Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Memecahkan Diri Menjadi 7 Kelompok Demi Harta Karun


__ADS_3

Setelah beberapa menit berlalu, kini terlihat 1 orang yang menjadi pemimpin kelompok mulai maju ke tempat Tuan muda Wang berdiri, wajah mereka saat ini, rata-rata mengeluarkan senyuman lebar layaknya saling memprovokasi.


Tap tap..!!


“Biarkan aku yang bertanya lebih dulu, karena ini penting bagi kita semua untuk mengetahuinya,” ucap Tetua Xiao yang langsung mengajukan diri untuk bertanya lebih dulu.


Ke 6 pemimpin kelompok pun saling melirik satu sama lain dan tujuan ahir mereka mengarah ke Tuan muda Wang.


“Hemm..!! Jika Tuan muda ku setuju, maka aku akan tentu saja akan setuju, karena yang akan menjawab dia, bukan aku.” Ucap tetua Wang.


“Jika pertanyaanmu memang penting untuk di ketahui oleh kami semua, maka aku akan setuju-setuju saja kali ini.” Sambung tetua Lang.


“Yah, kalau mereka berdua setuju, maka aku akan ikut setuju,” celetuk tetua Cang dan tetua Jang serempak.


Dan sisa kedua tetua yang menjadi pemimpin kelompok terlihat mau tak mau ikut setuju setelah 4 dari pemimpin kelompok ikut setuju.


Kini tetua Xiao pun mengangguk puas melihat ajuannya di setujui, ia pun kini melirik ke arah Tuan muda Xiao yang belum bicara sama sekali.


“Ajukan saja pertanyaan anda tetua Xiao,” ucap Tuan muda Wang.


“Jika begitu aku akan langsung saja ke intinya. Sebanyak apa para penjaga tambang itu? Dan apakah para penjaga tambang mempunyai pos masing-masing?” Tanya Tetua Xiao.


Mendengar pertanyaan tetua Xiao, membuat para pemimpin kelompok langsung sadar arti dari pertanyaan tetua Xiao.

__ADS_1


Mereka pun langsung melirik ke arah Tuan muda Wang dengan wajah penasaran.


“Hemm..!! Jika aku tidak salah hitung, saat aku menuju ke lokasi tambang terluar saja, jumlah pos yang aku lewati lebih dari 10, dan itupun masih lokasi tambang terluar, untuk lokasi tambang terdalamnya, aku tidak tahu berapa pos penjaganya, karena aku lebih dahulu ketahuan sebelum aku masuk lebih dalam.” Jawab Tuan muda Wang.


Mata tetua Xiao dan para pemimpin kelompok seketika bersinar mendengar itu, jika jumlah pos penjaga luarnya saja sudah sebanyak itu, itu artinya tambang tersebut memang sangat besar dan jumlah hasil tambangnya pasti sangat berlimpah.


“Jika begitu, biarkan aku mengajukan pertanyaan kedua.” Ucap tetua Wang mengangkat tangannya dan di setujui oleh para pemimpin kelompok.


“Apa Assasint yang mengejar Tuan muda adalah seorang Assasint yang terbilang asing atau berbeda dari para assasint Benua Barat? Jika iya, bisa beritahu saya kekuatan rata-rata mereka atau cara mereka dalam bergerak maupun menyerang?” Tanya tetua Wang dengan nada serius.


“Jubah yang mereka kenakan itu seperti sebuah pelindung, karena saat aku mencoba menyerang, mereka sama sekali tidak menghindar dan tidak terluka setelah terkena seranganku. Bukan hanya itu saja, kecepatan mereka sangat mengerikan dan cara mereka melempar belati sangat akurat, hal itulah yang membuat tubuhku di penuhi luka tusukan.” Jawab Tuan muda Wang.


“I..Ini, itu artinya tebakanku benar jika para Assasint ini pasti berasal dari Benua Selatan, karena Benua Selatan terkenal dengan para Assasint mereka yang kuat dan ahli dalam membunuh. Rata-rata para Assasint yang berasal dari Benua selatan juga bekerja sebagai organisasi pembunuh bayaran.” Ucap Tetua Wang.


...


Setelah semua pemimpin kelompok bertanya, kini terlihat mereka semua kembali ke tempat mereka masing-masing.


Beberapa dari mereka pun langsung memikirkan cara untuk menghadapi organisasi Assasint pembunuh bayaran yang mereka kira berasal dari Benua Selatan.


Mereka juga berpikir bagaimana cara menangani klan Jin.


...

__ADS_1


Di tempat tetua Wang.


“Apa yang paling kita khawatirkan saat ini sebenarnya klan Jin tetua, bukan Tambangnya, karena menurutku, klan Jin ini pasti menyembunyikan para Ahli bela diri bayaran tingkat tinggi, bahkan menurutku, ada tingkatan yang lebih kuat dari tetua bersembunyi di sana.” Ucap Tuan muda Wang.


Mendengar itu, tetua Wang pun terdiam, karena jika apa yang Tuan mudanya katakan memang benar, maka ia harus memikirkan cara untuk jangan sampai menghadapi ahli bela diri itu, itu sama saja dengan bunuh diri menurutnya.


“Lalu apakah anda punya saran Tuan muda?” Tanya tetua Wang sambil melirik ke arah Tuan mudanya.


“Tentu saja ada, biarkan saja mereka menyerang klan Jin, tempat tambang. Sementara kita akan mengajukan diri menyerang kediaman pemimpin kota.” Ucap Tuan muda Wang menyeringai lebar.


“Lalu pada saat setiap kelompok yang menyerang tambang sudah banyak yang mati dan kelelahan, maka kita akan muncul untuk membunuh mereka semua. Dengan begitu, kitalah yang mengklaim tambang tersebut. Bagaimana? Rencana yang sempurna bukan,” sambung Tuan muda Wang yang langsung di acungkan jempol oleh para sekutunya.


...


Di tempat tetua Cang, tetua Jang, tetua Lang dan tetua Xiao, mereka saat ini berpikir hal yang sama, bagaimana mereka bisa membuat saingan mereka mau menyerang Klan Jin, dan kediaman pemimpin kota, sementara mereka menyerang area Tambang.


Mereka juga berpikir jika saingan terberat mereka adalah klan Wang.


Tap tap..!!


“Aku akan mengajukan diri menyerang kediaman pemimpin kota, jadi kalian enam kelompok akan membagi masing-masing 3 kelompok menyerang area Tambang dan klan Jin.” Teriak Tetua Wang yang langsung mengambil inisatif untuk cepat-cepat memberitahu keenam kelompok saingan mereka.


Mendengar itu, wajah para pemimpin dan sekutunya langsung tersenyum lebar, mereka terlihat tidak peduli akan rencana busuk tetua Wang, karena yang ada di pikiran mereka saat ini adalah bagaimana cara mereka menyingkirkan kelompok saingan mereka yang lain.

__ADS_1


...


__ADS_2