Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Tujuan Zang Wei Bertemu Raja Ming dan Long Ji


__ADS_3

“Huuf,, mungkin menghadapi Raja Ming cukup mudah, tapi untuk menghadapi kakek tua itu cukup sulit,” gumam Zang Wei menghela nafas panjang di sertai tangan menjulur ke arah pintu.


Tok tok tok..!!


“Siapa?” Tanya seorang pria tua dari balik pintu.


Zang Wei yang mendengar suara familiar tersebut, seketika tersenyum kecil dan langsung berencana mengerjainya.


Tok tok tok..!!


...


Long Ji yang mendengar ketukan pintu kedua kalinya, terlihat kembali membuka matanya.


“Siapa?” Tanya Long Ji yang kini nada suaranya berbeda dari sebelumnya.


Tok tok tok..!!


“Dasar sialan, sudah bosan hidup rupanya kau ya,” umpat Long Ji yang kini tingkat kesabarannya sudah hilang.


Tap tap..!!


Dengan cepat Long Ji bangkit dan melangkah menuju pintu.


Blush..!!


Saat akan membuka pintu, Long Ji lebih dahulu mengeluarkan tongkat yang biasa ia gunakan untuk memukul anak-anaknya dan juga para cucunya.


Cklek..!!

__ADS_1


Wung..!!


Tepat setelah Long Ji membuka pintu dan secara bersamaan tongkat ia ayunkan, mata Long Ji seketika melebar saat melihat siapa yang berdiri di depan saat ini.


Sret..!!


Tongkat yang hampir mengenai kepala Zang Wei pun langsung terhenti.


“Ka..Kau, bocah nakal sialan, berani sekali kau mengerjai orang tua hah,” teriak Long Ji terlihat jauh lebih kesal saat melihat wajah Zang Wei yang telah sekian lama tidak pernah ia lihat.


Walau terlihat kesal dan marah, tapi jauh di dalam hatinya, saat ini Long Ji sangat senang bisa bertemu lagi dengan Zang Wei.


“Hehe,, dasar kakek tua bau tanah, ternyata kau masih sehat saja. Wei'er kita kau sudah terbaring di ranjang,” ejek Zang Wei.


“Apa kau bilang hah, apa kepalamu itu mau kakek ini pukul hah.” Dengus Long Ji melototi Zang Wei.


Tap tap..!!


“Reuni yang sangat membuat iri.” Ucap Raja Ming menyapa keduanya.


Sontak Long Ji pun tersadar jika saat ini ia sedang bersama Raja Ming. Karena terlalu bahagia bertemu Zang Wei, ia bahkan sampai melupakan jika dirinya saat ini berada di Pasar Gelap.


“Ah,, maafkan aku adik Li, perkenalkan dia ini adalah Zang Wei yang sangat ingin kau temui,” ucap Long Ji menunjuk ke arah Zang Wei.


Zang Wei yang melihat Long Ji sengaja menyembunyikan identitas Raja Kerajaan Bintang, hanya bisa tersenyum kecil.


“Perkenalkan Yang Mulia, saya Zang Wei, berasal dari Kota Han,” sapa Zang Wei yang langsung membungkukkan sedikit badannya.


Mendengar itu, wajah Long Ji langsung cemberut.

__ADS_1


“Dasar bocah licik, jika kau sudah tahu siapa dia, kenapa kau malah diam saja tadi,” dengus Long Ji yang terlihat langsung menyalahkan Zang Wei, untuk menghilangkan rasa malunya saat ini.


Raja Ming yang melihat tingkah Long Ji terhadap Zang Wei saat ini, hanya bisa melongo tak percaya.


“Ternyata kakak Long jauh lebih akrab dengannya dari apa yang aku bayangkan selama ini, bahkan aku merasa kakak Long seperti memperlakukan Zang Wei layaknya cucunya sendiri.” Gumam Raja Ming.


“Bukan hanya itu saja, terlihat jelas wajah dari Zang Wei yang menerima dengan senang hati perlakuan yang kakak Long berikan kepadanya. Padahal jika orang asing melihat perlakuan kakak Long saat ini, mereka pasti akan mengira kakak Long marah kepadanya, tapi berbeda dengan Zang Wei, ia bahkan menikmati bentakan kakak Long.” Sambung Raja Ming.


...


10 menit berlalu.


Kini Zang Wei, Raja Ming dan Long Ji duduk membentuk lingkaran.


“Jadi tujuanmu datang kesini memang untuk menemui kami, tepat setelah kau mendengar kami berada di sini?” Tanya Long Ji yang kini baru saja mendengar penjelasan Zang Wei.


“Benar kakek, aku kesini untuk memberikan bantuan kepada kalian, karena kalian akan melawan seorang Jendral Bayangan dari Organisasi Kabut Malam, tentunya kalian membutuhkan senjata yang mampu membunuh atau mengimbangi senjata musuh bukan.” Jawab Zang Wei dan langsung menjelaskan tujuannya, yang tak lain memberikan bantuan senjata, atau tujuan Zang Wei yang sebenarnya adalah mempromosikan senjata yang akan ia jual kedepannya.


“Heh..?? Senjata..?” Tanya Long Ji bingung.


“Apa kau yakin senjata yang akan kau berikan mampu mengimbangi senjataku terlebih dahulu. Jika memang iya, aku pasti akan memikirkannya.” Dengus Long Ji yang terlihat meremehkan ucapan Zang Wei.


Berbeda dengan Raja Ming, ia kini sadar maksud lain dari ucapan Zang Wei, yaitu Zang Wei ingin mempromosikan senjata yang akan ia jual di kedepannya. Tapi Zang Wei butuh seseorang yang memiliki reputasi tinggi untuk mempromosikannya.


“Jadi, apa keuntungan yang akan aku dapatkan jika menggunakan senjatamu nak?” Ucap Raja Ming yang langsung bertanya ke intinya.


“Hehe,, inilah yang saya suka dari seorang Raja, sangat cepat tanggap dan langsung mengarah ke intinya.” Ucap Zang Wei tersenyum hangat di arahkan ke Raja Ming.


“Tidak seperti yang tua ini, semakin tua ia malah semakin tumpul.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Long Ji dengan senyum ejekan.

__ADS_1


Brak..!!


__ADS_2