
“Bagaimana? Apakah Yang Mulia bisa menyanggupi keinginan rakyat sederhana yang ingin mencoba membuat bisnis kecil-kecilan ini?” Tanya Zang Wei terlihat langsung menyadarkan Raja Ming dari lamunannya.
***
Tap tap..!!
Di saat Zang Wei sedang berbisnis dengan Raja Ming, atau lebih tepatnya memanfaatkannya untuk keuntungan Zang Wei sendiri.
Sementara di tempat Pangeran Ming Yu Xin, terlihat ia saat ini sudah berbaur dengan Wen Ju Guang. Bahkan Pangeran Ming sangat akrab dengan Wen Ju Guang serta ke 9 mantan tahanan yang berasal dari Benua Tengah tersebut.
“Hahaha,, Saya tidak menyangka jika Pangeran termuda dari Kekaisaran Ming sangat baik dan sopan seperti ini. Saya bahkan sampai saat ini tidak menyangka jika masih ada seorang pemuda dengan status tinggi seperti ini masih memiliki sopan santun terhadap orang tua yang bahkan tidak ia kenal.” Ucap Patriak Xu dan Tetua Yu Zian serempak.
“Hem..!! Saya pun memiliki pikiran yang sama dengan patriak Xu dan tetua Yu Zian.” Sambung Wen Ju Guang ikut mengangguk.
Pangeran Ming Yu Xin yang mendengar itu, hanya membalas dengan senyuman hangat.
Kini Pangeran Ming duduk bersama para orang tua, sementara yang muda seperti Sing Zhao, Yan Zhao, Yan Chao dan Ling Mue terlihat duduk bersama Zu Hou.
Entah mengapa Pangeran Ming merasa ini terbalik menurutnya, seharusnya ialah yang duduk di tempat Zu Hou dan Zu Hou duduk di sini.
Tapi apa boleh buat, mengingat tugasnya saat ini, Pangeran Ming tidak terlalu memikirkan jika ia bergaul dengan para orang tua.
“Oh ya, dari yang saya dengar anda adalah ayahnya Wen Zi, apakah itu benar?” Tanya Pangeran Ming terdengar sangat sopan saat bertanya.
__ADS_1
Wen Ju Guang pun langsung mengangguk bangga. “Hemm..!! Apa Pangeran mendengarnya dari Tuan muda Zang?” Tanya Wen Ju Guan balik setelah mengiyakan melalui anggukan.
“Benar, saudara Zang yang memberitahu saya, dia memberitahu saya karena saya juga kenal dekat dengan Wen Zi.” Balas Pangeran Ming.
Mendengar itu, Wen Ju Guang seketika menjadi bersemangat, ia pun langsung bertanya bagaimana sifat putranya itu. Karena ia sudah terpisah cukup lama, Wen Ju Guang tentu saja tidak terlalu mengenal karakter putranya saat ini, ia juga sedikit malu bertanya kepada Zang Wei.
Pangeran Ming pun langsung mengarang cerita akan sifat dari Wen Zi.
Seperti seorang ahli dalam menipu, dengan mulus Pangeran Ming mengarang ceritanya tanpa adanya jejak kebohongan maupun sesuatu yang di lebih-lebihkan.
...
Wen Ju Guang dan para mantan tahanan lain yang mendengar cerita Pangeran Ming, terlihat sangat menikmati cerita karangan tersebut, bahkan beberapa dari mereka langsung iri dengan Wen Ju Guang, karena memiliki putra yang sangat beruntung serta jenius.
***
Wen Zi yang saat ini sedang merancang strategi untuk melawan para tetua yang akan menyerang tambang, seketika bersin.
“Urgh,, aku merasa ada yang membicarakanku saat ini. Tapi siapa ya?” Gumam Wen Zi dalam hati.
“Ada apa Tuan Zang? Apakah ada yang tidak beres?” Tanya Assasint bertopeng yang kini terlihat duduk di samping Wen Zi.
Wen Zi pun tersadar dari lamunannya dan langsung melirik Assasint bertopeng.
__ADS_1
“Tidak ada, aku hanya merasa ada yang membicarakan namaku di belakang,” jawab Wen Zi dengan nada tenang.
“Lupakan saja, saat ini kita harus fokus membuat rencana cadangan terlebih dahulu. Kau tahu kan apa maksudku,” ucap Wen Zi melirik Assasint bertopeng.
”Tentu Tuan Zang, seperti ucapan anda di awal tadi, tidak akan asik jika kita membunuh mereka begitu cepat, jadi kita harus membuat strategi untuk mempermainkan mereka dan membuat mereka seolah-olah kitalah yang berusaha melawan mereka nantinya.” Ucap Assasint bertopeng mengangguk.
“Dan pada saat mereka merasa di atas angin, barulah kita buat mereka sadar jika selama ini kita telah mempermainkan mereka layaknya sebuah boneka. Tapi yang menjadi masalah adalah rencana cadangannya untuk membuat mereka sadar jika sedang di permainkan belum ketemu sampai saat ini.” Sambung Assasint bertopeng.
“Hemm..!! Tepat sekali, karena terlalu banyak rencana menarik, aku sampai bingung harus memilih yang mana,” balas Wen Zi mengangkat tangannya untuk memberikan Assasint bertopeng sebuah acungan jempol.
Tap tap..!!
“Hoho adik ku ini cukup kejam juga, dari apa yang aku perhatikan dari awal, kau terlihat sangat gemar dalam mempermainkan musuh-musuhmu layaknya sebuah boneka tangan. Setelah kau bosan, barulah kau langsung membuangnya karena sudah tidak cocok di mainkan lagi.” Ucap Raja Darah yang sedari awal bersembunyi tidak jauh dari tempat Wen Zi dan Assasinnya membuat strategi.
Wen Zi yang melihat kemunculan Raja Darah, seketika terkejut.
”Ah kakak, kau membuat adik mu ini kaget saja,” celetuk Wen Zi.
“Dan juga, adik mu ini tidak sejahat itu, mereka saja yang lebih dahulu memulai dengan menyerang kita. Jadi adik mu ini ingin membuat mereka sadar akan posisi mereka yang tak lain hanya sebatas mainan saja.” Sambung Wen Zi sambil tersenyum kecil.
Hahaha..!! Hahaha..!!
“Kau ini mirip dengan Penguasa Agung kami, jika begini, rupanya aku harus cepat-cepat mempertemukanmu dengan Penguasa Agung, agar kau langsung di angkat sebagai Anggota Inti Kabut Malam nantinya.” Teriak Raja Darah di sertai tawa bahagia, setelah ia mengetahui sifat asli Wen Zi mirip seperti Pemimpin Kabut Malam.
__ADS_1