
“Hooh,, aku juga ingin melihat apakah wajahmu akan tetap seperti itu setelah ini,” balas Zang Wei terlihat tak kalah menyeringai lebar.
Dret..!! Blush..!!
Seketika Zang Wei langsung memasang kuda-kudanya tanpa celah, terlihat kaki kiri Zang Wei maju ke depan dan kaki kanan mundur sejauh 2 telapak kaki di sertai sedikit membungkukkan badannya dan juga sedikit memajukan dadanya ke depan.
Terlihat juga tangan kiri Zang Wei mengarah ke pinggang kirinya, seolah ia memegang pedang dengan kedua tangannya.
Melihat kuda-kuda Zang Wei yang aneh, malah membuat Wu Jie tertawa terbahak-bahak.
Pfftt..!!
Hahaha..!!
Hahaha..!!
“Apa-apa gayamu ini bocah, sungguh lucu,” ejek Wu Jie.
“Dimana juga pedang atau senjatamu, ayo perlihatkan kepadaku. Jadi jangan melucu seperti ini,” sambung Wu Jie yang terlihat masih tertawa meremehkan.
Huuff..!! Hoss..!!
Zang Wei yang terdengar menarik nafas secara perlahan, kemudian menghembuskannya, kini memancarkan aura yang sedikit berbeda.
Blush..!!
Tak lama setelah aura di sekeliling Zang Wei berubah drastis, muncul sebilah pedang bewarna putih dengan gagang bewarna biru dengan lambang Naga di ujung gagangnya.
“Huuff,, terimalah kematianmu sampah,” ucap Zang Wei terdengar datar.
Tanpa basa basi Zang Wei langsung mengayunkan pedang Angin Kematian yang telah di aliri oleh seluruh energi Qi'nya.
Slash..!!
Blush..!!
Mata Wu Jie seketika melotot saat melihat secara samar-samar gambar Naga muncul dari ayunan Zang Wei dan juga bilah Energi melesat ke arahnya dengan kecepatan tak kasat mata.
“I..Ini, tak akan ku biarkan kau merendahkanku terlalu jauh bocah,” teriak Wu Jie terdengar di penuhi amarah.
“Teknik pedang ganda, gerakan ketiga, Tebasan Iblis Pelahap Kegelapan,” teriak Wu Jie langsung mengayunkan kedua Daggernya ke arah bilah energi yang tak bisa ia lihat.
Slash slash..!!
__ADS_1
Duarr..!!
Dalam sekejap teknik pedang ganda Wu Jie di hancurkan, bukan hanya itu saja, Wu Jie yang melihat itu hanya bisa merenung dengan mata melebar tak percaya.
Crash..!!
Bom bom bom bom!!
Tidak sampai di sana saja, terlihat bilah pedang energi milik Zang Wei langsung memotong tubuh Wu Jie menjadi dua bagian dan juga terus merambat ke belakang hingga memotong sebagian hutan.
***
Wuss wuss..!!
Lu Bei yang kini melesat ke arah hatinya menuntunnya, seketika menghentikan langkahnya dan langsung mengambil ancang-ancang di saat ia merasakan ancaman hidup dan mati tepat di depannya.
Dret..!!
“Teknik Naga Besi, gerakan ketiga, Tinju Naga Penghancur,” teriak Lu Bei mengayunkan tinjunya dan langsung memunculkan bilah energi membentuk kepala Naga mengaum.
Goar..!!
Bom bom bom..!!
Duarr..!!
Mata Lu Bei melotot di saat ia melihat serangannya Tinju Naga Penghancurnya setara dengan sisa-sisa bilah pedang yang entah berasal dari mana. Bahkan Lu Bei juga terseret mundur sejauh 20 meter.
“I..Ini, dari mana asalnya teknik pedang sekuat ini?” Gumam Lu Bei bertanya-tanya dalam hati.
“Ahh,, nanti saja di pikirkan, aku harus mengecek ke sana terlebih dahulu, siapa tahu aku bertemu dengan orang yang menggunakan teknik pedang sekuat itu di sana,” sambung Lu Bei yang terlihat tidak terluka sama sekali setelah bentrokan kedua teknik yang berasal dari klan yang sama.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“I..Ini, Wei'er,” teriak Lu Bei terdengar panik saat ia sampai di hamparan yang cukup luas di tengah-tengah hutan.
Bruk..!!
Dengan cepat Lu Bei muncul di depan Zang Wei yang kini pingsan dalam posisi berdiri tegak.
Setelah ia mengecek kondisi keponakannya yang terlihat menerima luka-luka kecil di bagian luar. Lu Bei pun merasa sedikit tenang.
__ADS_1
Tapi wajah tenang Lu Bei berganti menjadi tegang di saat ia merasakan beberapa bagian meridian keponakannya yang sebagian hancur.
“I..Ini,” ucap Lu Bei mematung di tempat dengan tubuh bergetar hebat.
“Siapa? Siapa yang berani melukai keponakanku, akan ku hancurkan kalian,” teriak Lu Bei di penuhi amarah.
Blush..!!
Tanpa terasa bola mata Lu Bei yang tadinya bewarna hitam, kini berubah menjadi merah darah, aura Lu Bei juga merebes keluar.
Pandangan Lu Bei pun mengarah ke segala arah di mana banyak sekali pohon terpotong hingga menciptakan sebuah hamparan, Lu Bei tahu jika di sini terjadi pertarungan dahsyat. Tapi ia tidak tahu jika ini adalah hasil dari teknik keponakannya sendiri, hingga membuat keponakannya terluka luka dalam akibat tekniknya.
“Kau,” ucap Lu Bei yang pandangannya terhenti di mayat Wu Jie.
“Jadi ini ulah para Assasint yang ku lihat sebelumnya ya, akan ku buat kau membayarnya,” sambung Lu Bei dengan nada dingin.
Tap tap..!!
Bam..!!
Tanpa rasa iba, Lu Bei melangkah ke mayat Wu Jie dan langsung menginjak tubuhnya hingga hancur.
“Kau tidak pantas mati dengan tubuh utuh, akan ku buat kalian semua mati dengan tubuh hancur.” Ucap Lu Bei yang terlihat tidak ingin kehilangan anggota keluarganya lagi.
Blush..!! Dret..!!
Dalam sekejap Lu Bei melesat ke arah dimana ia tadi melihat para Assasint bertarung melawan Mu Lan Jia.
***
Di tempat Mu Lan Jia, ia yang kini berhasil melukai 2 dari ketiga Assasint tersebut, tersenyum lebar.
“Khihihi,,!! Akhirnya, kini aku bisa mencincang tubuhmu tanpa gangguan cecunguk-cecunguk ini lagi,” ucap Mu Lan Jia tertawa mengerikan dan di arahkan ke Assasint yang mengenakan jubah Biru.
Tap tap..!!
Tanpa sadar Assasint yang mengenakan jubah biru mundur sambil bergumam. “Sialan, jika begini akan sulit bagiku untuk kabur.”
Wung..!!
Bam..!!
Tepat setelah Assasint berjubah biru mundur, kepalanya langsung meledak setelah terkena bilah energi berbentuk tinju.
__ADS_1
Mu Lan Jia yang sedang bahagia karena kini bisa bertarung tanpa terlalu di ganggu oleh kedua Assasint yang selalu menghalanginya, seketika memasang wajah cemberut di saat melihat target utamanya mati tepat di depan matanya.