
“Apa yang di katakan Gege memang benar, alangkah baiknya jika kita pergi dulu dari tempat ini, karena tempat ini sebentar lagi akan runtuh.” Ucap Pangeran Ming sambil menunjuk ke arah atas, dimana tanah mulai berjatuhan secara perlahan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Tap tap..!!
Setelah naik ke permukaan, terlihat Raja Ming, Pangeran dan para Patriak tidak langsung pergi dari area klan Jin.
Kini pandangan mereka mengarah ke lubang yang sangat besar.
“Hemm..!! Ada apa? Apakah ada yang salah dengan lubang ini?” Tanya Patriak Xu yang terpaksa ikut berhenti, lantaran Raja Ming berhenti lebih dulu.
Raja Ming pun mengangguk ringan. “Hemm..!! Aku takut jika kita tidak menghancurkan lubang ini, maka akan ada beberapa Ahli bela diri tanpa nama yang masuk ke dalam sana dengan berpikir di sana pasti ada harta peninggalan klan Jin.” Ucap Raja Ming terdiam sesaat.
“Yang aku khawatirkan adalah jebakan yang ada di bawah sana pasti ada yang belum hancur sepenuhnya. Lalu jika orang-orang yang turun rata-rata Ahli bela diri tingkat rendah, itu sama saja dengan mereka turun ke Neraka.” Sambung Raja Ming yang tidak ingin Rakyatnya mati hanya karena keserakahan mereka.
Tap tap..!!
“Jika begitu ayo cepat hancurkan lubang ini, karena kita tidak bisa berlama-lama di sini.” Ajak Patriak Yan yang terlihat tidak sabar untuk kembali dan bertemu Tuan mudanya.
Raja Ming dan Patriak Xu pun langsung mengangguk setuju sambil melangkahkan kaki mereka ke 3 arah berbeda, karena dengan begitu menghancurkan lubang tersebut jauh lebih mudah dari satu tempat saja.
***
Wuss..!! Tap tap..!!
Sementara Raja Darah yang menggunakan teleportasi, kini terlihat muncul tidak jauh dari lokasi Dermaga.
__ADS_1
“Sial, beruntung aku cepat mengaktifkan token Teleportasinya, jika terlambat sedikit saja, maka aku akan membeku dan hancur.” Umpat Raja Darah yang kini melirik lengan kanannya yang telah membeku dan secara perlahan meleleh.
Anehnya, Raja Darah tidak bisa memulihkan lengan kanannya ini. Jalan satu-satunya adalah memotong lengannya dan menumbuhkannya kembali.
Crash..!!
Bruk..!!
Terlihat wajah Raja Darah sangat dingin di saat ia memotong lengannya. Ia merasa sudah di permalukan ke sekian kalinya oleh Raja Ming serta para Patriak dari Benua Tengah.
Tepat di saat Raja Darah sedikit kehilangan kendali, terlihat para Assasint muncul di depan Raja Darah.
Tap tap..!!
“Apa kau baik-baik saja kak?” Tanya Wen Zi sambil memasang wajah khawatir.
Raja Darah yang auranya sudah keluar selama beberapa detik, kini langsung lenyap setelah ia mendengar suara adiknya yang penuh dengan rasa khawatir.
Melihat itu, Wen Zi pun terkejut, karena ini pertama kalinya ia melihat tangan bisa tumbuh kembali. Tapi dengan cepat Wen Zi pulih dan tidak bertanya lebih banyak.
...
“Jadi bagaimana? Apakah hanya 1 saja bawahanmu yang mati?” Tanya Raja Darah yang kini melirik Assasint bertopeng.
Tubuh Assasint bertopeng pun sedikit bergetar saat Tuannya sadar jika bawahannya yang kembali hanya 8 orang saja.
Tapi ketakutan Assasint bertopeng langsung sirna setelah mendengar ucapan Tuannya, serta ini pertama kalinya ia mendengar Tuannya memuji dirinya selama ia mengikuti Tuannya.
“Itu bagus, kau sungguh beruntung mengikuti intruksi dari adikku, jika kau saja yang kesana bersama bawahanmu, maka aku yakin akan lebih banyak yang mati.” Ucap Raja Darah menepuk pundak Assasint bertopeng.
__ADS_1
“Kau juga luar biasa, aku yakin jika kau bertarung di bawah intruksi adikku, maka kita pasti yang akan menjadi pemenang antar Assasint yang di bawah kepemimpinan Jendral Bayangan.” Sambung Raja Darah.
...
“Eeh,, apakah Assasint yang di pimpin oleh kakak akan bertarung satu sama lain dengan Assasint yang di pimpin oleh Jendral Bayangan lainnya?” Tanya Wen Zi yang langsung mengartikannya secara sederhana.
“Hemm..!! Aku lupa memberitahumu jika Organisasi kita ini memiliki lebih dari 20 Jendral Bayangan, dan setiap jendral bayangan nantinya akan mengirim Assasint terbaik mereka untuk bertarung menjadi siapa yang terbaik.” Ucap Raja Darah melirik ke arah Wen Zi.
“Turnamen ini di lakukan untuk melihat siapa Jendral Bayangan terbaik di dalam Organisasi Kabut Malam, dan saat ini kakak mu berada di posisi ke 17.” Sambung Raja Darah tersenyum kecut.
Wen Zi yang mendengar itu pun mengangguk-angguk paham, ia juga baru tahu jika di dalam Organisasi Kabut Malam akan ada Turnamen antar sesama seperti ini.
Setelah merenung sesaat, kepala Wen Zi pun terangkat. “Kakak tenang saja, kali ini adik mu berjanji tidak akan mengecewakanmu dan akan melakukan yang terbaik untuk menaikkan posisimu,” ucap Wen Zi dengan nada penuh tekad.
“Tapi adik mu ini tidak bisa berjanji untuk bisa merebut 3 posisi teratas ya, adikmu hanya berjanji untuk menaikkan posisimu lebih tinggi dari yang saat ini.” Sambung Wen Zi menekankan.
Raja Darah pun langsung tersenyum lebar, inilah yang ia suka dari adik angkatnya. Ia secara blak-blakan berkata jujur dan tidak menjanjikan posisi pasti, tidak seperti orang-orang yang pernah ia temui di masa lalu, rata-rata mereka semua mengatakan akan berjanji merebut posisi pertama, tapi untuk merebut 10 besar saja tidak mampu.
Tentu saja Raja Darah langsung meledakkan kepala orang-orang yang seperti itu tanpa banyak pertimbangan.
Kembali ke Raja Darah.
“Kau memang yang terbaik adik ku, aku sangat beruntung bertemu denganmu di sini dan aku juga tidak salah dalam menilai potensimu.” Ucap Raja Darah terlihat langsung memeluk Wen Zi.
Bruk..!! Urgh..!!
“Sialan, jika saja Tuan muda tidak menyuruhku mencari lebih banyak informasi tentang kalian, mungkin aku akan membunuhmu saat ini, karena ini adalah kesempatan terbaik untuk bisa membunuhmu,” umpat Wen Zi terlihat memasang wajah penuh senyum, tapi dalam hatinya ia di penuhi dendam dan kebencian terhadap Organisasi Kabut Malam.
...
__ADS_1
Setelah memeluk Wen Zi, dengan cepat Raja Darah mengintruksikan Assasint bertopeng untuk memberitahu ke 8 bawahannya agar menyandarkan kapal, serta mengumpulkan para Assasint yang berada di bawah kepemimpinan setiap Assasint kematian, karena mereka harus kembali ke pusat Organisasi Kabut Malam saat ini.
Dret..!! Wuss wuss..!!