Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Mendalami Peran Dengan Santai


__ADS_3

Setelah memberikan Wen Zi kantong penyimpanan berisi uang, Zang Wei pun kembali melangkah dan tujuannya adalah kediaman rumah Pemimpin Kota. Karena ada yang ingin Zang Wei pastikan di sana setelah ia menerima surat dari Topeng Hitam yang mengawasinya sebelumnya.


Tap tap..!! Cklek..!!


***


Tap tap..!!


Zang Wei yang kini sampai di gerbang kediaman pemimpin kota, langsung di sambut oleh sosok yang ia kenal.


“Kau sudah datang Tuan Zang, silahkan ikuti saya,” ajak Topeng Rubah tersenyum hangat di balik topengnya dan langsung melangkah masuk ke dalam.


Zang Wei mengangguk ringan sembari mengikuti.


Tap tap..!!


Dalam perjalanan menuju ruangan yang tidak Zang Wei ketahui, Zang Wei merasakan jika kediaman pemimpin Kota Han ini tidak seperti yang para penduduk bicarakan.


Mengapa bisa begitu, karena saat ini Zang Wei merasakan semua prajurit yang di miliki Pemimpin kota ini rata-rata berada di Prajurit Tingkat 2 Awal.


Sedangkan ia mendengar jika Pemimpin kota ada di Prajurit Tingkat 2 Menengah.


Jadi Zang Wei menduga, tidak mungkin Pemimpin kota ada di tingkat tersebut.


“Hemm..!! Menarik,” gumam Zang Wei mengeluarkan seutas senyum tipis dan merasa ia bisa memanfaatkan Pemimpin kota Han ini, seperti ia akan memanfaatkan Menara Informasi kedepannya.


Tap tap..!!


Langkah Topeng Rubah dan Zang Wei terhenti tepat di depan sebuah lemari buku.


Terlihat Topeng Rubah menekan sebuah tombol dan membuat lemari tersebut naik ke atas.


Di saat itu juga Zang Wei melihat anak tangga menuju ke bawah.


“Ayo Tuan Zang,” ajak Topeng Rubah melihat sesekali ekspresi Zang Wei yang selalu datar.


Tap tap..!!


“Hemm,, Tuan Zang sama sekali tidak terkejut melihat semua ini, itu artinya ia sudah terbiasa dengan ruangan tersembunyi.” Gumam Topeng Rubah dalam hati.


Setelah berjalan menyusuri anak tangga, kini langkah keduanya kembali terhenti tepat di depan sebuah ruangan penyiksaan.

__ADS_1


Di depan Zang Wei juga sudah menunggu dua sosok pria paruh baya.


Salah satunya telah Zang Wei kenal dan satunya lagi di yakini adalah Pemimpin kota.


“Salam Tuan Zang, maaf jika tidak sopan mengundang anda kemari,” ucap Topeng Harimau terlihat menghormati Zang Wei.


Pemimpin kota atau Han Liu Shang yang melihat cara sahabatnya ini menghormati Zang Wei tentu sedikit terkejut.


Pandangan Han Liu Sheng pun melirik Zang Wei dan mencoba mencari tahu apa yang spesial dari pemuda di depannya ini.


Saat Han Liu Sheng ingin mengecek tingkat kultivasi Zang Wei menggunakan kesadarannya. Ekspresinya sedikit terkejut karena yang ia lihat hanyalah kabut saja.


“I..Ini,” gumam Han Liu Sheng dalam hati.


Zang Wei yang tahu Han Liu Sheng ingin mengecek tingkat kultivasinya, hanya mengeluarkan senyuman hangat.


“Apakah sudah selesai?” Tanya Zang Wei yang langsung membuat Han Liu Sheng sedikit merasa canggung.


“Eeh,, itu, maafkan saya Tuan muda,” ucap Han Liu Sheng tersenyum tidak nyaman.


Topeng Harimau atau Zhao Hu yang melihat adanya kecanggungan langsung mengalihkan pembicaraan.


“Dan setelah saya selidiki, ternyata orang ini adalah murid kedua dari Master Sekte Harimau Hitam, walau cukup berbahaya, saya tetap mencoba mengambil resiko menangkap mereka,” sambung Zhao Hu dengan seutas senyum hangat.


“Hoo,, sungguh licik, ingin memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan ya,” gumam Zang Wei dalam hati.


“Kau memanfaatkan orang yang salah, karena orang yang akan memanfaatkanmu di sini adalah aku,” sambung Zang Wei menyeringai lebar. Namun dengan cepat Zang Wei mengubah ekspresinya ke ekspresi terkejut.


“Eeh,, apakah itu benar?” Tanya Zang Wei terkejut dengan begitu natural.


Zhao Hu dan Han Liu Sheng yang melihat ekspresi Zang Wei pun saling melirik.


“Benar Tuan Zang, mari saya bawa kau melihatnya,” ajak Zhao Hu.


Zhao Hu dan Han Liu Sheng langsung melangkah menuju sebuah ruangan tertutup lainnya.


Zang Wei pun mengikuti dengan wajah polosnya.


Tap tap..!!


Cklek..!!

__ADS_1


“Itu dia Tuan muda, saya mengambil resiko besar menjadi musuh Sekte Harimau Hitam demi melindungi anda, karena kita adalah sekutu.” Ucap Zhao Hu memperlihatkan sosok Dan Jiansen yang kini terlihat sedikit menyedihkan.


Dan Jiansen yang melihat sosok pemuda yang ia cari langsung melototkan matanya dan menduga jika ini adalah ia dalang di balik semua ini.


“Ka..Kau, kau Zang Wei sialan, ini pasti ulahmu, jika kau tidak melepaskanku, Masterku pasti akan memburumu bersama seluruh keluargamu.” Teriak Dan Jiansen mengancam Zang Wei.


Zang Wei yang mendengar itu langsung mundur satu langkah.


Melihat itu, Dan Jiansen langsung merasakan adanya kesempatan untuk bebas.


“Cepat lepaskan aku, jika kau melepaskanku, maka akan ku ampuni nyawamu dan nyawa keluargamu,” teriak Dan Jiansen dengan nada menggebu-gebu.


Wung..!!


Bam..!!


“Diam kau bocah sialan,” teriak Han Liu Sheng langsung memukul mulut Dan Jiansen.


“Ehem,, Tuan Zang, kau tidak perlu takut akan ancaman bocah ini, Sekte Harimau Hitam tidak akan tahu ini ulah kita jika kita membunuhnya dengan rapi. Jadi tenanglah, ini pasti akan aman,” ucap Zhao Hu menenangkan.


Hem hem..!!


Zang Wei yang bergetar pun mengangguk-angguk.


“Bolehkah saya bicara empat mata dengan dia, saya ingin memastikan sesuatu?” Tanya Zang Wei terdengar memberanikan diri untuk ingin bicara dengan Dan Jiansen.


Sontak Zhao Hu dan Han Liu Sheng pun terkejut sesaat, tapi mereka pun mengiyakan, karena yakin jika Zang Wei tidak akan mungkin melepaskan Dan Jiansen.


“Hem..!! Apa anda yakin Tuan Zang? Jika anda yakin, maka saya akan menunggu di balik pintu dan jangan sungkan untuk memanggil saya jika anda merasa terancam atau butuh sesuatu.” Ucap Zhao Hu.


Zang Wei pun mengangguk ringan.


Melihat itu, kedua pria paruh baya tersebut pun melangkah keluar.


Tap tap..!!


Kini Zang Wei yang hanya sendiri di dalam ruangan tersebut, seketika mengubah ekspresinya dengan seringai lebar di arahkan ke Dan Jiansen.


“Hehe,, mari kita cari tahu siapa yang mengirimmu kesini serta ada apa saja rahasia Sekte Harimau Hitam,” kekeh Zang Wei dengan tawa mengerikan.


Glek..!!

__ADS_1


__ADS_2