
Saat melangkah ke lantai atas, terlihat Zang Wei tersenyum lebar, namun tidak di sadari oleh Zhao Hu yang tepat di sampingnya.
***
Tap tap..!!
Saat sudah mencapai lantai atas, aula utama, terlihat Topeng Rubah yang menunggu di sana sedikit terkejut saat melihat Zang Wei yang di penuhi darah.
“Eeh,, apa yang terjadi kepada Tuan Zang paman Han?” Tanya Topeng Rubah langsung bangkit dari tempat duduknya.
Han Liu Sheng tidak langsung menjawab, ia melirik ke arah Zang Wei terlebih dahulu.
“Nanti saja paman jelaskan, Tuan Zang harus membersihkan dirinya lebih dulu,” ucap Han Liu Sheng.
Sontak Topeng Rubah pun mengangguk dan Han Liu Sheng kembali mengantar Zang Wei ke kamar tamu.
Tap tap..!!
“Anda bisa membersihkan diri di dalam, dan nanti akan datang pelayan mengantarkan anda pakaian,” ucap Han Liu Sheng.
Zang Wei pun mengangguk. “Terimakasih Pemimpin kota,” ucap Zang Wei membungkukkan sedikit kepalanya.
***
Di lantai bawah, Zhao Hu yang membersihkan mayat Dan Jiansen, saat ini terlihat mengecek kondisi semua luka baru milik Dan Jiansen.
“Hemm..!! Aku merasa ada yang salah, luka-luka ini memang seperti Tuan Zang membela diri, karena lukanya tidak terlalu dalam. Tapi kenapa aku merasa ini lebih terlihat seperti sebuah siksaan ya,” gumam Zhao Hu mulai bingung.
Tentu saja Zhao Hu tidak ingin mencurigai Zang Wei, lantaran ia tidak mempunyai bukti untuk curiga saat ini.
“Huuf,, mungkin perasaanku saja,” gumam Zhao Hu kembali melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
Zhao Hu lupa jika Zang Wei pemuda yang cukup berbahaya pada saat bertemu pertama kali. Namun ia lupa karena apa yang Zang Wei tunjukkan hari ini, yang ia ingat hanya kekuatan Zang Wei tidak sesederhana yang terlihat saja.
...
20 menit telah berlalu, setelah Zang Wei membersihkan diri dan mengenakan pakaian yang ia terima dari pelayan, kini Zang Wei telah berkumpul di aula kediaman Pemimpin Kota bersama Han Liu Sheng, Zhao Hu dan Topeng Rubah.
Keempatnya duduk sambil menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh para pelayan.
“Jadi, kapan anda bisa menjalankan rencana anda Tuan Zang?” Tanya Zhao Hu mulai membuka pembicaraan.
“Jika semua yang aku minta sudah siap, maka secepatnya aku akan berangkat, dan akan lebih baik jika aku pergi bersama anda Tuan Zhao.” Jawab Zang Wei dengan nada santai.
“Oh ya, persiapkan juga aku peta yang lebih rinci tentang daerah Jianghu, akan lebih baik di pokuskan ke bagian Gunung Naga Api , yang tidak jauh dari kawasan Sekte Harimau Hitam,” sambung Zang Wei meminta sebuah peta.
Zhao Hu pun menganggukkan kepala, pandangannya pun mengarah ke Topeng Rubah.
Paham akan tatapan pamannya, Topeng Rubah langsung merogoh kantong penyimpanannya.
Tap..!!
Terlihat Topeng Rubah menaruh sebuah gulungan di depan meja Zang Wei.
“I..Ini dia yang anda minta Tuan Zang, lalu untuk para bandit atau perampok, kami sudah menyewa dengan jumlah yang anda minta.” Ucap Topeng Rubah menjelaskan.
Zang Wei pun tersenyum kecil, karena ia bisa menjalankan pekerjaannya sekaligus mendapatkan apa yang ia cari di sana, yaitu Daun Gingseng Darah. Artinya dengan satu kali dayung, dua tiga pulau langsung Zang Wei dapatkan.
“Bagus, dengan begini akan lebih memudahkanku,” gumam Zang Wei dalam hati.
Terdengar Zang Wei, Zhao Hu, Han Liu Sheng dan Topeng Rubah kembali melanjutkan obrolan mereka dan membahas beberapa rencana masa depan setelah berhasil menyelamatkan Topeng Emas.
...
__ADS_1
Malam hari.
Tap tap..!!
“Apa anda yakin tidak menginap di sini saja Tuan Zang?” Tanya Han Liu Sheng yang kini mengantar Zang Wei ke pintu gerbang utama kediamannya.
“Terimakasih Tuan Han, lain kali saja,” jawab Zang Wei dengan nada ramah.
Han Liu Sheng pun mengangguk dan tidak memaksa Zang Wei.
Zang Wei juga langsung izin pamit kepada Zhao Hu dan Topeng Rubah.
“Sampai ketemu besok siang di jalur hutan perdagangan,” ucap Zang Wei membungkukkam sedikit kepalanya.
“Ya, saya akan menunggu anda di sana bersama para Bandit yang telah saya sewa,” balas Zhao Hu ikut membungkukkan kepalanya.
Tap tap..!!
Melihat Zang Wei melangkah pergi, kini Zhao Hu dan Han Liu Sheng saling melirik satu sama lain.
“Bagaimana saudara Han?” Tanya Zhao Hu memasang wajah penasaran.
“Ia terlihat alami dan jujur, sejauh yang aku lihat, ia tidak seperti yang kau ceritakan sangat licik dan berbahaya. Malah aku ingin berteman dengannya dan jika aku punya seorang putri, akan ku tikahi putri ku dengan Tuan Zang, tapi sayang sekali, aku belum menikah.” Jawab Han Liu Sheng di sertai senyuman kecut.
“Hemm..!! Jadi perasaanku waktu itu salah ya,” gumam Zhao Hu langsung merenung bersama Topeng Rubah.
***
Di satu sisi, Zang Wei yang tidak benar-benar pergi, terlihat mengintai dari balik dinding pembatas kediaman milik Pemimpin Kota.
“Hehe,, untung saja aku sudah memiliki Mata Semesta, jika tidak, aku tidak akan tahu kelebihan yang Pemimpin Kota miliki,” gumam Zang Wei sembari tersenyum kecil.
__ADS_1
Wuss wuss..!!