Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Mengambil Kesempatan Dalam Kesempitan dan Sampainya Tetua Cang di Klan Jin


__ADS_3

Tetua pertama, keempat dan ketujuh yang berhasil membunuh anggota Tuan muda Wang, dan menyisakan Tuan muda Wang, kini terlihat mereka baru saja mati setelah di bunuh oleh Yi Lang yang muncul di saat ketiga tetua klan Jin lengah dan Wang Si juga terlihat langsung membunuh, lalu mengambil alih tubuh Tuan muda Wang.


Krak krak..!! Tap..!!


“Ah,, tubuh ini lumayan nyaman juga,” ucap Developer yang kini sudah menjadi Tuan muda Wang Li.


Kini pandangan Wang Li melirik ke arah Yi Lang. “Kenapa kau malah mengibiri pakaian mereka?” Tanya Wang Li terlihat penasaran.


Yi Lang yang sedang menjarah semua harta para tetua klan Jin dan harta para Ahli bela diri bayaran pun menghentikan aktipitasnya.


“Apa kau ini memang benar-benar idiot atau bodoh sih,” denus Yi Lang.


“Tentu saja aku sedang mengambil semua pakaian dan harta mereka, karena akan sia-sia jika di tinggal begitu saja. Oh ya satu lagi, dengan menjarah harta mereka, maka kita bisa menjadi kaya serta bisa membeli segalanya.” Sambung Yi Lang yang kini kembali mengebiri salah mayat tetua pertama.


Sret sret..!!


Sementara Wang Li yang mendengar ucapan Yi Lang tadi, kini terlihat mengangguk-angguk.


“Jadi begitu ya, jika aku melakukan yang dia lakukan, maka aku bisa membeli makanan dan minuman sepuasnya,” gumam Wang Li yang kini air liurnya mulai berjatuhan.


Tap tap..!!


“Apa yang kau lakukan, ayo kita pergi, jika kita terlalu lama di sini, maka musuh akan menyadari keberadaan kita,” ajak Yi Lang terlihat melangkah menuju Barat.


Wang Li pun tersadar dari lamunannya yang sedang menghayal memakan makanan kesukaannya.


Hem hem..!!


Tap tap..!!


Dengan cepat Wang Li mengangguk dan mengejar Yi Lang.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***

__ADS_1


Area Utara.


Tetua kedua, kelima dan keenam terlihat baru saja membunuh semua anggota kelompok Tetua Wang.


“Hehe,, ayo kita kembali, mereka terlalu lemah. Jadi, terlalu mempermainkan mereka itu akan membuat kita bosan,” ajak tetua kedua yang terlihat menyeringai lebar.


Tetua kelima dan keenam pun langsung mengangguk.


“Hemm..!! Kau benar, bahkan akupun belum puas meregangkan ototku, tapi mereka langsung mati begitu saja setelah terkena ayunan pedangku,” sambung tetua kelima yang kini terlihat melangkah ke arah Mansion bersama tetua kedua dan kelima.


Dret..!! Wuss wuss..!!


...


Tap tap..!!


Tidak sampai 10 detik setelah kepergian tetua kedua, kelima dan keenam. Terlihat sosok pemuda berjubah kuning muncul.


“Hehe,, mereka sudah pergi, jadi aku bisa mengumpulkan harta mereka bukan,” kekeh Wang Li yang entah sejak kapan ia mengawasi kepergia para tetua.


Dengan cepat Wang Li menjarah semua harta milik mayat anggota tetua Wang.


Setelah menjarah semua harta mereka, kini Wang Li pun terlihat akan kembali bergerak, tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat kedatangan Yi Lang.


Tap tap..!!


“Dasar sialan, aku kira kau menghilang kemana, ternyata kau malah kesini.” Dengus Yi Lang terlihat sangat kesal lantaran kehilangan Wang Li saat menuju ke Barat.


Saat pandangan Yi Lang melirik ke arah belakang Wang Li, mata Yi Lang pun berkerut. “Apa kau kesini hanya untuk menjarah mereka?” Tanya Yi Lang yang langsung di angguki Wang Li.


“Hehe,, tentu saja aku tak mau kalah darimu, aku juga mau menjadi kaya tahu,” kekeh Wang Li sambil menunjukkan 3 kantong penyimpanan yang sudah di penuhi harta jarahan.


“Heh,, kau menantangku siapa yang lebih cepat dalam menjarah harta ya, siapa takut,” dengus Yi Lang yang salah paham dan mengira Wang Li menantangnya siapa yang dapat harta jarahan lebih banyak.


“Hem hem..!! Ayo ayo,” ajak Wang Li yang dengan senang hati menerima tantangan Yi Lang.

__ADS_1


“Oke, karena kita akan ke barat, tempat dimana Area Tambang berada, maka aku yakin disana akan banyak harta dari mayat-mayat para tetua yang di bunuh oleh Tuan Wen Zi.” Ucap Yi Lang.


Dret..!!


Setelah saling menatap satu sama lain, Yi Lang dan Wang Li terlihat langsung melesat sambil saling tarik menarik.


Wuss wuss..!!


“Sialan, akulah yang akan menang, jadi kau tetaplah di belakangku,” dengus Yi Lang.


“Heh heh,, enak saja, aku yang akan mendapat harta paling banyak, jadi kau saja yang di belakangku,” balas Wang Li dengan dengusan.


***


Di Klan Jin Pusat.


Wuss..!! Tap tap..!!


Tetua Cang dan dua tetua yang menjadi ketua kelompok, kini terlihat menghentikan langkah mereka di saat sampai di depan gerbang Klan Jin.


“Hemm..!! Kenapa aku tidak merasakan adanya jejak aura sama sekali?” Gumam Tetua Cang yang bingung.


“Apa kau merasakannya juga?” Tanya tetua Cang yang kini melirik kedua ketua kelompok tersebut.


Keduanya pun mengangguk serempak. “Hemm..!! Kami tidak merasakan adanya jejak kehidupan di dalam sana.” Balas kedua ketua kelompok.


“Apa itu artinya kita ke tempat yang salah ya?” Sambung keduanya serempak.


Tapi tetua Cang langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak, tujuan kita memang sudah benar di sini. Terlebih lagi lihatlah plang yang ada di gerbang, di sana tertulis Klan Jin.” Ucap tetua Cang menunjukkan plang klan Jin.


“Jika begitu, mungkin saat ini mereka sedang memasang ilusi atau bisa jadi mereka sudah melarikan diri sebelum kedatangan kita?” Ucap tetua Heng.


Tap tap..!!


“Jadi untuk membuktikan kedua yang aku ucapkan tadi, alangkah baiknya salah satu dari kita mengeceknya, dan akulah yang akan melakukan itu.” Sambung tetua Heng yang kini terlihat melangkah menuju gerbang klan Jin.

__ADS_1


__ADS_2