
“Jika begitu, aku bersama saudara Wen akan langsung menuju pusat, walau di sana ada Kaisar Ming, aku merasa ia mungkin bersembunyi di sana,” ucap Patriak Yan, ia merasa jika semakin bahaya tempatnya, maka di sanalah tempat terbaik bagi musuh bersembunyi.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Terlihat dalam sekejap para patriak atau para bawahan Zang Wei langsung menghilang dari tempat mereka berkumpul.
***
Sementara di tempat Zang Wei, ia yang sudah selesai berurusan dengan Zai Sheng dan para calon anggota Bunga Malam, kini mulai kembali melanjutkan perjalanan menuju Ibukota Kekaisaran bersama Pangeran Ming, Shang Liu dan Feng Wui.
“Baiklah, aku akan berangkat sekarang, kau harus selalu berhati-hati. Karena para anggota Kabut malam cukup berbahaya dan selalu muncul secara tiba-tiba.” Ucap Zang Wei melirik Fang Du.
Fang Du pun langsung mengangguk sambil membungkukkan badannya, tak lama setelah membungkukkan badan, ia pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat Zang Wei bersama orang-orang yang bersamanya sudah tidak ada di depannya.
...
Wuss wuss..!!
Terlihat saat ini Zang Wei sedang melesat dengan kecepatan yang setara dengan kecepatan penuh Pangeran Ming.
“Dengan kecepatan penuhku saat ini, maka dalam beberapa jam lagi, kita akan sampai ke ibukota,” ucap Pangeran Ming yang terlihat sedikit bingung.
“Tapi yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa kau terlihat sangat ingin berangkat cepat-cepat saudara Zang? Apakah Jendral Bayangan yang kau lawan tadi, keberadaannya sudah di ketahui?” Sambung Pangeran Ming bertanya.
Zang Wei yang di tanya, hanya diam saja, ia saat ini sedang fokus melacak jejak segel yang ia tanam di bawahannya, yang tak lain Patriak Yan dan Tetua Yu Zian.
__ADS_1
“Hemm,, segelnya semakin melemah, artinya energi jiwa dan kehidupannya sedang di serap atau mungkin ia terluka parah,” gumam Zang Wei dalam hati.
Di saat yang sama, Zang Wei juga merasakan jejak segel milik Patriak Xu, Wen dan Fang yang normal, seolah tidak terjadi apa-apa.
Zang Wei pun mencoba menghubunginya menggunakan segel jiwa yang ia tanam di tubuh mereka.
Namun karena jaraknya terlalu jauh, alhasil, suara Zang Wei tidak dapat di dengar.
Dret..!! Tap tap..!!
Karena tidak bisa fokus, kini Zang Wei langsung menghentikan langkahnya dan langsung duduk bersila.
“Kalian jalan saja menuju Ibukota, cari tahu dimana keberadaan Patriak Yan dan Tetua Yu Zian.” Ucap Zang Wei terdengar serius dan terdengar kembali menjelaskan jika ia merasakan mereka berdua dalam keadaan setengah mati.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Bersamaan dengan perginya orang-orang yang bersama Zang Wei, Yi Lang pun muncul di samping Zang Wei dan membisikkan sesuatu ke telinga Zang Wei, yang langsung membuat mata Zang Wei melotot.
“Jadi mereka sudah mulai bergerak, dan kita terlambat satu langkah,” gumam Zang Wei sambil menganggukkan kepalanya ke arah Yi Lang, tanda Zang Wei sudah mengerti.
Yi Lang pun langsung lenyap setelah melihat Tuan mudanya mengangguk.
...
__ADS_1
Dret..!!
Terlihat Zang Wei yang sudah fokus menggunakan jiwanya, langsung menciptakan udara yang mengerikan di sekelilingnya.
Blush..!!
Tak berselang lama, muncul secara samar-samar jiwa Naga Iblis yang sangat besar di atas kepala Zang Wei dan langsung meraung.
Goaaarr..!!
Tepat setelah Jiwa Naga Iblis selesai meraung, Zang Wei pun langsung membuka matanya.
“Ketemu,” gumam Zang Wei dalam hati sembari bangkit dari tempat duduknya.
Tap tap..!!
***
Di tempat Patriak Yan dan Tetua Yu Zian.
Mereka berdua yang saat ini tubuhnya di rantai menggunakan segel formasi di sertai energi jiwa serta kehidupan mereka terus terserap, hanya bisa menatap Zuan Lang dengan tatapan niat membunuh.
“Khehe,, aku tak menyangka akan bisa menangkap kalian tanpa bersusah payah, dan juga, aku juga sangat tidak menyangka jika kekuatan kalian berkembang begitu pesat,” kekeh Zuan Lang sambil menjilati bibirnya.
Wung..!! Wung..!! Blush..!!
__ADS_1