
“Siapa yang mengundangmu kesini Lou Sen?” Tanya Wakil Master dengan nada dingin di sertai auranya seketika keluar dari tubuhnya.
Blush..!!
***
Di saat kedua Fraksi bertemu, sementara di kediaman Penetua ke 3.
Terlihat saat ini Penetua ke 3 mencengkram erat leher salah bawahannya.
“Apa kau yakin jika Gunung Naga Api di bakar habis dan juga semua penjaga yang ada di sana tidak di ketahui keberadaannya?” Tanya Penetua ke 3 dengan nada dingin.
“Urghh..!! Benar Tuan, itulah yang saya temui setelah kesana untuk melakukan pemerikasaan rutin setiap minggu, sesuai perintah anda.” Jawab sosok pria berumur 40 tahun dengan tubuh bergetar hebat.
Blush..!!
Mendengar itu, Penetua ke 3 tanpa sadar mengeluarkan energi Iblisnya. Hal tersebut membuat wajah bawahannya menghitam.
Tapi Penetua ke 3 terlihat tidak peduli sama sekali. “Jangan bilang Gua tempat kedua tahanan juga di hancurkan dan kau tidak bisa menemukan mereka berdua?” Tanya Penetua ke 3 menatap bawahannya.
Krak krak..!! Bomm..!!
Kepala bawahan Penetua ke 3 langsung pecah setelah ia melihat bawahannya mengangguk.
Blush..!!
“Sialan,” teriak Penetua ke 3 terdengar melampiaskan amarahnya.
“Jika Master Mu dan Topeng Emas keluar dari sana hidup-hidup, maka semua rencanaku akan berantakan untuk mengendalikan Sekte ini. Bukan hanya itu saja, masalah terbesarnya adalah jika Master Mu memberitahu Kerajaan Bintang identitasku yang sesungguhnya. Karena hanya dia yang mengetahuinya.” Ucap Penetua ke 3 yang kini terlihat memijit keningnya.
Cukup lama Penetua ke 3 berpikir keras, ia pun menatap ke arah Kegelapan.
__ADS_1
“Cari jejak Master Mu dan Topeng Emas, jangan lupa untuk cari jejak siapa yang membebaskan mereka. Setelah kalian menemui jejak mereka, langsung kirim sinyal kepadaku, agar aku langsung kesana untuk membunuh mereka.” Perintah Penetua ke 3.
Blush..!!
Bersamaan dengan Penetua ke 3 selesai bicara, terlihat sekitar 100 sosok Assasint muncul, mereka langsung berlutut.
“Perintah anda adalah Kejayaan Kaisar Agung,” ucap para Assasint dan langsung lenyap.
Entah siapa Kaisar Agung ini, yang pasti sosok tersebut orang yang memberikan Penetua ke 3 perintah untuk datang ke Benua Barat dan mengambil alih salah satu Sekte Besar. Setelah Penetua ke 3 berhasil menyelesaikan misinya, maka akan datang surat perintah lain dari Kaisar Agung ini.
Penetua ke 3 juga tidak datang Benua Barat seorang diri, ia bersama beberapa orang yang di bawah perintah Kaisar Agung. Mereka semua menyebar di Benua Barat dengan tugas yang berbeda-beda.
Jumlah mereka yang di tugaskan ke Benua Barat ada 4 orang yang di juluki Jendral Bayangan oleh Kaisar Agung.
Ke 4 Jendral Bayangan ini selalu bekerja dari balik layar. Mereka jarang memunculkan wujud asli mereka, tugas mereka pun bermacam-macam, salah satunya adalah membuat kecacuan, mengadu domba, dan mengambil alih.
Setiap dari Jendral Bayangan ini memiliki pasukan Bayangan elit berjumlah 2000, dan mereka semua selalu bersembunyi di dekat Pemimpin mereka.
...
Kembali ke Penetua ke 3.
Tidak berhenti sampai di sana saja, ia terlihat memiliki rencana lain.
“Sebelum anggota Kerajaan Bintang kesini untuk meminta penanggung jawaban akan kehancuran desa yang di buat oleh para Binatang Buas, aku harus membuat Lou Sen menjadi Pemimpin Sekte seutuhnya, ini akan memudahkanku untuk memanipulasinya membantah tuduhan tersebut kepadaku dan mengalihkan jika kehancuran desa di lakukan oleh Master Sekte sebelumnya, yaitu Mu Lan Jia.” Gumam Penetua ke 3 terlihat menyeringai lebar.
“Khehe,, di balik kegagalan ini, aku ternyata mendapatkan banyak keuntungan sekaligus,” kekeh Penetua ke 3 di sertai tawa lebar.
Hahaha..!! Hahahaha..!!
***
__ADS_1
Di hari yang sama dan menjelang siang hari.
Terlihat Wen Zi yang di tugaskan membawa para wanita yang tak lain mantan budak, kini sampai di Gerbang Kota Han.
Huh huh huh..!!
“Akhirnya kita sampai Kota Han juga,” ucap saudara kedua terdengar dengan nada lesu.
Bagaimana ia tidak lesu, pasalnya Wen Zi mengajak mereka berjalan memutari Gunung Naga Api melalui Utara. Lalu jika mereka melewati utara untuk sampai Kota Han, maka mereka harus melewati 3 Kota kecil seperti Kota Han dan 2 Kota Sedang yang jauh lebih besar dari Kota Han.
Wen Zi juga melakukan ini untuk menghapus jejak Tuan mudanya, menghapus jejak para wanita yang ia bawa serta membuat beberapa jejak palsu agar musuh tidak dapat menemukan siapa dalang dari hancurnya Gunung Naga Api.
“Kakak pertama, apa kita sudah bisa istirahat?” Tanya saudara ke 6 yang terlihat duduk di tanah, layaknya seorang pengemis.
“Hemm..!! Kembalilah ke tempat kediaman milik Tuan Liu Fei, kalian bisa istirahat di sana dengan sedikit lebih nyaman. Sisanya serahkan kepadaku,” ucap Wen Zi yang terlihat tidak tega melihat para bawahannya saat ini.
Mendengar itu, para keenam saudara Wen Zi seketika memasang wajah bersemangat, tanpa basa basi mereka langsung izin untuk segera pergi.
Mereka tentu saja sangat lelah, lantaran mereka menggendong para wanita yang jumlahnya 20, dan setiap wanita yang kelelahan berlari, maka para saudara Wen Zi akan menurunkan wanita yang ia gendong dan kembali menggendong yang sudah tidak mampu berlari tersebut. Itu terus terulang tanpa istirahat hingga sampai ke Kota Han.
...
Kini Wen Zi yang melirik para wanita juga kelelahan. Wen Zi terlihat bingung saat ini, karena ia belum menerima intruksi dari Zang Wei mau menempatkan para wanita ini dimana, dan juga setahunya Tuan mudanya tidak memiliki tempat tinggal, lantaran Tuan mudanya selalu tinggal di Rumah Obat dan terkadang di penginapan.
Tap tap..!!
“Kerja bagus Wen Zi,” tepat di saat Wen Zi bingung, Zang Wei langsung muncul tepat di belakang Wen Zi, tanpa Wen Zi sadari. Jika Tuan mudanya tidak bicara, maka Wen Zi pasti tidak akan mengetahui Tuan mudanya sudah ada di belakang.
“Hemm..!! Kalian pasti kelelahan berlari tanpa istirahat, jadi ikuti aku, di sana sudah ada makanan menanti kalian untuk menghilangkan rasa lapar kalian.” Ajak Zang Wei sambil memandang para wanita dan menepuk pundak Wen Zi agar ia tersadar.
Tap tap..!!
__ADS_1