
Sama halnya dengan Sing Zhao, Zang Wei pun tahu jika Ling Mue sebenarnya bukan anggota kabut malam dan juga terpaksa menjadi pengkhianat. Zang Wei tahu itu dari getaran tubuh Ling Mue saat ini, dan Zang Wei merasa Ling Mue ini memiliki sebuah masalah besar sehingga ia tak memiliki pilihan lain selain mengkhianati rekan seperjuangannya saat ini.
...
“Hentikan prasangka kalian terlebih dahulu, saat ini yang terpenting, kita harus bertanya kepada siapa dia berkomunikasi, atau ia mengirim pesan kepada siapa. Karena jika ia menghubungi anggota klan Jin, maka keselamatan kita yang ada di sini akan terancam.” Ucap Zang Wei yang langsung mengambil alih dengan suara tenang, sehingga semua tahanan pun melirik ke arah Zang Wei.
“Bagus, jika kalian sudah tenang dan tidak berprasangka lagi kepada nona Ling, maka saatnya kita bertanya apa sebenarnya tujuan dari Nona Ling,” ucap Zang Wei yang kini melirik ke arah Ling Mue.
Ling Mue hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya. Terlihat jelas saat ini Ling Mue sedang meneteskan air matanya di sertai tubuh sedikit gemetaran.
“Jangan berdalih dengan tangisan, kau kira aku akan tertipu untuk kedua kalinya. Jadi cepat jawab pertanyaan Tuan muda, kepada siapa kau mengirim pesan itu,” teriak Patriak Yan yang sangat membenci namanya pengkhianatan. Tapi saat ini amarahnya ia tahan karena ucapan Tuan muda yang ia ikuti.
“Aku sudah kecewa dengan pengkhianatanmu Ling'er, jadi jawab saja pertanyaan yang ada di benak kami semua, jangan membuat kami semakin membencimu.” Sambung Patriak Xu yang terlihat ada rasa sayang terhadap Ling Mue, dan rasa sayang itu seperti Patriak Xu menganggap Ling Mue putrinya.
Bukan hanya Patriak Yan dan Patriak Xu, beberapa tahanan lain juga ikut membentak Ling Mue.
Zang Wei yang kini terlihat kesal lantaran para tahanan ini tidak bisa diam dan malah semakin menekan Ling Mue, terlihat mengangkat tangannya.
“Kalian menjauh dari nona Ling, biar aku saja yang bertanya, kalian cukup mendengarkan saja. Karena jika kalian bertanya, bukannya mendapat jawaban cepat, malah kita akan terlalu lama di sini.” Ucap Zang Wei.
Tap tap..!!
Kini Zang Wei langsung berdiri di hadapan Ling Mue.
“Tenanglah, walau aku tidak tahu apa yang telah kau alami, tapi aku yakin kau pasti tahu jika kita semua yang ada di sini pasti mengalami hal yang sama denganmu, yaitu keluarga kita di bunuh oleh organisasi yang sama. Jadi, jawab saja semuanya, jika kau jujur, maka aku akan menanggung keselamatanmu serta melepaskan segel yang ada di keningmu.” Ucap Zang Wei.
Ling Mue terlihat masih diam saja, dan Zang Wei terus meyakinkan secara perlahan. Hingga akhirnya Ling Mue pun tergerak hatinya.
“A..Apa kau berjanji akan menyelamatkan adik ku Tuan muda?” Tanya Ling Mue yang kini mengangkat kepalanya dan melirik Zang Wei.
Zang Wei yang sudah menebak jika ada anggota keluarga Ling Mue di tahan pun, langsung mengangguk.
__ADS_1
“Hemm..!! Aku berjanji akan membantumu menyelamatkannya,” ucap Zang Wei dengan penuh penekanan, agar Ling Mue semakin percaya.
Ling Mue pun meneteskan air mata bahagia. “Hiks hiks,, tapi adik ku saat ini sedang di tahan di Benua Tengah, otaknya juga di cuci, jadi ia pasti tidak akan mengenali kakaknya lagi. Walau begitu, hanya dialah satu-satunya keluargaku yang selamat, aku tak punya pilihan lain selain menjadi mata-mata untuk Kabut Malam. Aku di suruh memberikan semua informasi tentang para tahanan yang ada bersamaku.” Ucap Ling Mue dengan nada suara terbata-bata.
Mendengar itu, para tahanan yang tadinya kecewa dan marah kepada Ling Mue, kini menjadi iba.
Mereka pun sadar akan melakukan hal yang sama dengan Ling Mue jika ada di kondisi seperti itu.
Tap tap..!!
“Kenapa kau tidak memberitahu kami dari awal, jika kau jujur dari awal, kami pasti akan ikut membantumu.” Dengus Patriak Yan yang kini menghampiri Ling Mue.
Bruk..!!
“Maafkan aku jika aku kasar tadi Ling'er, aku kini paham apa yang kau alami selama ini, itu pasti menyakitkan bagimu.” Sambung Patriak Yan.
“Hem..!! Aku juga minta maaf karena sudah kecewa kepadamu.” Ucap Patriak Xu dan para tahanan lainnya.
...
Sementara Zang Wei yang melihat eratnya ikatan para tahanan ini, hanya bisa tersenyum kecil.
“Ehem,, sudahi peluk-pelukannya, kini aku ingin bertanya lagi kepada Nona Ling, karena ini adalah pertanyaan yang penting.” Ucap Zang Wei.
Sontak semua tahanan pun langsung melirik ke arah Zang Wei termasuk Ling Mue.
“Jadi, kepada siapa kau mengirim informasi di Benua Tengah dan berita apa yang kau kirimkan?” Tanya Zang Wei.
Ling Mue pun langsung menjawab dengan jujur jika ia mengirim ke salah satu Anggota Kabut Malam yang mendirikan di sebuah rumah bordil. Dan informasi yang ia kirim hanya mengatakan jika para tahanan akan berusaha kabur yang di bantu oleh seorang pemuda berumur 16 tahun.
Ling Mue sengaja tidak memberikan rinciannya tentang Zang Wei, karena ia merasa Zang Wei adalah orang yang berniat baik kepadanya dan yang lainnya.
__ADS_1
Tap tap..!!
...
Tepat setelah Ling Mue selesai menjawab pertanyaan Zang Wei, seketika terdengar suara langkah kaki yang masuk ke dalam tambang.
Para tahanan yang mendengar itu, seketika memasang formasi mereka dan siap bertarung dengan mempertaruhkan nyawa mereka.
“Apa yang kalian lakukan?” Tanya Zang Wei heran.
“Tentu saja kita harus membunuh musuh-musuh kita Tuan muda,” jawab Patriak Xu dan Tetua Yu Zian serempak.
Pok..!!
“Haduh, itu tidak perlu,” ucap Zang Wei menepuk keningnya.
“Karena nona Ling hanya memberikan informasi tentang seorang penyusup remaja berusia 16 tahun, dan informasi tentang pelarian kalian. Maka kita cukup menipunya saja.” Sambung Zang Wei yang kini melangkah menuju lorong, dimana ia menaruh Ma Ling.
Sret..!!
Zang Wei pun langsung menyeretnya ke tempat Patriak Xu, Wen Ju Guang dan yang lainnya.
“Siapa dia?” Tanya Patriak Yan penasaran.
“Dia ini pion kita, kalian cukup lihat saja.” Jawab Zang Wei dan langsung melepaskan topeng kulitnya.
Setelah itu, Zang Wei pun memasang topeng tersebut ke wajah Ma Ling dan sedikit memodifikasinya, sehingga wajah Ma Ling seperti remaja berusia 16 tahun.
“Selesai,” ucap Zang Wei sambil melirik para tahanan.
“Nah sekarang kalian hanya mengikuti apa yang aku perintahkan saja, dengan begitu kalian akan aman dari para Assasint yang dalam perjalanan kesini. Mengerti?” Tanya Zang Wei dan langsung di angguki oleh para tahanan, atau yang kini menjadi bawahan Zang Wei.
__ADS_1