Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kedatangan Long Ji dan Raja Ming Lian Ji ke Kota Janghu


__ADS_3

“Tidak perlu Tuan, anggap saja ini tips dariku dan gunakan saja untuk berpesta dengan bawahan anda nanti malam,” ucap Wen Zi dengan nada ramah. “Karena nanti malam adalah pesta terahir sekaligus perpisahan kalian dengan dunia ini,” gumam Wen Zi dalam hati sambil mengeluarkan senyuman menyeringai jahat dan senyuman tersebut sangat mirip dengan senyuman milik Zang Wei.


Melihat kebaikan Wen Zi, membuat ketua para berandalan semakin senang.


“Haha,, baiklah, jika begitu aku tidak akan sungkan lagi,” ucap ketua para berandalan dan langsung melangkah pergi.


Wen Zi pun terlihat tetap berdiri di depan pintu sambil terus memasang wajah tersenyum.


Tapi tak lama kemudian, setelah ia merasa jejak para Assasint benar-benar menghilang, senyuman ramah Wen Zi berubah menjadi wajah dingin.


“Bagaimana menurutmu kedua Assasint itu?” Tanya Zang Wei yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Wen Zi.


Wen Zi pun kembali mengubah ekspresinya saat mendengar suara Tuan mudanya.


“Menjijikkan, mereka secara terang-terangan memancarkan niat membunuhnya ke arahku, ingin sekali rasanya aku merobek mulut mereka.” Jawab Wen Zi terdengar tidak bisa menahan rasa amarahnya.


Wen Zi marah karena niat membunuh yang di arahkan kepadanya secara terang-terangan dari balik bayangan. Kebencian Wen Zi juga bukan hanya di sana saja, melainkan Organisasi merekalah yang telah membunuh ayah Tuan mudanya dan juga melukai Nyonya Zang Nian.


Entah kenapa, setelah mengenal Zang Nian yang sangat baik kepadanya dan menganggapnya seorang putra, membuat Wen Zi merasakan kasih sayang yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Hal tersebutlah yang membuat Wen Zi menganggap musuh Tuan mudanya, akan menjadi musuhnya juga.


Buk buk..!!


“Bersabarlah, karena tidak lama lagi keinginanmu akan terwujud.” Ucap Zang Wei menepuk pundak Wen Zi.


“Oh ya, mungkin menjelang malam, bawahan Pemimpin Kota Janghu akan mendatangi dan mengundangmu untuk makan malam. Jadi itulah kesempatanmu untuk melihat sebaik mungkin jumlah dan kekuatan musuh nantinya.” Ucap Zang Wei sambil mengeluarkan seutas senyum tipis.


Wen Zi yang mendengar itu pun langsung mengerutkan keningnya.


“Dari mana Tuan muda tahu jika mereka akan datang saat menjelang malam?” Tanya Wen Zi penasaran.

__ADS_1


“Itu karena pelelangan akan di mulai sebentar lagi, dan waktu berlangsungnya pelelangan pun cukup lama, dari Siang hingga sore hari. Jadi aku yakin jika Pemimpin kota maupun beberapa anggota penting Klan Jin akan mengikuti pelelangan.” Jawab Zang Wei dengan santai.


Hemm..!!


Wen Zi yang mendengar dan menyadari jika klan Jin akan ikut, seketika memegangi dagunya dan mulai berpikir.


“Sudah, kau tidak perlu memikirkan rencana untuk membunuh mereka saat di pelelangan, yang perlu kau lakukan hanyalah memprovokasi mereka saja.” Ucap Zang Wei tersenyum tipis dan langsung membalik badannya, dimana terlihat Manager Cabang Hua Xe sudah berdiri di belakangnya.


“Ini topeng yang anda minta Tuan muda,” ucap Manager Cabang Hua Xe mengulurkan tangannya.


Sontak Zang Wei pun meraih ketiga topeng tersebut, terlihat 2 topeng bewarna hitam legam dan 1 topeng putih bergambar bunga darah.


“Hoo,, ini sesuai keinginanku. Terimakasih Manager Hua Xe,” ucap Zang Wei dengan nada tulus.


Manager Hua Xe pun mengangguk dengan wajah bahagia.


Ehem..!!


Dengan cepat Manager Hua Xe kembali ke mejanya, karena takut Mu Lan Jia akan menghajarnya.


...


Melihat tingkah Mu Lan Jia, Zang Wei hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia pun mengalihkan pandangan ke arah Wen Zi yang bertanya.


“Tuan muda, kenapa anda memesan topeng yang terlihat tersenyum menyeramkan seperti ini?” Tanya Wen Zi penasaran.


“Oh ini, aku suka saja karena topeng ini terlihat seperti penjahat.” Jawab Zang Wei menyeringai tipis.


“Ini gunakan nanti sebelum berangkat ke Pelelangan, ini akan cocok dengan kita karena akan memprovokasi banyak orang nantinya.” Sambung Zang Wei dan memberikan Wen Zi salah satu topeng bewarna hitam.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Hei Zang Wei, kenapa kau memesan Topeng topeng putih yang memiliki gambar bunga seperti darah ini? Dan juga, apakah ini milik ku?” Tanya Mu Lan Jia sambil memegang lengan kiri Zang Wei.


“Ia, ini cocok dengan sifatmu yang Bar-bar, dan berdarah-darah.” Jawab Zang Wei ketus.


Huuhh..!!


Wajah Mu Lan Jia seketika cemberut saat mendengar jawaban Zang Wei.


***


Tap tap..!!


“Hoho,, jadi di sini tempat pemuda yang ingin kau temui itu kakak Long.” Ucap sosok pemuda tampan yang terlihat berusia 40 tahunan.


“Benar Yang Mulia, tapi sampai sekarang aku masih bingung, kenapa anda malah ikut kesini? Jika anda ikut, maka siapa yang akan menjaga Istana Kerajaan nantinya?” Tanya Long Ji terlihat sangat pusing lantaran Rajanya malah meninggalkan Kerajaan ke tempat yang cukup jauh.


Jika para saudaranya mengetahui Raja Ming Lian Ji meninggalkan Istananya, maka Long Ji yakin jika para saudaranya akan memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan Raja Ming Lian Ji.


...


Kembali ke Long Ji dan Raja Ming.


“Hoho,, tentu saja aku harus melihat keadaan rakyat ku sendiri, aku tidak bisa berdiam diri saja di Istanaku tanpa tahu keluh kesah rakyatku. Jadi inilah kesempatanku untuk melihat apakah rakyatku hidup tentram atau tidak.” Jawab Raja Ming Lian Ji dengan tawa bahagia.


“Oh ya, kau juga berhentilah memanggilku Yang Mulia, panggil saja aku seperti di masa lalu kakak Long,” sambung Raja Ming.


Long Ji yang mendengar jawaban Rajanya, hanya bisa menghela nafas dalam hati.

__ADS_1


“Baiklah Saudara Li, jika begitu ayo kita masuk, karena sebentar lagi akan ada sebuah Pelelangan di Pasar Gelap, kita harus mengikuti pelelangan tersebut sebelum di tutup.” Ajak Long Ji dan langsung melangkah tanpa melihat reaksi dari Raja Ming Lian Ji.


Tap tap..!!


__ADS_2