Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Menugaskan Wen Zi dan Kembali Ke Kota Han


__ADS_3

“Hemm..!! Tunggu 5 menit lagi, maka akan datang seseorang yang bertugas membawa mereka,” ucap Zang Wei sambil melihat ke arah langit, lebih tepatnya melihat trik Matahari.


Wuss..!! Tap tap..!!


Benar saja, setelah 5 menit berlalu, terlihat sosok pemuda kekar muncul dari balik pohon sambil menggendong sesuatu di punggungnya.


“Tuan muda, saya sudah membereskan semua mayat penghuni Gunung ini dan juga melepaskan beberapa Bandit yang berhasil selamat,” ucap Wen Zi sambil berlutut di depan Zang Wei.


Terlihat Wen Zi juga tidak peduli dengan orang sekitarnya, ia hanya fokus kepada Tuan mudanya.


Mendengar itu, Zang Wei pun mengangguk puas akan kinerja Wen Zi.


Malam hari sebelum berangkat ke gerbang kota untuk menemui Zhao Hu, sekitar pukul 02.00 Zang Wei terlebih dahulu menemui Wen Zi pada saat itu.


Setelah menemui Wen Zi, Zang Wei memberinya tugas tambahan kepada Wen Zi, yaitu membunuh sisa-sisa musuh yang terluka dan mengubur semua mayat bandit. Zang Wei juga menyuruh Wen Zi melepaskan beberapa bandit yang berhasil selamat, asal identitas Wen Zi tidak di ketahui.


...


Kembali ke Zang Wei.


“Kerja bagus, kini ada tugas tambahan untukmu. Tolong bawa semua para wanita ini ke kota Han, selebihnya kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan,” ucap Zang Wei melirik Wen Zi.


Wen Zi pun mengangguk.


“Tenang saja Tuan muda, saya akan menghapus jejak para wanita ini serta semua jejak anda bersama yang lain dengan cara membakar Mansion ini dan sebagian hutan,” ucap Wen Zi tegas.


Zang Wei pun menganggukkan kepalanya dan langsung mengulurkan tangannya untuk mengambil adiknya.

__ADS_1


Tepat di saat Zang Wei mengangkat adiknya, Zang Tian langsung tersadar dan berteriak.


Waa waa..!!


Terlihat Zang Tian kegeringan saat merasakan tangan kakaknya, hal tersebutlah yang membuat Zang Tian bangun.


“Hoho,, kau sungguh nakal Tian'er,” ucap Zang Wei tersenyum bahagia ke arah adiknya.


Melihat Zang Wei tersenyum lepas, membuat Mu Lan Jia menganga tak percaya.


Karena saat ia bersama Zang Wei di dalam gua, ia tahu sifat seperti Zang Wei ini sangat licik dan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Korbannya pun dirinya sendiri.


Tapi saat ini, dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Zang Wei bisa tersenyum tulus seperti itu, yang membuat Mu Lan Jia berpikir dan yakin jika bayi berusia 1 tahun yang Zang Wei gendong adalah putranya.


...


Entah kenapa, Mu Lan Jia merasa hatinya sakit dan detak jantungnya berdetak lebih cepat saat ia melihat Zang Wei menggendong bayi.


“Bukan, dia adik ku,” jawab Zang Wei dengan nada tak kalah kesal.


Zang Wei kesal karena merasa dirinya di pandang tua, bahkan di anggap sudah menikah. Padahal usianya baru 15 tahun.


Mendengar itu, wajah kesal Mu Lan Jia berubah menjadi senyum sumringah. Tapi tak lama, wajah Mu Lan Jia berubah tegang.


“Eeh,, apa tadi aku cemburu dan apa aku sedang jatuh cinta?” Gumam Mu Lan Jia seketika tersadar dengan tingkahnya beberapa saat yang lalu.


Pandangan Mu Lan Jia pun melirik ke arah Topeng Emas dan Zhao Hu.

__ADS_1


Terlihat jelas keduanya langsung mengalihkan pandangan sambil tersenyum kecil. Karena mereka sadar jika Master Sekte Harimau Hitam saat ini sedang jatuh cinta.


“Si..Sialan, ini bukan seperti yang kalian lihat,” ucap Mu Lan Jia dengan nada kesal ke arah Topeng Emas dan Zhao Hu.


“Dan kau,” teriak Mu Lan Jia ke arah Zang Wei yang terlihat bingung. “Huh, awas saja kau,” sambung Mu Lan Jia dan langsung melangkah pergi.


...


“Eeh,, apa yang terjadi dengannya?” Tanya Zang Wei bingung dan penasaran dengan tingkah Mu Lan Jia.


Kini pandangan Zang Wei mengarah ke Topeng Emas dan Zhao Hu.


Keduanya hanya mengangkat bahu sambil berkata. “Cari tahu saja sendiri,” ucap Topeng Emas di sertai senyuman kecil.


Huh..!!


Melihat jawaban yang Topeng Emas berikan, membuat Zang Wei semakin penasaran, ia pun melirik ke arah Wen Zi.


Wen Zi juga sama dengan Zang Wei, ia bingung karena ia tidak tahu kejadian apa yang Tuan mudanya dan wanita itu alami sebelumnya, sehingga membuat wanita yang memarahi Tuan mudanya dan langsung pergi.


...


Karena tidak menemukan jawaban, Zang Wei pun langsung berpamitan kepada Wen Zi.


“Baiklah, jika begitu aku pergi duluan, akan ku tunggu kau di kota,” ucap Zang Wei dan langsung di angguki Wen Zi sambil memberikan sebuah selembaran kertas yang telah Wen Zi lipat.


Zang Wei pun menerimanya, setelah itu ia langsung melirik ke arah Zhao Hu dan Topeng Emas. “Ayo kita berangkat,” aja Zang Wei yang di angguki oleh Topeng Emas dan Zhao Hu.

__ADS_1


Dret..!! Wuss wuss..!!


__ADS_2