
“Hehe,, karena ini masih 2 hari sebelum hari perjanjian, dan 1 hari lagi aku bertemu dengan anggota Menara Informasi, maka aku masih bisa menyerap Batu Energi ini selama 1 hari dan kembali ke Kota Han,” gumam Zang Wei langsung menggenggam kedua Batu Energi dan mulai duduk untuk menyerapnya.
Blush..!!
Dalam sekejap Batu yang mengandung banyak energi, mengalir deras ke tubuh Zang Wei di saat ia menyerapnya menggunakan metode Pernafasan Naga Tahap ke 3.
Zang Wei yang kini merasakan dantiannya sudah penuh dan sebentar lagi akan menerobor pun tersenyum tipis.
Bam..!!
Sesuai dugaan Zang Wei, seketika terdengar suara ledakan di dalam tubuh Zang Wei, dan kini terlihat di dalam Dantian Zang Wei, wadah tempat berkumpulnya energi Zang Wei telah membesar.
Besarnya sekitar 2x2 meter, namun itu terlihat tidak berhenti sampai di sana saja, luapan energi terlihat terus mengalir dan membanjiri wadah tempat energi Zang Wei di tampung.
Bam bam..!!
Karena terlalu fokus menyerap Batu Energi yang memiliki kandungan energi yang banyak dan padat, Zang Wei pun tanpa sadar jika waktu telah berlalu 5 hari.
***
Di Kota Han.
Kembali ke 4 hari yang lalu, atau hari perjanjian pertemuan Zang Wei dengan anggota Menara Informasi.
Terlihat di gerbang kota, seorang yang mengenakan topeng Rubah menunggu kedatangan Zang Wei dari pagi hari.
Bahkan sampai sore hari, sosok yang mengenakan topeng Rubah dengan sabar menunggu.
Hingga malam hari, menyadari pemuda yang memiliki perjanjian dengannya tidak hadir, sosok yang mengenakan Topeng Rubah pun kembali.
Keesokan harinya lagi, terlihat ia kembali menunggu kedatangan Zang Wei, namun sama saja, orang yang ia tunggu-tunggu tidak kunjung datang.
Hingga hari ke 5 yang telah melewati tanggal kesepakatan, terlihat sosok tersebut muncul lagi.
Tap tap..!!
“Sialan, apa pemuda kurang ajar itu sedang mempermainkan Menara Informasi?” Gumam sosok topeng Rubah terdengar kesal.
“Keberadaannya pun sampai saat ini tidak ketahui, kemana sebenarnya ia pergi?” Sambung topeng Rubah kini terlihat duduk di salah satu kedai dekat gerbang Kota Han.
Anehnya, jika ia menipu, maka perjanjian kontrak darah pasti akan bereaksi, namun seperti kata topeng Harimau, kontrak masih tetap aktip tanpa adanya reaksi, yang artinya pemuda yang mereka tidak ketahui namanya, mungkin saja sedang sibuk di suatu tempat, hingga akhirnya tidak bisa hadir.
Mengingat ucapan pamannya atau Topeng Harimau, hal itulah yang membuat topeng Rubah terus bersabar dan datang ke gerbang kota Han.
__ADS_1
Pamannya bahkan berpikir jika pemuda tersebut mungkin saja sedang mencoba menguji kesabaran Menara Informasi.
“Sial, ingin sekali aku memukul kepala pemuda itu di saat aku bertemu dengannya,” umpat Topeng Rubah dalam hati.
***
Wuss wuss..!!
Sementara sosok yang di tunggu-tunggu, kini terlihat melesat ke arah dimana Wen Naozi berada.
Tap tap..!!
Di saat Zang Wei menapakkan kakinya di tanah, pandangan Zang Wei langsung mengarah ke Wen Naozi.
Sementara Wen Naozi yang mencoba berlatih menggunakan tangan kosong memukul pohon, dengan segera melirik ke arah Zang Wei.
“Tuan muda,” ucap Wen Naozi terlihat sangat bahagia.
Tapi wajah Zang Wei terlihat sangat kesal di saat ia melihat Wen Naozi saat ini.
Wung..!!
Bam..!!
“Lihatlah, bahkan pondasimu saat ini hampir runtuh karena tidak bisa menahan tingkat kultivasimu yang terlalu tinggi,” sambung Zang Wei mengomeli Wen Naozi.
Wen Naozi yang di tendang, kini bangkit dan hanya bisa berlutut di depan Zang Wei.
Ia tentu saja sudah mendapat peringatan dari Buku yang Zang Wei tinggalkan. Tapi ia karena ingin kuat, agar tidak membebani Zang Wei, ia pun terus berkultivasi, hingga tanpa sadar akam pondasinya yang masih rendah.
Terlihat saat ini tingkat kultivasi Wen Naozi adalah Prajurit Tingkat 3 Awal.
...
Melihat Wen Naozi hanya diam saja, kini membuat Zang Wei langsung berhenti marah.
Tentu saja Zang Wei paham mengapa Wen Naozi melakukan ini, maka dari itu ia langsung memperingatinya sebelum meninggalkannya beberapa hari yang lalu.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, apa boleh buat, pada akhirnya Zang Wei pun harus membantu Wen Naozi memperkuat pondasinya dengan cepat dan hati-hati, karena jika tidak, Dantiannya akan hancur.
“Hais,, duduk bersila, lalu gunakan Pernafasan Tahap Pertama dan tahap kedua secara bersamaan.” Perintah Zang Wei.
Mendengar itu, Wen Naozi sedikit bingung bagaimana cara menggabungkan kedua metode tersebut secara bersamaan.
__ADS_1
“Tarik nafasmu bersamaan dengan kendorkan perutmu di sertai kencangkan seluruh ototmu. Setelah itu kau hembuskan secara serempak dengan lemaskan ototmu dan kencangkan perutmu.” Ucap Zang Wei yang sadar Wen Naozi bingung.
“Lakukan itu sebanyak 1000 kali dalam 1 jam, dan 24000 kali selama 24 jam.” Sambung Zang Wei sembari melangkah menuju kota Han.
“Aku akan kembali besok, dan pada saat aku kembali, maka aku harus melihat pondasimu sepadan dengan tingkat kultivasimu.” Ucap Zang Wei yang siluetnya telah hilang, namun suaranya terdengar menggema.
***
Tap tap..!!
Kini Zang Wei yang sudah sampai gerbang Kota Han, langsung mengedarkan kesadarannya.
Pandangan Zang Wei pun langsung mengarah ke sosok yang mengenakan Topeng Rubah.
“Aku yakin ia akan kesal karena aku terlambat 5 hari,” gumam Zang Wei dalam hati.
Tap tap..!!
Melihat sosok yang ia tunggu-tunggu masuk dengan begitu santai, tanpa adanya wajah rasa bersalah, mata Topeng Rubah langsung melotot.
“Laki-laki sialan ini,” umpat Topeng Rubah yang terlihat benar-benar sangat kesal. Tapi dengan cepat ia mencoba menahan emosinya.
“Kenapa kau datang terlambat?” Tanya Topeng Rubah dengan nada dengusan dingin.
Zang Wei yang duduk di depan Topeng Rubah pun mengerutkan sebelah alisnya.
“Apa kau tidak tahu malu,” dengus Zang Wei memasang wajah kesal.
“Kau tahu, betapa menderitanya aku selama 5 hari ini untuk memata-mata tempat Topeng Emas di kurung hah. Bahkan akupun hampir mati,” sambung Zang Wei dengan ekspresi marah besar, kecewa dan bercampur kesal.
Mendengar itu, Topeng Rubah seketika terdiam di sertai memasang wajah bersalah.
Ia tidak berpikir jika ternyata pemuda di depannya ini selama 5 hari mencoba memata-mata tempat ayahnya di kurung dan ia berpikir pemuda di depannya juga mencoba mencari cara terbaik untuk menyusup dan membebaskan ayahnya tanpa ketahuan.
“Ma..Maafkan aku Tuan muda, aku,, aku-” Topeng Rubah terdengar tidak bisa melanjutkan ucapannya karena saat ini ia meneteskan air mata.
Zang Wei yang melihat itu, langsung tersenyum tipis secara samar-samar.
“Heh,, aktingku ternyata masih luar biasa,” gumam Zang Wei sembari tertawa dalam hati.
“Ehemm,, aku juga, maafkan aku sempat membentakmu, itu karena saat aku datang kesini, kau langsung marah-marah tak jelas, di sertai emosi ku sedang naik lantaran bingung memikirkan bagaimana cara membebaskan Topeng Emas.” Ucap Zang Wei dengan nada bersalah.
“Jika saja aku tidak menghormati perjanjian kita, aku mungkin tidak akan pernah mau berusaha sampai seperti ini.” Sambung Zang Wei sembari memegangi kepalanya sambil memasang ekspresi wajah sedih.
__ADS_1