
“Baiklah Saudara Li, jika begitu ayo kita masuk, karena sebentar lagi akan ada sebuah Pelelangan di Pasar Gelap, kita harus mengikuti pelelangan tersebut sebelum di tutup.” Ajak Long Ji dan langsung melangkah tanpa melihat reaksi dari Raja Ming Lian Ji.
Tap tap..!!
***
Siang hari.
Di depan sebuah kedai kecil, terlihat Zang Wei, Mu Lan Jia dan Wen Zi melangkah memasuki kedai tersebut.
Tap tap..!!
“Kita akan masuk ke Pasar Gelap lewat tempat ini Tuan muda, walau pasar gelap tersembunyi, tapi pintu masuknya cukup banyak, salah satunya adalah melalui jalan belakang kedai ini. ” Ucap Wen Zi terdengar memberitahu Zang Wei, tepat setelah memasuki kedai.
Kini pandangan Wen Zi pun mengarah ke pemilik kedai. Tanpa basa basi Wen Zi langsung menghampirinya.
“Kita semua sama,” ucap Wen Zi kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai yang mendengar itu pun seketika mengerutkan keningnya, karena kata-kata yang Wen Zi ucapkan tadi adalah kode untuk memasuki Pasar Gelap melalui kedai ini.
“Kita bersaudara,” balas pemilik kedai.
“Kita sama rata,” sambung Wen Zi.
Sontak pemilik kedai langsung mengangguk, pandangannya pun mengarah ke orang yang ada di belakang Wen Zi.
“3 Koin Emas untuk 3 orang,” ucap pemilik kedai.
Tap..!!
__ADS_1
Wen Zi pun langsung meletakkan 3 Koin emas di atas meja.
“Ayo ikuti aku,” ajak pemilik kedai setelah mengambil 3 Koin emas tersebut.
Tap tap..!!
Wen Zi, Zang Wei dan Mu Lan Jia pun langsung mengikuti pemilik kedai yang melangkah ke pintu belakang.
Setelah di giring melalui jalan berliku-liku. Kini langkah pemilik kedai berhenti tepat di depan pintu baja.
“Tunggu sebentar,” ucap pemiliki kedai sambil memberikan kode kepada bawahannya.
Prok prok..!!
Wuss..!! Tap tap..!!
Setelah bertepuk tangan, seketika dua sosok mengenakan jubah hitam muncul.
Blush..!!
Krak krak..!!
Setelah serempak mengalirkan energi mereka, pintu baja pun mulai terbuka secara perlahan.
Dan setelah pintu baja terbuka sepenuhnya, apa yang ada di balik pintu Baja ini, membuat Wen Zi, Zang Wei dan Mu Lan Jia sedikit terpana.
Beruntung mereka mengenakan topeng, jika tidak, mungkin wajah lucu mereka akan terlihat jelas.
“Cepatlah keluar, aku sudah tidak kuat lagi menahan pintu ini,” ucap pemilik kedai yang langsung menyadarkan Zang Wei dan yang lainnya.
__ADS_1
Tap tap..!!
Tanpa basa basi mereka bertiga pun langsung melangkah melewati pintu baja.
“Hemm..!! Aku tak menyangka jika ada Kota bawah tanah yang sebesar ini, bahkan langit-langitnya di terangi oleh Batu Cahaya yang sangat banyak.” Ucap Zang Wei terlihat sedikit kagum akan Pasar Gelap.
“Hemm..!! Selama aku ke pasar gelap yang ada di Ibukota, itu terlihat biasa saja dari pada pasar gelap yang ada di Kota ini. Tempat ini jauh lebih indah dan ramai dari yang aku bayangkan,” sambung Mu Lan Jia sambil menganggukkan kepalanya dan setuju dengan apa yang Zang Wei katakan jika Kota Bawah tanah ini sangat besar, bahkan mungkin jauh lebih besar dari Kota Janghu menurutnya.
...
Terlihat saat ini dimana Zang Wei berdiri, banyak sekali orang-orang asing maupun Ras selain manusia berlalu lalang di depan mereka.
Beberapa dari mereka terlihat seperti Ras manusia setengah Binatang buas yang di rantai, itu karena mereka semua rata-rata budak yang kalah perang melawan manusia.
Ada juga beberapa Ras Elf, Dark Elf yang ikut di rantai, dan Ras aneh lainnya yang belum pernah Zang Wei lihat di kehidupan sebelumnya.
“Hemm..!! Menarik, rata-rata mereka terlihat sangat lemah, tapi sebenarnya mereka punya petonsi sebagai seorang pembunuh,” gumam Zang Wei yang tertarik saat melihat beberapa data dari Ras Dark Elf yang lewat di depannya.
Di saat Wen Zi dan Mu Lan Jia cukup geram akan perbudakan dan sangat ingin membunuh semua orang yang membawa maupun menyiksa para budak. Zang Wei malah tertarik untuk membuat para Dark Elf ini menjadi bawahannya dan di buat menjadi senjatanya kelak.
“Jangan terlalu naif, karena semua Ras sama saja, perbudakan itu hal yang wajar.” Ucap Zang Wei menyadarkan Wen Zi dan Mu Lan Jia.
“Perlu kalian tahu, secara tidak langsung para rakyat miskin seperti petani itu adalah budak, mengapa demikian, karena para orang-orang yang berkuasa telah memeras mereka dengan pajak yang tinggi, mereka juga di paksa menjual hasil jerih payah mereka dengan harga yang murah.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Wen Zi dan Mu Lan Jia dengan santai.
“Mereka sama seperti para budak yang ada di depan kalian, hanya nasib mereka saja yang lebih buruk dari para petani, yaitu mereka di rantai dan di paksa bekerja untuk mendapat sesuap makanan.” Sambung Zang Wei.
Tap tap..!!
“Ayo, lebih baik kita cari dimana tempat pelelangannya di mulai, dari pada merenung di tempat seperti ini,” ajak Zang Wei yang langsung melangkah.
__ADS_1
Wen Zi dan Mu Lan Jia yang terlihat baru tercerahkan oleh ucapan Zang Wei, kini tersadar setelah melihat Zang Wei melangkahkan kakinya. Sontak mereka pun langsung mengejar sambil berusaha merenungkan kenaifan mereka selama ini.
Tap tap..!!