Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kepulangan Zang Wei di Sambut Hangat


__ADS_3

“Dia juga cukup baik di kalangan masyarakat bawah, namun kebaikannya ini di salah artikan oleh beberapa pihak, terutama para saudaranya.” Sambung Zang Wei yang kini merasa tertarik oleh Pangeran Ming Yu Xin ini.


Zang Wei juga, langsung dapat menebak perlakuan apa yang Pangeran Ming Yu Xin ini dapat dari para saudaranya.


Terlihat Zang Wei ingin menemui Pangeran Ming Yu Xin, tapi ia merasa belum saatnya bertemu dengannya.


***


Sementara di atas danau, Pangeran Ming Yu Xin, setelah hampir 20 menit mencari keberadaan sosok yang tinggal di puncak gunung ini, namun tetap tidak menemukan setitik petunjuk.


Pangeran Ming pun menyerah dan mengajak bawahannya kembali melanjutkan perjalanan menuju Kerajaan Bintang.


Tap tap..!!


“Ayo,, mungkin saja sosok tersebut memang ahli dalam menutupi jejaknya, atau bisa jadi ia memang sengaja tidak ingin di temui,” ajak Pangeran Ming.


Ketiga bawahannya yang kini telah berkumpul, langsung mengangguk dan langsung melesat menuju ibukota Kerajaan Bintang.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


Malam hari.


Terlihat Zang Wei kini muncul di gerbang kota Han sebelah Timur.


Pandangan pertama yang Zang Wei lihat adalah perubahan Kota Han yang semakin besar.


“Heemm..!! Tuan Han kini sudah pandai dalam mengelola kota dan memanfaatkannya menjadi bisnis.” Gumam Zang Wei dalam hati, sambil terus melangkah melewati gerbang.


Terlihat para prajurit yang bertugas menjaga gerbang, membiarkan Zang Wei lewat tanpa di periksa, karena rata-rata mereka semua mengenal sosok Zang Wei.

__ADS_1


Seluruh pasukan kota juga di beritahu oleh Han Liu Sheng untuk menutup mulut jika ada yang menggali informasi tentang siapa Zang Wei dan dimana ia tinggal.


Tap tap..!!


Kini langkah Zang Wei terhenti tepat di depan rumah sederhana yang berdiri sendiri tanpa di apit oleh bangunan di kiri kanannya.


...


Di dalam rumah, Zang Nian yang terlihat baru selesai menyiapkan makan malam dan menaruhnya di atas meja bersama Mu Lan Jia, seketika melirik ke arah pintu keluar.


Bukan hanya kedua wanita itu saja, Lu Bei, Wen Zi, Jian Wu, Du Yuzu, dan Du Yuze juga mengarah ke pintu keluar saat merasakan sosok kehadiran yang familiar.


“Wei'er, apakah itu kau nak?” Tanya Zang Nian sambil melangkah.


Cklek..!!


Tepat saat Zang Nian membuka pintu, ia pun melihat Zang Wei sudah berdiri di sana.


Bruk..!!


“Urgh,, Ibu, Wei'er tidak bisa bernafas,” ucap Zang Wei yang merasakan sedikit sesak.


Sontak Zang Nian langsung melepaskan pelukannya.


Wuss..!!


Tepat di saat Zang Nian melepaskan pelukannya, terlihat Mu Lan Jia ikut menerjang ke arah Zang Wei.


Sret..!!


Namun dengan santai Zang Wei menggeser badannya ke samping.


“Apa-apaan, kenapa kau juga malah ikut-ikutan,” dengus Zang Wei melirik ke arah Mu Lan Jia.


Mu Lan Jia yang hanya memeluk angin, hanya bisa cemberut.

__ADS_1


“Kenapa kau jahat sekali Zang Wei, aku juga merindukanmu,” ucap Mu Lan Jia tanpa malu mengungkapkan perasaannya.


“Ya ya,, inikan kau sudah melihat wajahku, jadi rasa rindumu terbayar lunas. Jadi berhenti seperti anak kecil dan ayo masuk,” balas Zang Wei melangkah masuk sambil merangkul Ibunya dengan senyuman hangat.


Urgh..!!


Terlihat wajah Mu Lan Jia semakin kesal, saking kesalnya ia menginjak-injak tanah berkali-kali dan meremas gaun yang ia pakai.


“Dasar licik, awas saja kau, akan ku buat kau jatuh ke tanganku,” dengus Mu Lan Jia dalam hati.


Tap tap..!!


***


10 menit berlalu setelah kepulangan Zang Wei, kini terlihat anggota keluarga Zang Wei sedang makan malam bersama sambil bercanda gurau dan sesekali membicarakan apa yang terjadi selama Zang Wei melakukan kultivasi tertutup.


“Hemm..!! Jadi kalian sudah membuka 20 cabang selama kepergianku. 5 Kota Besar, 7 Kota Sedang dan 8 Kota Kecil ya. Lalu apakah ada masalah selama Cabang berdiri di setiap kotanya?” Tanya Zang Wei sambil melirik ke arah Wen Zi.


Zang Wei sadar betul jika tidak ada setiap usaha yang akan berjalan mulus, pasti akan ada yang iri, dengki, maupun berniat jahat di saat melihat bisnis yang baru di buat sukses.


Sementara Wen Zi yang di lirik, kini terlihat berubah drastis dalam kurun waktu 7 Bulan ini. Selain tingkat kultivasi yang meningkat ke Ranah Prajurit Tingkat 4 Awal, tubuh Wen Zi yang dulunya kekar, kini semakin kurus, namun sangat padat.


Bukan hanya itu saja, wajah Wen Zi kini terlihat seputih giok, serta rambutnya memanjang dengan di ikat rapi, membuat Wen Zi sangat tampan.


“Hemm..!! Jika di perhatikan lebih teliti, wajahmu terlihat sangat polos saat ini. Seperti para pelajar Kerajaan, namun bedanya kau Ahli bela diri dan mereka penasehat.” Ucap Zang Wei terdengar memuji Wen Zi.


Wen Zi yang di puji, tentu saja sangat bangga dan senang.


“Terimakasih Tuan muda,” ucap Wen Zi dengan nada tulus.


Setelah mengungkapkan rasa bahagianya dengan berterimakasih, Wen Zi langsung mengeluarkan kaca kecil berbentuk lingkaran di sertai ada rantai kecil berpungsi sebagai pengait, agar bisa di tempel di sebelah mata.


Melihat Wen Zi mengenakan kaca mata, yang sama persis dengan bawahannya di kehidupan sebelumnya, seketika membuat Zang We tersenyum licik.


“Hoho,, dia sangat cocok di buat sebagai penjahat, karena tidak akan mungkin orang-orang mencurigainya setelah melihat karakternya secara langsung,” kekeh Zang Wei dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2