Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Penambangan Batu Kristal Warna Warni


__ADS_3

“Dan juga, tidak lama lagi kau akan mati setelah aku mengidentifikasi kekuatan dari sosok yang berasal dari Organisasi Benua Tengah itu, jika tugasku sudah selesai dan aku pergi dari sini, di sanalah kehancuran klan mu.” sambung Wen Zi menyeringai dalam hati.


Tap tap..!!


Di saat Wen Zi naik ke dalam kereta, ia terlihat terdiam sesaat sambil memandang ke dalam gerbong.


Tapi apa yang membuat Wen Zi terdiam bukanlah isi dari dalam gerbong kereta, melainkan Wen Zi terdiam lantaran mendapat pesan telepati dari Tuan mudanya, yang menyuruhnya untuk mengulur waktu nanti di kediaman klan Jin, karena saat ini Tuan mudanya sedang mengecek sebuah tambang tersembunyi yang berada di sebuah lembah dan di kelilingi pegunungan.


...


Tetua Jin Gang yang duduk sambil melihat Wen Zi kembali terdiam, terlihat tersenyum tipis dan mengira jika Wen Zi menyukai kereta ini.


“Apa kau tertarik dengan kereta ini Tuan Zang, jika kau tertarik, maka aku akan memberikannya kepadamu.” Ucap Tetua Jin Gang.


Beruntung tetua Jin Gang salah paham, Wen Zi yang kembali di sadarkan oleh tetua tersebut pun langsung tersadar dan menanggapi dengan senyuman tipis.


“Hemm..!! Ruangan yang ada di dalam kereta ini sangat indah, ini pertama kalinya aku melihat sebuah isi dalam kereta di hiasi oleh kristal warna warni,” ucap Wen Zi.


“Setahuku, kristal ini sangat mahal dan memiliki banyak kegunaan, selain bisa di gunakan oleh memoles senjata agar lebih tajam dan kuat, kristal ini bisa di gunakan sebagai bubuk peledak, sebuah formasi, dan kegunaannya masih banyak lagi. Tapi yang paling membuatku kagum adalah, Klan Jin ternyata sekaya ini.” Sambung Wen Zi terlihat benar-benar kagum.


“Hoho,, kami tidak sekaya itu, tapi untuk kristal warna warni ini, kami memiliki banyak stok di gudang dan kami juga menjual belikan kristal ini ke Benua Tengah. Untuk informasi lebih lanjut, aku tidak bisa memberitahu anda Tuan Zang, tapi aku yakin Patriak klan mungkin akan memberitahu anda lebih lanjut jika anda setuju bergabung dengan kami.” Ucap Tetua Jin Gang.

__ADS_1


Wen Zi pun langsung menanggapi dengan mengangguk dan bersamaan dengan itu, ia langsung mengirim informasi yang ia dapat dari tetua Jin Gang kepada Tuan mudanya.


***


Sret..!! Tap tap..!!


“Ayo cepat, kalian ini lamban sekali bekerja, jika begini, kami tidak akan bisa mengejar target bulan ini,” terdengar salah satu penjaga para tahanan berteriak ke arah para budak penambang yang sedang membawa hasil tambang dengan cara manual, yaitu membawanya dengan punggung mereka berjalan ke arah tempat penyimpanan tambang.


Penjaga tersebut kini melotot ke arah terus menerus ke arah para tahanan yang membuat para tahanan hanya bisa merinding ketakutan.


Bruk..!!


Saking takutnya, salah satu tahanan yang membawa hasil tambang yang tak lain Batu Kristal warna warni, tak sengaja terjatuh.


“Dasar tua bangka, aku sengaja tidak menyiksa mu dari awal kau datang, tapi apa balasan yang aku dapat, kau malah menjatuhkan kristal yang sangat beharga ini,” teriak penjaga tersebut yang kini menarik kerah tahanan berusia 60 tahunan tersebut.


“Apa kau ingin aku membunuh kedua cucumu hah, atau apa kau ingin aku membawanya kesini dan di jadikan budak.” Ancam sang penjaga.


Glek...!!


Mendengar itu, tahanan berusia 60 tahun langsung bergetar ketakutan.

__ADS_1


“Tu..Tuan, aku mohon ampuni aku kali ini, jangan bawa kedua cucuku kesini, aku berjanji akan bekerja lebih keras lagi.” Ucap tahanan berusia 60 tahun dengan bersujud di depan sang penjaga.


Sang penjaga pun melepaskan kerah tahanan tersebut dengan kepala terangkat.


“Huh,, baiklah, kali ini aku melepaskanmu, itu karena aku menghormatimu lantaran kau mantan tetua klan yang telah berkhianat, tapi jika kau melakukan kesalahan, aku tak segan-segan akan melaporkan ini kepada kapten tambang dan pemimpin tambang,” dengus sang penjaga sambil memandang ke arah para tahanan lainnya, termasuk tahanan baru.


“Kalian lihat, jika kalian melakukan kesalahan, maka aku tak segan-segan menyiksa kalian sampai mati, tapi jika kalian melakukan pekerjaan dengan benar, maka kalian tidak perlu khawatir, aku tak akan menyentuh kalian.” Teriak sang penjaga sambil tersenyum lebar.


“Bukankah aku ini cukup baik kepada kalian, seharusnya kalian berterimakasih kepadaku,” sambung Sang penjaga.


Sontak para budak tahanan langsung berterimakasih kepada Sang Penjaga.


Sementara tahanan baru yang tak lain Zang Wei, hanya bisa mengerutkan keningnya.


“Huh,, siasat yang bagus, pantas saja tidak ada para tahanan yang mencoba melakukan pemberontakan maupun mencoba kabur, ternyata para penjaganya sudah di stel untuk tidak menyiksa para tahanan dan hanya memberi perintah ancaman saja.” Dengus Zang Wei dalam hati.


“Dan juga, orang di balik klan Jin ini, atau organisasi dari Benua tengah pasti tahu jika para Tahanan ini sangat berharga, jika para tahanan di siksa, maka ia sadar akan rugi lantaran pengiriman hasil tambang tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Itu karena para tahanan yang bekerja dalam keadaan terluka tidak akan bisa menambang secepat kondisi pulih mereka.” Sambung Zang Wei.


Tap tap..!!


“Hei bocah, kenapa kau diam saja, cepat jalan sana,” teriak sang Penjaga menghampiri Zang Wei.

__ADS_1


Zang Wei pun kembali melangkah tanpa melihat sang Penjaga, hal tersebut membuat sang penjaga di penuhi amarah.


“Dasar budak tak tahu diri, awas saja kau setelah pekerjaanmu selesai, akan ku buat kau sadar siapa diriku ini,” gumam sang penjaga yang terlihat merencanakan sesuatu setelah Zang Wei selesai membawa hasil tambang ke gudang.


__ADS_2