Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Berhasil Melukai Assasint Bertopeng


__ADS_3

“Sesuai dugaan Tuan muda, kelemahan mereka ada di leher.” Gumam Tetua Yu Zian yang kini mulai melirik ke arah kedua Assasint kematian yang sedang mundur menjauhi Ling Mue, padahal mereka tadi sudah bergerak ke arahnya, namun saat melihat rekan mereka mati, tentu saja mereka akan langsung waspada dan lebih baik mundur.


“Hoo,, mereka cukup cerdas juga dalam menghadapi situasi seperti ini,” gumam Tetua Yu Zian yang sudah lama mengarungi dunia Kultivator, dan hal seperti kedua Assasint yang mundur tadi menurutnya adalah langkah yang cerdas, bukan tindakan pengecut atau licik.


Dret..!!


“Jangan di kejar, itu adalah sebuah tak tik yang mereka gunakan untuk memancing kita agar mengejar mereka karena kita menang, dan pada saat kita merasa di atas angin dengan memburu mereka, diam-diam mereka melakukan serangan balik tanpa kita ketahui. Selebihnya kalian pasti tahu apa yang terjadi selanjutnya.” Ucap tetua Yu Zian menghentikan Ling Mue.


Ling Mue yang berniat mengejar lantaran terbawa amarah pun langsung menghentikan langkahnya.


Apa yang ia ingat sebelum kesini adalah Zang Wei yang menyuruhnya untuk patuh dan menghilangkan egonya saat di perintah oleh tetua Yu Zian yang menjadi ketuanya saat ini.


“Bagus, jika kau mampu menghilangkan egomu yang tinggi, aku yakin kau pasti akan menjadi sosok luas biasa dan di segani di masa depan Ling Mue. Karena kesabaran itu sangat sulit di ciptakan atau di gunakan di saat kau telah terbiasa oleh lingkungan masa lalumu yang di penuhi dendam dan benci.” Ucap tetua Yu Zian mengangguk ringan.


Tap tap..!!


“Dari pada mengobrol di sini, lebih baik kita bantu yang lainnya. Aku juga sangat khawatir dengan Zang Wei saat ini. Jadi ayo kita bergerak.” Ajak Mu Lan Jia yang terlihat tidak tenang.


Tetua Yu Zian dan Ling Mue pun mengangguk setuju.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Wung..!!


Sret..!! Trank trank..!!


“Sekarang,” teriak Patriak Wen yang terlihat menahan serangan ketiga Assasint kematian sekaligus.


Pangeran Ming, tetua Fang Du dan Sing Zhao pun langsung bergerak setelah mendapat sinyal.


Wung wung..!!


Terlihat Pangeran Ming langsung mengayunkan pedangnya ke arah Assasint yang berada di bagian kanan. Lalu di susul oleh tetua Fang yang melemparkan tombaknya ke arah Assasint yang berada di tengah dan terahir Sing Zhao melemparkan puluhan pisau kecil ke arah Assasint paling kiri.


Slash..!! Wuss wuss..!!


Tepat di saat ketiga serangan dari Pangeran Ming, Sing Zhao dan tetua Fang sudah berjarak kurang dari setengah meter, dengan cepat Patriak Wen melompat ke arah atas.


Crash jlep jlep..!!

__ADS_1


Boomm..!!


“Masih belum, terus serang mereka dan jangan sampai lengah,” teriak Patriak Wen yang kini terlihat kembali bergerak ke arah ke 3 Asssint kematian.


Wuss..!!


Dengan cepat Patriak Wen menerjang ke gumpalan asap.


Slash..!!


Bomm..!!


Namun hasilnya adalah, serangan Patriak Wen sia-sia, karena apa yang ada di balik gumpalan asap hanyalah sebatang pohon saja.


Tap tap..!!


“Apa mereka kabur?” Tanya tetua Fang melirik patriak Wen.


“Hem..!! Aku tidak menyadari jika salah satu dari mereka ahli dalam Elemen Kayu, sehingga ia lebih dahulu mengubah dirinya dan rekannya menjadi Kayu sebelum serangan kalian mengenainya.” Ucap patriak Wen melirik ke arah Pangeran Ming yang kini memuntahkan darah.


“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Patriak Wen terlihat sedikit khawatir.


“Jangan paksakan dirimu, Tuan muda kami sudah memberitahumu jika kau tidak perlu ikut bertarung karena kondisimu saat ini, tapi kau malah memaksa ikut,” sambung tetua Fang dengan nada blak-blakan, tapi terlihat ia cukup peduli dan kini sedang mengalirkan energinya ke tubuh Pangeran Ming.


Saat mendengar suara ledakan yang besar, sontak pandangan Patriak Wen, Pangeran Ming dan lainnya langsung mengarah ke asal suara ledakan.


“Itu pasti Tuan muda, apa kita memang tidak boleh kesana membantunya?” Tanya Patriak Wen terdengar khawatir dan kini melirik Pangeran Ming.


“Hemm..!! Itulah pesan yang aku dapat dari saudara Zang, ia menyuruh kita diam jika para Assasint mundur dan ia lebih menyuruh kita untuk membantu rekan kita yang lain.” Jawab Pangeran Ming terdengar jujur.


Patriak Wen, Tetua Fang dan Sing Zhao pun saling melirik satu sama lain.


“Huuf,, Tuan muda memang sulit di tebak. Jadi ikuti saja perintah Tuan muda, aku yakin ia pasti memiliki rencana tertentu,” ucap patriak Wen yang langsung mengajak kelompoknya mencari kelompok Tetua Yu Zian dan Tetua Yan bersaudara.


***


Wuss wuss..!!


Bom bom..!!


Bam bam bam..!!

__ADS_1


Zang Wei yang terlihat terus menghindari serangan demi serangan Assasint bertopeng, akhirnya terkena dampak dari ledakan salah satu Belati menancap di samping kananya.


Kini Zang Wei yang terhempas dan menabrak beberapa pohon langsung bangkit sambil memutar tubunya.


Wuss wuss..!!


Jlep jlep..!! Bomm..!!


Huh huh huh..!!


“Sial, dia sama sekali tidak memberikanku kesempatan untuk menarik nafas,” umpat Zang Wei melirik ke arah Assasint bertopeng yang berjarak 100 meter di depannya.


Terlihat Assasint bertopeng terus bergerak ke arah Zang Wei saat ini.


“Akhirnya kau berhenti juga Tikus sialan,” umpat Assasint bertopeng yang terlihat sangat marah, lantaran tidak mampu mengejar Zang Wei.


Dan puncak amarah Assasint bertopeng adalah di saat Zang Wei hilang di balik pohon, saat itu ia sama sekali tidak bisa merasakan keberadaannya. Karena hal tersebutlah yang membuat Zang Wei mudah menjauh.


Tap tap..!!


“Akhirnya kau bisa diam juga bocah,” ucap Assasint bertopeng dengan nada dingin di sertai seringai lebar.


“Apa kini kau sudah kelelahan sehingga tidak mampu berlari lagi,” sambung Assasint bertopeng mengejek Zang Wei, di saat ia melihat kaki Zang Wei terluka.


“Heh,, apa kau yakin mampu membunuhku?” Bukannya takut, Zang Wei malah membalas seringai lebar Assasint bertopeng dan terdengar menantangnya.


“Apa kau tidak menyadari jika ada salah satu bawahanmu yang mati,” ucap Zang Wei mulai memprovokasi Assasint bertopeng.


Di saat Zang Wei mulai memprovokasi assasint bertopeng, terlihat jari di tangan kanan Zang Wei mulai bergerak.


Sret..!!


Wung..!!


Crash..!!


Dalam sekejap benang energi yang Zang Wei pasang langsung menyayat leher Assasint bertopeng.


“I..Ini,” gumam Assasint bertopeng yang melihat lehernya berhasil di gores hingga mengeluarkan tetesan darah di lehernya.


“Sialan, akan ku bunuh kau,” teriak Assasint bertopeng yang kini sudah hilang kesabaran dan langsung melesat ke arah Zang Wei.

__ADS_1


Wuss..!! Bomm..!! Duarr..!! Argh..!!


__ADS_2