
Dengan wajah kecewa kepada Lu Bei dan Mu Lan Jia, Zang Nian langsung menyuruh Wen Zi untuk membawa Zang Wei kembali ke kota untuk di obati.
Wuss wuss..!!
***
Keesokan hari.
Di rumah obat, kini terlihat Zang Wei terbaring masih tak sadarkan diri.
Di samping ranjang Zang Wei, terlihat beberapa sosok yang Zang Wei kenal berdiri melihat kondisi Zang Wei.
Sementara di sisi sebelah, terlihat pria tua mengecek kondisi Zang Wei dengan cara memegang titik-titik tertentu di anggota badan Zang Wei.
Setelah cukup lama, pria tua yang tak lain pemilik rumah obat, kini melirik ke arah Zang Nian, Lu Bei, Mu Lan Jia, Zhao Hu, Zhao Yu dan Pemimpin kota.
“Saya yakin kalian semua pasti tahu jika cukup banyak syaraf dan titik meridian Zang Wei yang terputus, tapi kalian tetap membawanya kesini untuk memastikan apakah dia bisa di sembuhkan atau tidak bukan,” ucap pemilik rumah obat tersenyum kecil.
Zang Nian dan yang lainnya tentu langsung mengangguk, dan tujuan mereka membawanya ke rumah obat adalah untuk memastikan apakah Zang Wei bisa di sembuhkan atau tidak, jika bisa, butuh waktu berapa lama.
“Tenang saja, Zang Wei ini ternyata sangat cerdas, aku yakin ia mungkin sudah menebak hal ini akan terjadi, jadi ia sebisa mungkin menghindari luka serius saat menggunakan kekuatan yang tidak bisa ia kendalikan,” ucap pemilik rumah obat.
“Jadi, bisa di artikan jika luka Wei'er saat ini tidak membahayakan dirinya dan bisa di sembuhkan?” Tanya Zang Nian yang cepat menanggapi arti dari apa yang pemilik rumah obat katakan.
“Benar, butuh waktu setidaknya 3 hari untuk Zang Wei pulih sepenuhnya. Bukan hanya itu saja, mungkin ia akan tersadar nanti malam atau paling lambat besok pagi,” jawab pemilik rumah obat sambil menganggukkan kepalanya.
Mendengar itu, Zang Nian terlihat sedikit tenang.
__ADS_1
Terlihat yang lainnya juga ikut menjadi tenang saat mendengar jawaban pemilik rumah obat.
Tap tap..!!
“Terimakasih Tabib Gu, karena telah mendiaknosis Tuan Zang dan memberikan kami harapan,” ucap Pemimpin Kota.
“Untuk biaya penyembuhan Tuan Zang, biar aku yang menanggung, jadi apapun kebutuhan Tuan Zang nanti selama perawatan, cari saja aku ke kediamanku,” sambung Pempimpin kota dengan nada ramah di sertai senyuman hangat.
Setelah memberitahu Tabib Gu, pandangan Pemimpin kota pun mengarah ke Ibunya Zang Wei.
“Nyonya Zang, mungkin bantuanku ini tidak sebanding dengan semua bantuan yang telah Tuan Zang berikan. Jadi, jika anda butuh sesuatu, jangan sungkan untuk memberitahu saya, saya siap membantu anda.” Ucap Pemimpin kota dengan nada tulus sambil membungkukkan sedikit kepalanya.
Pemimpin kota sangat berterimakasih, karena jika Zang Wei tidak ada, maka pemimpin kota yakin jika Kota Han akan hancur akibat kedatangan para Assasint.
“Tidak perlu berterimakasih, kota ini juga tempat tinggal ku dan Wei'er, jadi sudah sewajarnya Wei'er melakukan hal tersebut untuk melindungi kota.” Ucap Zang Nian membalas dengan senyuman hangat.
Walau Zang Nian tidak tahu bantuan apa saja yang Zang Wei berikan, terlihat Zang Nian tetap tenang dan menanggapi dengan seadanya.
Tap tap..!!
“Untuk membayar hutang budi ini, jangan sungkan untuk mencari kami jika anda butuh informasi maupun bantuan lainnya. Kami akan siap membantu,” sambung Zhao Yu.
Zang Nian yang mendengar itu, hanya bisa mengangguk sambil tersenyum kecil.
...
1 Jam berlalu.
__ADS_1
Terlihat kini para kenalan Zang Wei satu persatu pamit undur diri dan hanya menyisakan Zang Nian, Lu Bei, Mu Lan Jia dan Wen Zi.
“Jadi, selama ini kau diam saja saat melihat Wei'er berjuang seorang diri ya,” ucap Zang Nian melihat ke arah Lu Bei yang sudah bergetar ketakutan.
Glek..!!
“Ti..Tidak kakak, Wei'er sendiri yang menginginkan ini, ia juga tidak mau di bantu, dan juga aku pada saat itu masih belum sembuh,” ucap Lu Bei dengan nada terbata-bata.
“Ji..Jika kakak tidak percaya, tanya saja kepada dia, dia selalu bersama Wei'er,” sambung Lu Bei yang terlihat sebisa mungkin membela dirinya.
Zang Nian pun melirik ke arah Wen Zi.
Wen Zi pun mengangguk dengan jujur.
“Huff..!! Tapi tetap saja, kenapa kau tidak menghentikan keponakanmu, apa kau tidak tahu jika sampai saat ini klan Lu masih mengejar kita hah. Jika Wei'er di ketahui oleh Klan Lu adalah putraku dan Gege, mereka pasti akan langsung memburunya.” Ucap Zang Nian terlihat menghela nafas berat.
Lu Bei seketika terdiam.
“Maaf kak, saat melihat perkembangan Wei'er, aku berpikir jika tidak ada gunanya lagi kita bersembunyi, terlebih lagi Wei'er sudah mengetahui semuanya. Jadi pada akhirnya cepat atau lambat, Wei'er pasti akan ke Benua Tengah seorang diri untuk membalas dendam kedua orang tuanya.” Ucap Lu Bei.
Mata Zang Nian seketika melotot saat mendengar itu.
“Apa kau bilang, apa kau tidak tahu seberapa bahayanya Klan Lu itu hah, apa kau pikir dengan perkembangan Wei'er saat ini, ia mampu menghancurkan Klan Lu. Kau pikir klan Lu itu klan besar yang sama seperti di Benua Barat ini hah.” Teriak Zang Nian terlihat panik, kecewa dan takut jika putranya pergi meninggalkannya untuk membalaskan dendam mereka.
***
Di saat Zang Nian menceramahi Lu Bei, terlihat Mu Lan Jia dan Wen Zi langsung keluar, lantaran mereka sadar jika pembahasan mereka terlalu pribadi menurut mereka.
__ADS_1
Dan di ranjang, Zang Wei yang sebenarnya sudah sadar dari tadi, kini mendengar teriakan ibunya.
Tanpa sadar Zang Wei meneteskan air matanya saat sadar jika Ibunya sangatlah menyayanginya. Saking sayangnya dan tidak ingin putranya terluka, lebih baik Zang Nian terlihat seperti seorang penjahat di hadapan kedua putranya.