidak perlu berlebihan seperti itu, karena saat ini kita adalah keluarga.” Ucap Zang Wei.


Patriak Xu dan Patriak Wen pun langsung bangkit dan menatap Zang Wei dengan mata berkaca-kaca.


***


5 menit berlalu.


Setelah Zang Wei sudah melepaskan semua segel bawahannya, kini Zang Wei terlihat masuk ke dalam lubang kecil yang di buat oleh Ling Mue dan Sing Zhao.


“Ayo, mereka saat ini pasti baru menyadari jika orang yang ia bunuh tadi adalah anggota klan Jin.” Ajak Zang Wei.


Para tahanan pun langsung mengangguk.


Bom bom..!!


Tepat seperti yang Zang Wei tebak, terdengar suara ledakan dari luar tambang.


...

__ADS_1


Saat ini Assasint bertopeng terlihat di depan sosok Jendral Bayangan, yang tak lain Raja Darah.


Tapi kali ini Raja Darah tidak berdiri seorang diri, ada sosok pemuda bertopeng berdiri di sampingnya.


“Hemm..!! Kenapa setelah kau menjadi semakin kuat, kau malah semakin tumpul Ae Long,” ucap Raja Darah dengan nada tinggi.


Assasint bertopeng atau yang di juluki Assasint Kematian, hanya bisa diam dengan tubuh bergetar.


“Mo..Mohon bunuh saya Jendral, saya telah melakukan kesalahan,” ucap Assasint kematian.


Raja Darah pun terlihat menjawab permintaan Assasint Kematian, karena prinsip Raja Darah, tidak ada yang namanya kegagalan.


Tangan Raja Darah pun langsung terangkat.


“Tunggu dulu kakak, sangat wajar baginya tidak menyadari tipuan ini, karena saya pun butuh beberapa menit untuk menyadarinya, itu artinya penyusup tersebut sangat lihai dalam memanipulasi daerah sekitar dalam sekali pandang.” Ucap Wen Zi yang kini memanggil Raja Darah kakak.


“Dari yang saya amati, orang ini mirip seperti saya, dia memanfaatkan area sekitar yang ia lihat, dengan begitu ia mampu menghapus jejaknya serta membuat topeng kulit untuk menyamarkan dirinya dengan mengorbankan target yang telah ia bunuh sebagai tipuan.”


“Jadi, berikan dia kesempatan untuk menebus kesalahan yang ia perbuat saat ini.” Sambung Wen Zi.


...


Raja Darah yang mendengar ucapan Wen Zi pun semakin kagum akan kecerdasan Wen Zi yang telah ia anggap adiknya.


Ia juga kagum dengan kebijakan Wen Zi dalam menanggapi sesuatu yang menurutnya sedikit sulit.


Sementara Assasint Kematian tersentuh akan kebaikan yang Wen Zi berikan. Ia juga sangat menyesal tidak menemui Wen Zi sebelumnya dan hanya memerintahkan bawahannya untuk mengawasi Wen Zi dulu.


“Haha,, kau sangat bijak Zang'er,” ucap Raja Darah tertawa lebar. “Kau lihat itu, jadi cepat buru mereka, mereka saat ini masih lemah karena segel, jadi aku yakin kau pasti mampu menanganinya.” Teriak Raja Darah melirik ke arah Assasint Kematian.


Assasint Kematian pun langsung bangkit bersama ke 9 rekannya yang masih terlihat berkeringat dingin.


Setelah bangkit, dengan cepat mereka bergerak masuk ke dalam tambang.


Wuss..!! Bom bom..!!

__ADS_1


Setiap area yang kelompok Assasint kematian lewati, langsung mereka hancurkan tanpa pandang bulu, dengan begitu tidak sampai 1 menit, mereka akan sampai ke tempat para tahanan berada.


__ADS_2